DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
89


__ADS_3

Randi yang baru saja membuka matanya merasa ada bidadari yang tengah berdiri didepannya. Apalagi saat bidadari itu menoleh dan menatap ke arah Randi, semakin terpesona saja dengan kecantikan bidadari itu. Tak hanya tutur katanya yang lembut dan sopan namun juga wajahnya yang sangat cantik.


Dan saat Revan dengan songgong nya menyuruh bidadari yang tak lain adalah perawat di klinik Om Vano, tentu saja Ia dengan gentle menawarkan diri untuk mengantikan Risha. karena Randi tau itu bukanlah pekerjaan Risha dan dia juga tak ingin Risha keluar mencari bubur ayam sendiri.


Ahh entahlah, perasaan apa ini. sepertinya Ia sudah mulai jatuh cinta.


Tanpa disadari Randi menatap penjual bubur dan tersenyum genit membuat penjual bubur yang sudah bapak bapak itu menatap Randi heran bercampur takut.


"Jangan godain saya mas, saya sudah punya istri dirumah." kata Penjual bubur yang langsung mengejutkan lamunan Randi.


"Eh, saya cuma mau pesen bubur kok pak!"


"Owalah ,kirain... soalnya dari tadi senyum senyum trus sambil ngliatin saya. kan saya jadi takut." kata bapak penjual bubur sambil tertawa membuat Randi ikut tertawa.


"Bungkusin 3 ya pak, yang enak pokoknya. buat orang spesial soalnya." pinta Randi.


"Buat pacarnya ya mas? kok 3. pacarnya banyak banget?" heran penjual bubur.


"Ya mau gimana lagi bang, mereka mau nya cuma sama saya."


Penjual bubur untuk langsung saja tertawa mendengar celotehan Randi.


Setelah jadi buburnya, Randi segera kembali ke klinik.


....


Risha kembali memasuki ruangan Revan, membawa nampan berisi peralatan yang akan digunakan untuk menganti perban.


Risha menatap ada yang aneh dengan Revan, seperti sedang menahan sesuatu.


"Ada apa?" tanya Risha meletakan nampan yang Ia bawa.


"Nggak!"


Risha menatap Revan sebal, Ia sudah bertanya sebaik itu dan Revan malah membalasnya judes, benar benar pria menyebalkan bukan?


"Ck Randi lama banget sih!" omel Revan yang bisa didengar Risha.


"Ada yang bisa dibantu?" sekali lagi Risha bertanya meski sebenarnya malas.


"Enggak, kan udah gue bilang enggak ada." kata Revan lagi sangat ketus.


Risha hanya diam saja, Ia terlihat sibuk mempersiapkan perban yanh akan di tempel di tangan Revan. Saat selesai dan Risha ingin menganti, nampak Revan meringgis semakin menjadi.


"Ck sial banget." umpat Revan yang membuat Risha mengerutkan keningnya heran namun tetap cuek karena Revan tak membutuhkan bantuannya.


"Gue, ehm... gue..."


Sekali lagi Risha hanya mengerutkan keningnya heran menatap Revan.


"Bodo amat lah! gue mau pipis!" ungkap Revan yang berusaha mati matian untuk menahan diri namun akhirnya pertahanan nya jebol juga karena Ia takut malah bawahnya yang jebol pasti akan membuat malu.


Risha tertawa geli membuat Revan menatapnya sebal.

__ADS_1


"Nggak lucu ya!"


Risha mengeluarkan sebuah alat yang sudah ada dibawah ranjang milik Revan.


"Buat apa nih?" tanya Revan heran melihat alat aneh yang baru saja Ia lihat.


"Ya buat pipis." balas Risha santai membuat Revan melotot tak percaya.


"Ini namanya pispot, buat pipis orang yang sedang bedrest." jelas Risha.


Tangan Risha hendak membuka celana Revan namun langsung saja dicegah oleh Revan.


"Yang bener aja Lo mau buka punya gue."


"Lah gimana lagi? namanya juga perawat. udah biasa kali liat gituan." jelas Risha enteng namun tak diterima oleh Revan.


