DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
126


__ADS_3

Haji bahar duduk disalah satu kursi yang ada diruang tamu rumah Risha. Dia menatap Randi tajam sambil sesekali menghisap rokoknya.


"Jadi kamu orang yang buat Risha nolak lamaranku." kata Haji bahar dengan mata sedikit melotot.


"Anak ingusan kayak kamu nggak akan mungkin bisa membahagiakan Risha."


"Apalagi kalau dilihat kamu seperti pengangguran." ejek Haji Bahar.


Randi tersenyum tenang, "Biarpun saya pengangguran tapi saya masih memiliki badan sehat, segar bugar. Dari pada Bapak, udah tua, bau tanah tapi nggak sadar diri."


"BERANI SEKALI KAMUUU!!" teriak haji bahar sambil mengacungkan jari ke depan wajah Randi.


Randi tersenyum meremehkan, "Saya yang lebih pantas dengan Risha." ucap Randi penuh percaya diri.


Haji Bahar tertawa, "Saya akan melepaskan Risha jika kamu bisa melunasi hutangnya, namun jika tidak bisa tentu saya akan menikahi Risha sekarang juga."


"Berapa hutangnya?" tanya Randi.


"Mas, jangan..." pinta Risha terdengar memohon.


"500 juta." kata Haji bahar.


"Haa? kenapa bisa sebanyak itu? bukannya kemarin masih 100 juta?" protes Slamet tak terima.


"Kamu sudah menunggak lama, dan sekarang kamu berani membawa pria lain masuk kerumah ini jadi aku hitung sebagai dendanya." kata Haji bahar membuat Slamet tak kuasa menahan air matanya.


"Maafin Ayah nduk, maafin ayah." kata Slamet sambil mengenggam tangan putrinya. Risha yang tadinya hanya menunduk kini tak kuasa menahan air matanya.


"Berikan nomor rekeningmu, akan ku transfer sekarang juga." kata Randi mengeluarkan ponselnya.


Beruntung saldo rekening Randi melebihi 500 juta jadi Ia bisa membayar hutang Ayah Risha saat ini juga.


"Hahaha pria muda sepertimu mana mungkin mempunyai uang sebanyak itu, jangan mengada ada." Ejek Haji Bahar.


"Cepat berikan saja."


Haji bahar meminta salah satu anak buahnya untuk membacakan nomor rekening miliknya.


"Sudah saya kirim, silahkan dicek." kata Randi yang baru saja selesai mengirimkan uang 500juta ke rekening Haji Bahar.


Haji Bahar mengecek diponselnya dan terkejut karena memang saldo direkening bertambah 500juta.

__ADS_1


"Jadi sekarang silahkan anda pergi karena saya calon suaminya Risha." usir Randi menbuat Haji Bahar menatap sengit ke arahnya.


"Bocah tengik sialan!" umpat Haji Bahar sebelum akhirnya Ia pergi meninggalkan rumah Risha.


Raut Risha langsung terlihat senang juga sedih, senang karena akhirnya Ia tak akan menikah dengan haji Bahar dan sedih karena dirinya merasa merepotkan Randi.


"Maafkan kami Nak, sudah merepotkan mu sampai harus melunasi hutang Ayah." kata Slamet dengan air mata berlinang.


"Ayah kemarin hanya meminjam uang 500ribu, dan mendadak Haji Bahar menaikan bunga hingga 100juta dalam waktu 1 bulan. Ayah bingung harus membayar dengan apa uang sebanyak itu, dan Haji Bahar meminta Risha."


"Ayah nggak bisa berbuat apapun." ungkap Slamet menjelaskan asal mula hutang sebanyak itu.


"Dan hari ini Dia malah meminta 500juta."


Risha yang berada disamping Slamet mencoba menenangkan Ayahnya, sementara Randi yang berada didepan mereka terlihat sangat kesal, kesal dengan perlakuan Haji Bahar yang semena mena pada keluarga Risha.


"Sudahlah pak, semua sudah berlalu. buat pelajaran saja jangan sampai besok hutang lagi dengan rentenir itu." kata Randi menasehati.


