
Eliya baru saja keluar dari kamar mandi, masih menggunakan handuk berbentuk kimono yang kini melekat di tubuhnya.
Baru ingin menyisir rambut di depan cermin, sebuah tangan sudah melingkar di pinggangnya. Eliya hanya tersenyum menatap cermin dan dibelakangnya dagu Ander sudah menempel manja di bahu Eliya.
"Nggak mandi?" Eliya menyisir rambutnya, tak mengubris Ander yang mengesek gesekan miliknya dibawah sana.
"Mandi keringat aja yuk." bisik Ander dengan nada manja.
"Nggak ada lah, aku capek." Eliya menatap Ander dengan tatapan letih.
Ander cemberut, "Pelit. nggak kasian apa, udah puasa lama!"
Eliya terkekeh, "Salah sendiri rese."
Ander tak mengubris, berjalan mengambil handuk lalu memasuki kamar mandi dengan wajah kesal.
"Ck, ngambek." kekeh Eliya yang kini sudah berbaring di ranjangnya.
Eliya mengeryit heran, sudah hampir 20 menit didalam kamar mandi namun Ander tak kunjung keluar membuat nya sedikit khawatir.
"Apa yang dilakukan Ander didalam?" batin Eliya.
Baru ingin beranjak untuk memastikan Ander baik baik saja, pintu kamar mandi sudah terbuka dan Ander keluar bertelanjang dada hanya handuk yang melingkar di pinggangnya.
"Kenapa?" tanya Ander menatap Eliya heran.
"Aku pikir kamu kenapa napa, mandi nya lama banget." Eliya menatap Ander lega, melihat tak terjadi sesuatu pada Ander.
"Kamu sih pelit," gerutu Ander melewati Eliya begitu saja membuat Eliya terkekeh.
Eliya membuntuti Ander yang sedang berada di walk in closet, dengan cepat Ia mengambilkan piyama yang akan di pakai Ander.
"Mau di pakaikan?" tanya Eliya dengan wajah menggoda.
"Ck, nggak usah ngodain deh kalau lagi capek." Ander menatap malas.
Eliya pun maju mendekat pada Ander, Tangan Eliya menyusuri dada bidang Ander membuat Ander hanya bisa memejamkan mata merasakan sentuhan Eliya.
"Damn it, kamu mengodaku, jadi jangan salahkan aku." kata Ander segera ******* habis bibir Eliya.
Semetara Eliya, Hanya pasrah karena sejujurnya Ia juga merindukan sentuhan Ander. Ia tadi menolak hanya ingin mengoda Ander saja dan membuat Ander kesal.
Dari walk in closet kini mereka sudah berbaring diatas ranjang tanpa sehelai benang pun. Ander menyelimuti Eliya yang terlihat kelelahan setelah 2x Ia gempur.
__ADS_1
"Perut kamu udah keliatan gede, rasanya aneh ya." kekeh Ander yang kini sedang mengelus elus perut buncit Eliya.
"Aneh gimana? nggak enak?"
"Bukan nggak enak sayang, tapi ya aneh aja nggak bisa gaya lain."
Eliya menatap Ander kesal "Awas aja kalau main main di luar!"
Ander yang tak paham dengan maksud Eliya hanya bisa mengeryit keheranan,
"Aku sekarang lagi hamil, nggak bisa muasin fantasi kamu. awas ya kalau kamu main sama wanita lain."
Seketika tawa Ander membuncah, membuat Eliya semakin kesal menatap Ander.
"Segitu takutnya ya kehilangan aku."
Bukannya mereda, kini Eliya memukuli dada bidang Ander, "Kamu rese banget sih, besok aku nggak mau ngasih jatah!"
Wajah Ander langsung saja panik mendengar ancaman Eliya, "Yah, jangan dong sayang. serem amat ngancem nya!"
"Nggak mau tau!" Eliya pun berbalik memunggungi Ander.
"Yahh kok ngambek lagi sih." Ander memeluk Eliya yang memungginya dan membuat Eliya tersenyum.
