DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
119


__ADS_3

Setelah mengantar Risha pulang, Randi pun segera pulang kerumah orangtuanya. Hampir satu jam lamanya dirinya merayu Risha agar mau bertemu dengan Papa dan Mama nya namun hasilnya nihil. Risha masih belum siap dan Randi juga tak bisa memaksa.


Randi memasuki rumah dimana Rangga dan Bianca sedang duduk diruang keluarga sambil berbincang masalah bisnis.


"Pa... Maa..." Randi segera mencium tangan Papa dan Mama nya bergantian. Sudah menjadi kebiasaan Randi jika datang maupun ingin pergi selalu mencium tangan kedua orangtuanya.


"Kok baru nyampe? katanya libur?" tanya Bianca.


"Biasa Ma, tadi mampir dulu." balas Randi dan langsung duduk disamping kedua orangtuanya.


"Gimana? masih betah jadi artis?" tanya Rangga membuat Randi menatap Papanya malas sementara Bianca memberikan kode kedipan mata.


Bianca dan Rangga memang berbeda, jika Rangga ingin Randi meneruskan perusahaannya sementara Bianca ingin Randi melakukan apapun yang Ia inginkan termasuk jadi artis.


"Papa heran sama kamu, apa enaknya jadi artis? kemana mana nggak bisa bebas diikutin wartawan belum lagi kalau kita lagi apes ada masalah langsung jadi berita heboh." ungkap Rangga menjelaskan ketidaksukaan menjadi artis.


"Randi tuh jadi artis buat berkarya Pa, bukan buat cari sensasi." jelas Randi menatap Rangga kesal karena selalu saja menyamakan Randi dengan artis lainnya.


"Ck, sekarang mungkin kamu masih aman, nggak tau besok kalau dijebak orang." kata Rangga lagi yang langsung mendapat protes Bianca.


"Udahlah mas, kita itu lagi kumpul keluarga. jarang jarang bisa kumpul kayak gini. kenapa malah pada ngribetin masalah kerjaan." kata Bianca menatap Rangga kesal.


"Tau tuh Papa, bikin kesel aja!"


Rangga terkekeh, "Papa cuma takut aja Ma, dia cari sensasi pura pura pacaran sama sesama artis biar tambah tenar." ucap Rangga yang langsung saja membuat Randi terbatuk.


"Kan, mencurigakan." Rangga menatap Randi dengan tatapan menuduh.


"Eng-enggaklah Pa."


"Jangan sampai kayak gitu ya Ran, Mama nggak mau." kata Bianca ikut mengingatkan.


"Kamu mendingan cepetan nikah deh Ran, tuh Ander sama Revan ada udah nikah." kata Rangga yang langsung diangguki setuju oleh Bianca.


"Bener kata Papa, apa perlu Mama kenalin anak temen bisnis Mama. cantik cantik kok mereka." tawar Bianca.


"Nggak Ma, enggak mau. Randi udah punya pilihan sendiri."


Rangga dan Bianca saling bertatapan, "Siapa?"

__ADS_1


"Ada deh Ma, besok kalau udah waktunya Randi ajak pulang. dijamin Mama sama Papa langsung setuju." kata Randi tersenyum sumringah membuat Rangga Dan Bianca semakin penasaran siapa gadis yang membuat Randi tergila gila seperti itu.


"Cepetan bawa pulang kerumah, kalau perlu nikahin sekalian."


"Emang itu rencana Randi pa." jawab Randi lagi.


Rangga langsung saja mengacungkan jempolnya membuat Randi terkekeh.


Malam ini Randi menginap dirumah orangtuanya, Ia sengaja mematikan ponselnya seharian ini karena tak ingin mendapatkan gangguan dari asisten nya yang menyebalkan. walaupun Ia juga sedikit kesulitan untuk menghubungi Risha sang pujaaan hati dan sepertinya Ia harus memiliki 2 ponsel yang satunya Ia khususkan untuk menghubungi Risha. bahkan Randi saja lupa jika Ia berencana membelikan ponsel untuk Risha karena ponsel Risha sudah tak layak pakai menurutnya.


Dan pagi ini Randi bangun tanpa melihat kedua orangtuanya, karena Bianca dan Rangga pasti sudah pergi bekerja. Randi duduk ruang makan dan sudah ada mbok Jum, asisten rumah tangga dirumah Randi yang masih sibuk membereskan ,,sisa sarapan Rangga dan Bianca.


