
Sudah terhitung 2 minggu lamanya, sejak Ander pergi menemuinya di toko dan setelah itu Ander sama sekali tak pernah datang lagi. hanya Ran yang selalu datang setiap hari membawa nasi padang kesukaan nya, bukan Ander padahal Eliya ingin Ander yang mengantar makanan nya.
Dan Tentu itu membuat mood Eliya yang baik baik saja menjadi tidak baik baik saja karena menahan rindu. Eliya akui Ia menahan rindu pada Ander bahkan Eliya tak bisa tidur nyenyak gara gara memikirkan Ander.
Dan siang ini, Entah mengapa Eliya ingin sekali makan rujak. hingga Akhirnya Eliya memutuskan keluar toko untuk membeli rujak seorang diri.
Baru keluar melewati gerbang toko, sebuah sedan hitam berhenti didepan Eliya.
Eliya melihat siapa gerangan pemilik sedan hitam itu dan cukup terkejut ternyata yang keluar adalah Nando, teman masa sekolahnya yang juga pernah datang menemuinya di toko.
Namun Nando tak sendiri, setelah Ia keluar disusul seorang wanita cantik di pintu samping.
"Aku baru ingin menemui mu, ternyata kau juga akan keluar?" tanya Nando.
Eliya sedikit heran dengan sikap Nando yang tak seperti biasanya, jika biasanya Nando akan memeluk nya saat mereka bertemu namun kali ini tidak. Mungkin karena wanita cantik yang ada disampingnya ini, atau mungkin karena sikap Ander yang dulu, apapun itu Eliya sedikit lega karena tak harus menghindari pelukan Nando.
"Ada apa? sepertinya ada sesuatu yang penting?" tanya Eliya.
"Ya, aku ingin memberikan mu ini." Nando memberikan sebuah surat undangan pernikahan pada Eliya membuat Eliya tersenyum lega karena Nando berhasil menemukan jodohnya.
"Wah, congrats Nand... jadi dia calon istrimu?"
"Ya, aku Lisa. calon istrinya Nando." kata wanita cantik bernama Lisa itu memperkenalkan diri sementara Nando hanya tersenyum malu malu.
"Kalian pasti akan menjadi pasangan yang serasi." kata Eliya yang membuat keduanya tersenyum malu malu.
"Apa kamu ingin makan siang?" tanya Nando melihat Eliya sedang berada diluar.
"Aku hanya ingin membeli rujak."
"Rujak? apa kau hamil?"
Eliya mengangguk pelan, "Ya Ampun El, suamimu topcer sekali bisa langsung membuatmu hamil."
Eliya menunduk malu, kata kata Nando sedikit vulgar untuk Ia dengar, bahkan Lisa calon istri Nando pun sempat mencubit Nando agar menjaga ucapan nya.
"Eh sorry" kata Nando sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kamu dijemput suami kamu? apa sendiri?" tanya Nando membuat Eliya seketika gugup.
Eliya tak ingin orang tau jika dirinya tengah bermasalah dengan Ander.
"Eh aku sendiri kok, suami aku lagi sibuk soalnya." bohong Eliya.
__ADS_1
"Gimana kalau bareng kita aja? sekalian makan siang bareng?" ajak Lisa dengan senangnya.
"Eh nggak usah," Eliya jelas merasa tak enak dan tak ingin menganggu romantisme Nando dan Lisa.
"Nggak apa El, udah lama juga kan nggak ketemu." kini giliran Nando yang unjuk suara dan akhirnya membuat Eliya mengangguk menuruti calon pengantin ini.
Mereka pun segera memasuki mobil, sebelum sampai direstoran, Nando menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan membeli rujak pinggir jalan sesuai dengan keinginan Eliya.
Dan kini ketiganya telah sampai disebuah restoran mewah dan mahal.
"Yakin kita makan di sini?" tanya Eliya sedikit ragu.
"Udah santai aja, aku yang traktir." kata Nando.
"Nggak gitu Nand, kayaknya kita nggak biasa makan di tempat semewah ini."
Akhirnya Nando pun membisikan sesuatu di telinga Eliya "Calon gue nggak biasa makan di tempat biasanya, jadi nggak apa apa ya kita makan di sini."