Saat Rania membuka pintu ternyata Mama nya yang datang dengan kekasih brodongnya. Awalnya Rania tak mengijinkan Mama nya masuk karena Rania cukup malu dengan Mama nya yang masih saja berhubungan dengan pria yang lebih muda dari Mama nya namun karena memaksa akhirnya Rania pasrah dan membiarkan Mama nya masuk.
Dan di sinilah mereka sekarang, duduk melingkari ruang tamu, Rania yang datang membawa tiga gelas coklat hangat segera ikut duduk disamping Rania.
"Jadi dia pacar kamu?" tanya Rosa Mama Rania masih menatap ke arah Revan.
"Bener tante, saya kekasihnya Rania." sontak balas Revan membuat semua orang terkejut tak terkecuali Rania yang menatap ke arah Revan sengit.
"Saya nggak tanya kamu! saya tanya anak saya." ketus Mama Rosa membuat Revan menunduk.
"Gila galak amat calon mertua gue!" batin Revan.
"Udahlah Ma, ngapain sih kayak gini. aku aja nggak pernah mau tau Mama hubungan sama siapa saja!" ketus Rania menyindir pria muda yang ada disamping Mama.
"Dia pacar mama kamu?" bisik Revan ditelinga Rania membuat Rania semakin mendelik kesal ke arah Revan.
"Rania, kamu itu putri Mama satu satunya. mama cuma mau yang terbaik buat kamu dan Mama juga udah siapin calon sua-"
"Mama! stop it."
__ADS_1
"Aku nggak mau Ma, sampai kapanpun nggak mau di jodohin sama Om om genit."
Revan terkejut dan melirik ke arah Rania yang kini terlihat jelas sangat kesal. kini Revan paham mengapa Rania tak menyambut manis kedatangan Mama nya.
"Rania, dia yang terbaik buat kamu. dia bisa memberikan segalanya untuk kamu!" Mama Rosa terdengar membentak.
"Kenapa nggak Mama aja? kenapa harus aku? dari pada Mama pacaran sama pria ingusan yang cuma mau morotin harta Mama mendingan Mama nikah sama om om itu!"
Plakk... Mama Rosa menampar Rania hingga Rania memeganggi pipi yang kini merah.
"Tante, jangan kasar." Revan terlihat mulai geram.
"Dan kamu! jangan sekali kali mendekati putriku karena putriku sudah akan ku jodohkan dengan orang lain."
"Rania nggak mau Ma, nggak akan mau!" Rania menarik tangan Revan mengajaknya keluar lalu keduanya memasuki mobil Revan tanpa memperdulikan Mama Rosa yang teriak memanggilnya.
"Kita mau kemana?" tanya Revan kala kini mobilnya sudah keluar dari pekarangan rumah Rania.
Rania hanya menggeleng pelan,
"Apa kita mau balik kerumah kamu lagi?"
Rania menatap ke arah Revan dengan tatapan kesal "Aku nggak mau!"
"Trus kemana? kafe kamu?"
"Gimana kalau rumah kamu?" tanya Rania.
"Gila, nggak mau bisa bisa digorok sama bokap gue!"
"Ck, Lo berani perawanin gue tapi nggak berani bawa gue pulang." kata Rania dengan nada kesal membuat Revan terkekeh.
"Oke oke, gimana kalau kita sewa hotel lagi?" tawar Revan.
"Terserah." Rania sudah tak peduli jika Ia harus berakhir bersama Revan lagi karena otak nya sudah buntu sekarang.
Ia tak ingin pulang kerumah yang pasti nya masih ada Mama dan juga kekasih muda nya disana. Rania tak ingin menyaksikan adegan mesum Mama nya dengan pria muda itu.
Lebih baik Rania membuat adegan mesum dari pada harus melihat adegan mesum mama nya, pikiran waras Rania sudah hilang semenjak Ia ditampar dan juga Mama nya memaksa menjodohkan dirinya dengan pria seumuran Papa nya.
BERSAMBUNG....
MAAF YA BARU BISA UPDATE...
__ADS_1
MAKASIH BUAT KALIAN YANG MASIH NUNGGUIN