"Anden udah bangun? Tuan sama Nyonya baru saja berangkat.''


"Tadinya mau ngajak sarapan bareng tapi Anden belum bangun, nggak tega mau bangunin." jelas Mbok jum.


"Udah biasa juga mbok, santai saja." kata Randi menyesap segelas susu yang baru saja dibuatkan oleh mbok jum.


Randi memang bukanlah tipe anak manja yang melonkonis. Ia sadar betul jika kedua orangtuanya sibuk bekerja untuk dirinya. meskipun terkadang Randi merasa kesepian karena sering ditinggal keluar kota tapi Randi tak mempermasalahkan itu semua karena Randi memiliki Revan dan Ander saudara sekaligus sahabat yang selalu menemani dirinya selama ini.


Dan itu juga salah satu penyebab Randi tak ingin meneruskan bisnis sang Papa, Randi tak ingin menjadi gila kerja seperti kedua orangtuanya yang akhirnya membuat Randi melupakan keluarganya nanti.


"Nasi gorengnya masih Den, Mbok ambilin ya?" tawar mbok jum yang baru saja selesai mencuci piring.


"Ya sudah, eh pacarnya Anden cantik ya. kok nggak pernah diajak kesini?" tanya mbok Jum yang membuat Randi mengerutkan keningnya heran.


Pacar? memangnya Mbok Jum pernah melihatnya bersama Risha?


"Pacar? Mbok pernah lihat aku dimana?"


"Itu berita yang semalem banyak banget pada ngomongin Mas Randi katanya pacaran sama siapa ya semalem mbok lupa."


"Coba deh lihat di tv sama di hp banyak kok Den beritanya."


Randi langsung saja bergegas menuju kamarnya, mengambil ponsel dan mengaktifkan ponselnya.


Banyak pesan masuk bahkan ucapan selamat dari teman teman nya karena dirinya berpacaran dengan Keisya.


Ya gadis sialan itu ternyata memposting foto saat dirinya dicium oleh Keisya tanpa sadar. postingan di instgram bahkan membuat fansnya dan fans keisya mengucapkan selamat dan banyak yang mendukung serta mendoakan sampai pelaminan.

__ADS_1


"Sial, brengsek!" Randi membanting ponselnya diranjang.


Segera saja ia mengambil baju untuk pergi tanpa mandi lebih dulu.


Randi memasuki mobilnya dan mencoba menghubungi Silla asistennya namun nomer Silla tidak aktif membuat Randi semakin marah.


Dan akhirnya Randi menghubungi Keisya, "Dimana Lo?"


"Kenapa? kamu udah kangen sama aku?" jawaban Keiysa terdengar centil membuat Randi jijik.


"Aku diapartemen sayang. aku kirimin alamatnya." kata Keisya dan langsung Randi memutuskan panggilan nya.


Pesan dari Keisya sudah masuk, tak menunggu lama Randi bergegas menuju apartemen Keisya.


Randi berhati hati sekali memasuki apartemen Keisya takut ada wartawan yang membututinya. Ia bahkan menyamar, mengunakan jaket dan memakai kaca mata agar tak dikenali.


"Lo gila ya! hapus nggak fotonya." bentak Randi saat memasuki apartemen Keisya.


"Kamu kenapa dateng udah marah marah aja, lebih baik kita mesra mesraan biar tambah keliatan pacarannya." kata Keisya sambil terkekeh geli.


"Mana ponsel Lo!" Randi tak peduli memasuki semua ruangan Keisya untuk mencari ponselnya agar Ia bisa menghapus postingan Keisya membuat keisya semakin terkekeh.


"Kamu lupa sama perjanjian nya?" tanya Keisya santai.


"Gue bakal batalin perjanjian bodoh itu." balas Randi menatap Keisya tajam.


"Dan karir Lo hancur." ejek Keisya.


"Gue nggak peduli, lebih baik karir gue hancur dari pada gue harus jadi boneka Lo!" kata Randi yang kini membuat Keisya mulai panik.


"Kita hancur sama sama." Randi menyerigai.


Randi keluar dari apartemen Keisya dan...


Cekrek... cekrekk...


Sudah banyak wartawan yang menunggu didepan apartemen Keisya.


Keisya tersenyum puas.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2