DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
129


__ADS_3

Sepulang dari kos Risha, Randi melihat jam tangan masih pukul 10 malam. Randi melajukan mobilnya menuju apartemen Ander.


Ia tahu kedatangan nya mungkin akan menganggu karena sudah malam dan istri Ander pun sedang hamil besar namun Ia ingin segera membagikan kabar bahagia ini pada Ander dan Revan karena selama ini mereka berdua yang selalu menemani perjalanan hidup Randi.


Dan benar saja, sesampainya disana Randi langsung mendapatkan suguhan wajah masam dari Ander.


"ck ngapain sih malem malem kesini?" tanya Ander membukakan pintu dan mempersilahkan Randi masuk.


"Gue ganggu ya." kata Randi sambil terkekeh.


"Lo pikir? Gue lagi mau ehem ehem eh masih dibawah umur nggak boleh tau ya." ejek Ander sambil tertawa namun Randi malah tersenyum.


"Bentar lagi gue nyusul kalian." kata Randi membuat Ander sedikit terkejut dan menatap Randi serius.


"Biasa aja dong ngeliatnya."


"Lo gila ya? bisa bisanya Lo jadi sama si siapa itu artis Keisya kan? bukannya nyokap Keisya saingan bisnis tante Bianca?"


"Nah, ini nih tanda tanda orang nggak update berita terbaru." ejek Randi membuat Ander mengeryit heran.


"Maksud Lo apa?"


"Gue dijebak pacaran settingan sama Keisya, tapi tadi udah bikin klarifikasi gue."


"Ogah juga gue punya calon kayak Keisya."


"Selera gue mah yang kalem kalem." kata Randi dengan nada pamer.


"Palingan sebelas dua belas sama si Keisya." Ejek Ander membuat Randi hanya tersenyum.


"Kapan acaranya?" tanya Ander.


"Kalau bisa secepatnya."


"Udah nggak sabar ternyata." kekeh Ander membuat Randi ikut terkekeh.


Setelah dari apartemen Ander, Randi segera meluncur ke rumah Revan. Sebenarnya ini sudah cukup larut karena sudah pukul 12 malam, tapi biarlah, Ia memang sengaja ingin menganggu Revan.


Dan benar saja saat membuka pintu, Ia melihat wajah Revan lebih masam dari wajah Ander tadi.


"Ngapain sih tengah malem kesini, gangguin orang lagi tekdung aja!" Sentak Revan terdengar kesal.


"Emang gue mau gangguin Elo." kata Randi langsung masuk saja kerumah Revan padahal tidak dipersilahkan.


"Eh Bambang, Lo mau ngapain disini?" tanya Revan semakin kesal.


"Santuy dong, gue kesini cuma mau berbagi kebahagiaan aja."


"Lo udah ngrusak malam bahagia gue bambang!"


"Gue besok mau ngelamar."

__ADS_1


"Haaa? ngelamar siapa? jadi bener Lo sama Keisya ?" tanya Revan langsung mendekati Randi.


"Nggak Ander, nggak Lo sama aja! sama sama nggak update berita." kesal Randi.


"Nggak penting juga buat gue!" ejek Revan.


"Gue mau ngelamar Risha." kata Randi mantap membuat Revan melonggo.


"Emang dia mau sama Lo?"


"Jelas mau lah, siapa sih yang nggak mau sama gue." kata Randi dengan bangga membuat Revan memutar bola matanya malas.


"Kapan?"


"Besok."


"Haa? besok? serius." Revan terlihat sangat terkejut.


...


Paginya, Risha yang sudah berada dirumah sedang menunggu kedatangan Randi dan keluarganya. Tak berapa lama Randi dan kedua orangtuanya pun datang.


Randi terlihat sumringah memasuki rumah Risha. Tak hanya Randi dan kedua orangtuanya saja. Ada juga Vano Riska, Revan Rania juga Ander dan Eliya yang tengah hamil besar.


Mereka ikut datang menjadi pengiring acara lamaran Randi dan Risha.


"Assalamualaikum wr wb, saya sebagai Papa dari Randi ingin menyampaikan maksud kedatangan kami sekeluarga kemari." kata Rangga membuka acara.


"Waalaikumsalam wr wb. saya selaku Ayah dari Risha menerima kedatangan Bapak Ibu semuanya. terimakasih telah datang silaturahmi ke gubuk sederhana kami."