"Gila kali nih cewek, alim alim mesum amat. bisa berdiri pisang ambon gue kalau dia yang bantuin." batin Revan menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Mana pispot nya, gue bisa sendiri."


Risha memberikan pispot pada Revan,


"Ya udah sana Lo pergi dulu. dasar cewek mesum!" kata Revan yang langsung saja membuat Risha tak terima.


"Mesum? aku nggak mesum! aku cuma mau bantuin kamu!"


"Eh ada apa ini?" tanya Randi yang baru saja masuk membawa kantung berisi 3 bungkus bubur.


"Kenapa sih?" heran Randi yag sudah meletakan bubur di meja.


"Eh Lo mendingan keluar dulu deh sekarang." pinta Revan.


"Nggak usah diminta, aku juga mau keluar!" Risha menatap Revan sebal sebelum akhirnya Ia berjalan menuju pintu untuk keluar.


"Eh tunggu."


Risha berbalik menatap Randi yang memanggilnya.


"Buat sarapan." Randi mengulurkan satu kotak steoform berisi bubur ayam pada Risha.


"Nggak usah repot repot mas, saya sud-"


"Nggak repot kok. udah kebeli jadi diterima ya." kata Randi penuh kelembutan membuat Risha akhirnya menerima bubur yang Randi belikan.


"Naksir Lo?" heran Revan saat Risha sudah keluar.


Randi hanya menggendikan bahunya, "Gue emang baik sama semua orang. nggak kayak Elo."


"Iya udah kalau baik, sini bantuin gue!" Revan memberikan pispot kepada Randi.


"Anjir, ogah gue!" Randi menatap jijik pispot milik Revan.


"Oh oke, gue minta tolong sama Risha aja kalau gitu."

__ADS_1


"Sialan banget Lo!" Dengan kesal Randi mengambil pispot dari tangan Revan dan mulai memasangkan ke pisang ambon milik Revan.


"Masih gedean punya gue." ejek Randi.


"Lagi tidur jadi keliatan kayak pisang susu, coba kalau bangun, beuh... pasti bikin nambah."


"Dasar mesum!" kesal Randi membuat Revan terkekeh.


Revan jadi teringat, saat Ia melakukan dengan Rania dihotel kemarin, Rania yang begitu memuja miliknya dan dengan beringas nya Rania meminta tambah.


Ah benar benar membahagiakan malam itu, dan masih tak menyangka Rania berubah secepat itu.


"Emang nggak bisa jalan ke kamar mandi?" tanya Randi selesai membersihkan pispot dikamar mandi.


"Gue harus bedrest 2 hari."


"Sial, ogah gue kalau harus bantuin pipis trus."


"Ya udin kalau lo ogah, nanti biar Risha yang bantuin."


Randi menatap Revan sebal, "Kampret bener Lo jadi orang." membuat Revan tertawa.


"Naksir bener nih?" tebak Revan.


"Kagak, gue cuma kasian perawat jadi alibi kemesuman Lo." Randi masih tak mau mengakui.


"Laper bang." kata Revan manja pada Randi.


"Anjir, manggil Abang kalau ada maunya doang."


Randi menyiapkan bubur Revan dan mulai telaten menyuapo Revan bahkan membuat Risha yang ingin masuk pun mengurungkan niatnya karena takut menganggu.


"Dia baik banget sih, keliatan penyanyang." batin Risha tersenyum membayangkan Randi yang tak cuma baik namun juga perhatian.


"Eh sha, Lo liat selebgram masuk klinik nggak?" tanya salah satu teman Risha.


"Selebgram itu apa?" tanya Risha yang memang tak mengerti.


Teman Risha sesama perawat menepuk jidatnya sendiri "Gila, selebgram aja nggak nggak tau?"


"Artis, artis instgram sama tik tok."


"Owalah, nggak tau aku."


"Gila kalau langsung cakep bener." Teman Risha mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto selebgram yang dimaksudnya.


Sontak Risha terkejut melihat pria didalam foto itu,


"Ngiler kan Lo?"


Bersambung....


jangan lupa like vote dan komen....

__ADS_1


__ADS_2