DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
48


__ADS_3

Eliya membuka matanya, melihat ke arah samping sudah tak ada Ander.


Eliya mendesah, "Dasar pria menyebalkan! bahkan dia tak melakukan apapun untuk membuatku berhenti marah!"


Eliya beranjak dan segera membersihkan diri di kamar mandi, Ia ingin segera berangkat bekerja agar bisa membuat melupakan perkataan Ander yang membuatnya marah.


Namun Eliya dibuat terkejut kala keluar dari kamar dan melihat punggung Ander berdiri didepan kompor dan Ander terlihat sedang memasak sesuatu dan Ia juga sudah rapi mengenakan kemeja nya.


"Kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Eliya mendekati Ander yang sedang membuat sandwich.


"Sudah tidak marah lagi?" Bukannya menjawab, Ander malah balik bertanya padanya.


"Siapa yang marah?" ketus Eliya membuat Ander terkekeh.


Cup.. Ander mencium kening Eliya membuat Eliya melotot tak terima.


"Kenapa dengan matamu? apa ada kotoran sampai harus melotot seperti itu?" ejek Ander membuat Eliya kembali kesal dan memukul lengan Ander.


"Dasar menyebalkan."


"Maafkan aku."


Eliya menatap ke arah Ander yang meminta maaf padanya.


"Aku tak bermaksud hanya menginginkan tubuhmu? aku hanya merasa sudah nyaman dengan apa yang kita lakukan setelah menikah. rasanya menyenangkan dan membuatku kembali bersemangat."


Eliya hanya menunduk, namun Ia terkejut kala Ander menarik pinggangnya dan kini wajah mereka terlihat sangat dekat.


"Apa kamu mau memaafkan ucapanku semalam?" kata Ander terdengar tulus membuat hati Eliya menghangat.


Eliya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban Ia telah memaafkan Ander.


"Baiklah, jadi Tuan putri apa kita sarapan sekarang?" Eliya langsung terkekeh mendengar ucapan Ander.


Mereka berdua pun duduk dan menikmati sarapan buatan Ander.


"Enak, aku tak tahu ternyata kamu bisa memasak."


"Aku belajar memasak sewaktu study di luar negeri."


"Bukankah sudah ada maid disana." Ander mengangguk.


"Ya, hanya saat tertentu saja mereka ku suruh memasak."


Eliya mengangguk paham "Apa nanti kamu pulang malam lagi?"


"Mungkin akan berlangsung lama." jelas Ander membuat raut wajah Eliya terlihat lesu.


Ander terkekeh, "Jika kamu rindu datang saja ke kantor."


"Ti-tidak, tentu saja tidak. aku hanya bertanya." elak Eliya membuat Ander semakin terkekeh.

__ADS_1


Selesai sarapan, mereka sudah di tunggu Ran di bawah. seperti biasa mereka akan mengantar Eliya lebih dulu.


Melihat Eliya keluar mobil, Ander tersenyum penuh kemenangan.


"Oh lihatlah dia, baru beberapa hari saja sudah terlihat mencintaimu. bukankah ini mudah untukmu." batin Ander.


"Tuan,-"


Suara Ran membuyarkan lamunan Ander.


"Ada apa?"


"Kita berangkat sekarang?"


"Tidak, tahun depan!" kesal Ander mendengar pertanyaan bodoh Ran. "Tentu saja sekarang!"


"Ma-maafkan saya Tuan, saya pikir Tuan masih ingin memandangi Nona." jelas Ran yang melihat Ander memang memandangi istrinya yang keluar dari mobil dan tersenyum.


"Ck, terserah aku. dia istriku! mau ku apakan saja terserah aku!"


Oh Ran, dia mulai lagi.


"Baiklah Tuan, jadi kita berangkat sekarang?"


"Kau ingin ku pecat?"


"Oh maafkan saya Tuan, saya akan melajukan mobilnya sekarang."


...