"Dan untuk jawaban lamaran Saya selaku Ayah menyerahkan semuanya pada putri saya Risha." kata Slamet mengakhiri ucapan.


"Gimana nduk? diterima nggak?" tanya Paijo pakde Risha.


Dengan balutan dress muslim warna pink, serta polesan make up sederhana namun membuat Risha terlihat sangat cantik bahkan membuat Randi sedari tadi menatap Risha tanpa kedip.


Risha yang sedari tadi hanya menunduk malu akhirnya membalas dengan anggukan malu malu.


"Dijawab Risha." kata Vano mengoda membuat Risha semakin gugup dan malu.


Randi yang berada diantara Rangga dan Binca pun akhirnya membuka suara,


"Dengan Izin Allah dan restu dari Papa Mama, Risha maukah kamu menerima lamaran ku sebagai calon suami kamu, pendamping hidup kamu dan Ayah dari anak anak kita nanti?" Ucap Randi menatap Risha dengan tatapan penuh harap.


"Jawab Nduk." kata Slamet yang berada disamping Risha.


Dengan pipi memerah, tangan gemetar serta jantung yang sedari tadi berloncatan akhirnya Risha menjawab Randi.


"Bismillah, dengan Izin Allah dan Restu Ayah, juga Bunda yang sudah berada disurga, aku menerimamu sebagai calon suami."


Alhamdulilah....

__ADS_1


Semua orang nampak mengucap syukur mendengar jawaban Risha yang menerima Randi. Bahkan Randi terlihat meneteskan air matanya penuh haru karena rasa syukur juga senang yang tiada duanya.


Acara pun berlanjut, semua tamu diminta menikmati hidangan yang sudah di siapkan.


"Pinter kamu nduk cari pasangan, udah ganteng trus kayaknya anak orang kaya ya." kata Asih Budhe Risha saat Risha sedang menaruh gelas didapur.


"Emangnya mbak Asih nggak tau ya? calon nya Risha itu kan artis." kata Warni tetangga Risha yang ikut membantu memasak dirumah Risha.


"Artis? masa artis nduk?" asih terlihat tak percaya.


"Bukan artis terkenal kok Budhe," balas Risha sambil tersenyum.


"Duh mas ganteng, nyariin Risha ya." kata Warni saat melihat Randi berjalan memasuki dapur.


Randi hanya tersenyum, sementara Risha nampak terkejut.


"Wah iya beneran artis yang suka main ftv itu ini mah." kata Asih melihat wajah Randi secara lebih dekat "Sampai nggak ngenalin Budhe, padahal tiap hari mantengin tv terus." kata Budhe lagi membuat Randi tersenyum kikkuk.


"Budhe mau foto bareng lah, biar nanti tak pamerin sama Rina." kata Asih langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada Risha.


"Aku juga ikutlah mbak."


Warni dan Asih pun berdiri mengampit lengan Randi dikanan dan kiri membuat Risha tersenyum geli melihat Randi yang tak nyaman.


"Lagi nduk." kata Asih. "Yang banyak."


"Budhe..." keluh Risha sambil menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah pelit pelit nduk, cuma diajak foto nggak diminta sama Budhe." kata Asih sambil tertawa.


Risha pun akhirnya menuruti Budhenya, selesai foto Asih dan Warni kembali ke depan untuk membereskan piring kotor sementara Risha nampak gugup hanya berdua dengan Randi didapur.


"Kamu cantik banget sih." kata Randi terus menatap Risha membuat Risha semakin gugup.


"Mas, kita balik ke depan aja ya. takut nanti dikira lagi aneh aneh." ajak Risha langsung berjalan melewati Randi.


"Eh tunggu," Randi ingin mengapai tangan Risha namun sebuah suara mengejutkan keduanya.


"Astagfirullah, kalian ngapain di sini berduaan?"


Sontak Randi dan Risha menatap ke arah suara yang tak lain adalah Vano.


"Kalian ini masih belum resmi, belum boleh berduaan. nanti kalau ada setan lewat gimana?"


"Nah ini setan nya udah ada di sini, gangguin kita." Balas Randi dengan nada kesal yang langsung saja mendapatkan pelototan dari Risha.


"Dasar ponakan kurang ajar,"


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2