Barulah Eliya paham dan akhirnya menuruti Nando. Ketiganya pun masuk disambut pelayan restoran dan duduk di pinggir kaca yang memperlihatkan jalanan luar.
"Aku ke toilet bentar ya." kata Lisa usai memesan, Lisa bangkit dari duduknya, pergi meninggalkan Eliya dan Nando.
"Cantik banget calon kamu Nand." puji Eliya saat Lisa sudah tak terlihat lagi.
"Idih gombal." Eliya tertawa mendengar bualan Nando hingga matanya tak sengaja melihat seseorang yang kini tengah menatap dirinya dengan tatapan tajam.
Ander...
Seketika Eliya memucat, ingin rasanya Ia berlari sejauh mungkin dari sini namun sayang nya, Ander lebih dulu berjalan mendekat ke arahnya.
Dan kini Ander sudah duduk disamping Eliya, didepan Nando.
Nando tersenyum ke arah Ander namun berbeda dengan Ander yang menatap Nando dengan tatapan kesal.
"Kamu memanggilnya El? bagus jadi kita bisa-"
"Bisa apa?" Ander menyela ucapan Nando yang belum selesai.
"Bisa mengungkap kan perselingkuhan kalian?" tanya Ander yang seketika membuat Eliya dan Nando melotot bersamaan.
"Apa maksudmu?" tanya Nando tak mengerti dan benar benar bingung.
"Oh ayolah, tak perlu menyembunyikan apapun lagi. aku tau hubungan kalian itu seperti apa."
__ADS_1
"Dan kamu, aku tau kamu sedang marah padaku tapi bukankah tidak adil jika kamu melakukan ini padaku?" tanya Ander menatap Eliya dengan sengit.
"Memangnya apa yang sudah ku lakukan padamu?" tanya Eliya balas menatap sengit.
"Kamu berselingkuh! bisa bisa nya kamu makan siang dengan pria lain disaat kamu memiliki suami yang sah." Kata Ander membuat Eliya memutar bola matanya malas sementara Nando terkejut dengan ucapan Ander dan mengerti dengan maksud Ander.
"Brother, kamu salah paham!" kata Nando berusaha melerai tatapan mata antara Ander dan Eliya.
"Brother? berhenti memanggilku seperti itu. panggilan menjijikan dari seorang pembinor sepertimu."
"Apa sudah tidak ada wanita lain hingga istriku saja kau goda!" ketus Ander.
"Ada apa ini?" Lisa yang baru saja datang terkejut dengan adanya Ander yang terlihat marah marah.
"Siapa Dia?" tanya Lisa saat semuanya hanya diam dan Ander kini menatap Lisa.
"Aku? aku suami dari wanita ini." kata Ander emosional dengan menujuk ke arah Eliya.
"Oh jadi kamu suaminya Eliya? bagus jadi kita bisa makan siang bersama." kata Lisa membuat Ander mengerutkan alisnya bingung, Nando yang ada didepan nya hanya mengulum senyum dan Eliya menunduk malu, suaminya benar benar membuatnya malu.
"Makan bersama? apa maksudmu makan bersama? aku tak sudi makan bersama dengan pria ini." kini Ander menunjuk Nando.
Nando hanya tersenyum melihat kebingungan Lisa sementara Eliya masih menunduk. jelas sekali terlihat jika Eliya sangat kesal dan malu.
"Apa masalah kalian?, apa kalian tidak berhubungan baik?" Lisa menatap Ander dan Nando bergantian.
"Sudahlah sayang, jangan hiraukan dia. hanya salah paham." kata Nando.
"Sayang? kau memanggilnya sayang?" Ander menatap tajam seolah ingin segera memakan Nando saat ini.
"Apa salahnya aku memanggilnya sayang? dia tunangan ku."
"Ya kami akan menikah beberapa minggu lagi," Lisa menyahut.
Glek... Ander hanya bisa menelan ludahnya. Ia sudah salah paham ternyata.
Ander menatap ke arah Eliya yang juga menatapnya dengan kesal.
Oh Ander, apa yang kau lakukan kali ini.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN
__ADS_1