Siang ini Eliya yang tengah sibuk mengatur beberapa karyawan nya, dikejutkan oleh kedatangan Ander.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Eliya heran melihat Ander berdiri dibelakangnya.


"Aku ingin mengajak makan siang bersama. Ini kubawakan nasi padang kesukaanmu." kata Ander sambil memperlihatkan kantong plastik yang Ia bawa.


Sontak perlakuan Ander membuat semua karyawan Eliya kagum penuh iri melihat bosnya mendapatkan suami super perhatian seperti itu.


"Ba-baiklah, tunggu saja diruanganku. aku selesaikan ini sebentar." kata Eliya terdengar gugup.


Ander hanya mengangguk lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Eliya.


"Ciee bu bos, enak ya punya suami super perhatian kayak gitu mana cakep lagi." goda salah satu karyawan membuat Eliya tersipu malu.


Tak hanya satu karyawan, 3 orang karyawan yang berada disana pun ikut mengoda Eliya.


"Sudah sudah kalian ini malah mengodaku." kata Eliya sambil menahan malu sementara karyawan nya hanya terkekeh.


Setelah selesai, Eliya bergegas menuju ruangannya dimana sudah ada Ander yang menunggu disana.


"Seharusnya tidak perlu repot kesini." kata Eliya meletakan makanan di piring.

__ADS_1


"Tidak masalah, sesekali ini." kata Ander yang duduk disampingnya.


Baru saja Eliya selesai menyiapkan makanan nya, Tangannya sudah ditarik oleh Ander hingga Ia jatuh ke pangkuan Ander.


Belum sempat Eliya protes, Ander sudah membungkam bibir Eliya dengan bibirnya. Cukup lama mereka berciuman hingga Eliya melepaskan ciumannya.


"Bolehkah aku meminta sekarang?" tanya Ander dengan wajah memerah menahan hasrat.


"Ta-tapi ... di sini?"


"Tidak masalah, kita juga perlu mencoba tempat baru."


Eliya terlihat ragu, bagaimana mungkin Ander mengajaknya di sini, dikantornya. benar benar gila.


"Ayolah sayang, pekerjaan membuatku stress... i need you." bisik Ander lalu menyusuri leher Eliya dengan bibirnya.


Sementara Eliya mendengar Ander memanggilnya sayang membuat hasratnya ikut mengebu.


Eliya bangkit, awalnya Ander pikir Eliya menolaknya namun melihat Eliya mengunci pintu membuat Ander tersenyum senang.


Siang ini terasa semakin panas apalagi di ruangan Eliya. meski tak terdengar desahan namun gesekan antar kulit mereka menjadi saksi betapa panasnya ruangan Eliya saat ini.


....


Ander tersenyum melihat Eliya makan nasi padang begitu lahapnya bahkan hingga tak tersisa di piring nya.


"Kamu begitu menyukai nasi padang?" tanya Ander.


Eliya mengangguk "Enak sekali nasi padang di tempat itu. terimakasih sudah membelikanku."


Ander kembali tersenyum, "Mau tambah lagi? biar dibelikan Ran."


"Tidak perlu, aku sudah kenyang."


"Besok gantian kamu yang mengantar makan siang ke kantor."


"Kenapa begitu?" heran Eliya .


"Agar kita bisa semakin dekat." kata Ander mencium kening Eliya membuat Eliya tersipu malu.


"Ba-baiklah."


"Hari ini aku pulang malam lagi. jangan menungguku." Ander bangkit dari duduknya "Aku harus pergi sekarang."


Eliya mengangguk dan mengantar Ander sampai depan. Ander tak lupa kembali mengecup kening Eliya sebelum memasuki mobil membuat semua orang yang melihat iri akan keromantisan mereka berdua.


Eliya segera memasuki toko setelah mobil Ander melaju meninggalkan toko.


"Ciee... bu bos. bikin ngiri para jomblo nih." goda para karyawan toko membuat Eliya tersipu malu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN


__ADS_2