Slamet mengangguk, "Kemarin Ayah terpaksa, Risha belum kirim uang dan Nanda Adik Risha sakit jadi Ayah terpaksa pinjam uang sama Haji Bahar. Nggak nyangka juga semuanya jadi seperti ini."


"Maafin Risha ya Yah." kata Risha merasa bersalah karena terlambat mentrasfer uang untuk keluarganya.


"Nanti Risha juga bakal ganti uang nya Mas Randi, tapi nyicil." kata Risha dengan suara pelan.


Risha menatap Randi penuh tanya karena Randi tak melanjutkan ucapan nya.


Hening, hanya sesekali terdengar isakan Slamet.


"Jadi bagaimana Yah? apa saya boleh melamar Risha?" tanya Randi yang sebenarnya sudah tak sabar menunggu jawaban Risha dan Slamet.


Slamet tersenyum, juga Risha yang tersenyum malu malu.


"Semuanya saya serahkan sama Risha saja."


"Kamu mau jadi istri saya Risha?" tanya Randi menatap Risha lekat lekat.


"Saya sudah menyelesaikan semua masalah saya. jadi saya ingin menepati janji untuk menikahimu." kata Randi.


"Jadi bagaimana?" tanya Randi tak sabar menunggu jawaban dari Risha.


"Sa-saya hanya orang biasa mas," balas Risha "Tidak secantik wanita lain yang pernah dekat dengan mas."

__ADS_1


"Bahkan saya hanya perawat, dari kalangan orang tak punya. Tidak seperti mas yang berasal dari kalangan berada." jelas Risha membuat Randi tersenyum geli. Geli karena tanpa sadar mereka mengatakan saya bukan aku kamu seperti biasanya. Geli karena Risha selalu memikirkan kasta keluarga mereka.


"Nggak peduli dengan apapun itu, saya mencintai kamu dan akan tetap menikahi kamu." kata Randi mantap membuat Risha menunduk menutupi wajahnya yang tersipu malu.


"Tapi apa keluarga Nak Randi akan setuju jika Nak Randi menikahi Risha?" giliran Ayah yang bertanya membuat Risha menatap cemas Randi menanti jawaban.


"Ayah sama Risha tenang saja, keluarga saya bukan orang pemilih calon mantu."


"Keluarga saya pasti akan menerima Risha dengan baik." jelas Randi membuat Slamet terlihat lega sementara Risha masih terlihat cemas.


"Jika Ayah mengijinkan, hari ini juga saya ingin mengajak Risha untuk menemui orangtua saya. untuk meminta restu pada orangtua saya." kata Randi membuat Slamet mengangguk setuju.


"Ya begitu lebih baik." kata Slamet.


"Ayah..." protes Risha.


"Lebih cepat lebih baik dari pada dekat lama lama akan menimbulkan fitnah." kata Slamet pada Risha membuat Risha hanya menunduk.


"Jika sudah di ijinkan saya akan membawa Risha sekarang juga."


"Se-sekarang?" Risha nampak terkejut.


Randi mengangguk sambil tersenyum "Lebih cepat lebih baik." kata Randi sambil mengedipkan matanya.


...


Sementara ditempat lain, Haji Bahar dan gerombolan nya sudah sampai dirumah mewah haji bahar.


Disana ternyata Haji Bahar sudah ditunggu oleh seseorang yang sangat tak asing.


Orang itu tersenyum lalu mendekati Haji bahar, menyalami haji Bahar dan tak lupa berpelukan ala pria.


"Aku tak menyangka kau akan datang." kata Haji Bahar terlihat senang.


"Tentu saja, untuk kawan lama yang sudah membantuku, aku pasti akan datang." kata pria yang umurnya hampir sama dengan Haji Bah itu.


"Semuanya beres, pria muda itu akan menikahi Risha." kata Haji Bahar.


"Sebenarnya siapa pria muda itu? dan kenapa pula kau harus menjebaknya seperti ini?" tanya Haji Bahar yang hanya disenyumi pria itu juga ada pria lain yang tersenyum dibelakangnya.


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2