
Malam harinya, Ella terlihat lega saat mendengar penjelasan dari Alex tentang kenyataan putranya itu.
"Berarti anak kita baik kan ya mas?" tanya Ella dengan mata berkaca kaca. bersyukur karena Ander tidak seburuk seperti di video yang Ia lihat.
Alex mengangguk lalu memeluk istrinya "Dia baik tapi caranya yang salah, hanya karena nggak ingin semua orang tau mereka merusak citra pandang orang ke pada mereka."
"Apa harus tetap dikasih hukuman mas?" tanya Ella dengan nada tak terima. Sepulang dari kerja tadi sore Alex langsung mengumpulkan semua orang tanpa memberi tahu kenyataan ini pada Ella jadi Ella tak bisa mencegah kala Alex ingin memberikan hukuman pada Ander.
"Ya harus itu, biar Ander semakin dewasa dan lebih baik lagi, tenang saja sayang aku nggak akan bikin putra kita lecet sedikitpun" jelas Alex membuat Ella terkekeh.
Sementara didalam kamarnya, Ander berjalan mondar mandir seperti orang kebingungan.
"Lo itu kenapa sih? pusing gue liatnya!" kesal Revan yang malam ini menginap dimansion Alex sementara Randi sudah tertidur pulas disamping Revan.
"Gue harus ketemu sama Si Ugly!"
"Haaa? ngapain juga Lo mau nemuin dia?" heran Revan.
"Lo nggak marah? gara gara dia kita dikasih hukuman!" kesal Ander.
"Ck, kalau hukumannya liburan ya gue fine aja sih."
"Lo itu bego apa gimana sih? kita nggak liburan tapi dikasih hukuman. mana ada hukumannya seneng seneng!" Ander mulai kesal.
"Bokap Lo sendiri yang bilang kalau ntar ki-"
"BERISIK BANGET SIH KALIAN!"
Belum sempat Revan menyelesaikan ucapannya, Randi sudah berteriak dengan wajah mengantuk dan kesal membuat Ander dan Revan seketika diam.
"Geser gue juga mau tidur!" Ander berbaring di samping kanan Revan. Beruntung ranjang milik Ander big size jadi muat untuk mereka bertiga.
"Nggak jadi nemuin tuh si ugly?"
"Bacot, gimana gue bisa nemuin tuh orang yang ada ntar malah tambah hukuman gue." gerutu Ander membuat Revan terkekeh.
"Awas Lo kalau ngompol dikasur gue!" ancam Ander menarik selimutnya.
"Sialan, gue nggak pernah ngompol!" kesal Revan.
"Iya nggak ngompol tapi pipis dicelana." Ander terbahak membuat Revan kesal dan menendang pantat Ander membuat Ander hampir saja terjungkal.
"Sialan Lo!"
...
Pagi harinya, tiga berandal dibangunkan pukul 5 pagi untuk segera bersiap.
"Gue masih ngantuk!" keluh Revan saat ketiga nya sudah bersiap untuk berangkat.
__ADS_1
Dan sebelum memasuki mobil, ketiganya berpamitan dengan orangtua masing masing.
"Semoga kamu senang disana nanti." kata Vano pada putra nya sambil menahan geli.
"Pasti dong Pa, jangan lupa transfer uang ya Pa buat beli oleh oleh."
"Oh tentu, pasti Papa transfer uang yang banyak buat kamu disana." balas Vano lagi membuat Revan senang sementara Riska hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah suaminya yang menyebalkan itu.
Revan masih belum tau saja kemana tujuan mereka, jadi Revan terlihat senang meskipun dikibulin oleh sang Papa.
Berbeda dengan Randi yang sama sekali enggan untuk memasuki mobil.
"Masa Mami tega sih sama Randi?" ucap Randi manja yang tentu saja membuat wajah Bianca memelas pada Rangga.
"Kamu aja tega sama temen kamu, kenapa kami nggak boleh tega?" ketus Rangga.
"Papi salah paham, Randi nggak jahat kok." Randi membela diri.
"Tapi tetep aja kamu salah, udah disana Papi yakin kamu pasti seneng dan betah."
Randi menghembuskan nafas lelah, "Nanti kalau Randi ada apa apa disana gimana? Papi sama Mami nggak punya anak lain loh selain Randi." rayu Randi tak menyerah.
"Mas..." Bianca menatap Rangga penuh harap.
"Ck, nanti Papi sama Mami bikinin kamu adek biar ada gantinya."
Randi hanya mendengus sebal, Sia sia aja Ia memelas pada Papi nya.
"Sudah, nikmati liburan kamu. renungkan semua disana. Papi sama Mami ingin kamu jadi anak yang baik." kata Rangga sambil mengelus punggung Randi.
"Ya," Randi membalas singkat lalu memasuki mobil diikuti oleh Revan.
Dan Ander masih berada dipelukan Mom nya.
"Kamu jaga diri ya disana, jagain adik adik kamu. Mom sama Dad nglakuin ini bukan karena nggak sayang sama kamu, tapi karena ingin kamu jadi yang terbaik." jelas Ella yang tak melepaskan pelukannnya.
"Iya Mom, Ander pasti kangen banget sama Mom."
"Sama Dad?" Alex menimpali karena sedari tadi Ia diacuhkan oleh Ella dan Ander.
"Enggak." balas Ander acuh membuat Alex terkekeh.
"Jaga diri baik baik disana, jaga adik adikmu juga." kata Alex.
"Iya." Ander melepaskan pelukan Ella dan memasuki mobil, dimana sudah ada Revan dan Randi disana.
"Ck, cuma pamitan aja lama banget sih, dasar anak Mommy." ejek Revan membuat Ander menatap tajam ke arah nya.
"Udah kalian diem nggak usah berisik. gue mau tidur!" kesal Randi.
__ADS_1
Revan masih mencibir sementara Ander menatap ke arah sopir yang tak lain adalah Sandi, asisten kepercayaan Dad dan juga Ayah dari musuhnya.
Mulai sekarang dan sampai kapanpun Eliya adalah musuh Ander dan Ander akan membalas apa yang Eliya lakukan pada Ander sekarang.
"Tuan muda tidur dulu saja karena perjalanan kita sangat jauh." kata Sandi menatap dari arah kaca.
Ander acuh tak menjawab ucapan Sandi sementara Revan terlihat mengerutkan keningnya heran.
"Memangnya kita tidak naik pesawat? bukankah kita akan keluar negeri?" tanya Revan heran.
Sandi tersenyum, "Tentu saja tidak Tuan, kita akan ke tempat yang jauh lebih bagus dari luar negeri." jelas Sandi masih membuat Revan tak paham.
"Dimana?"
"Nanti Tuan juga akan tau sendiri jadi lebih baik Tuan segera tidur." balas Sandi.
Revan mengangguk, menurut saja meskipun Ia sangat penasaran dengan tujuan mereka.
Setelah melewati 8 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah perkampungan asri. meski sudah sore namun pemandangan di kampung ini sangat indah karena banyak area persawahan lengkap dengan view gunung yang terlihat sangat indah.
Ander yang menatap keluar kaca pun tak henti hentinya tersenyum takjub melihat pemandangan indah dikampung ini.
Hingga mobil mereka berhenti disebuah rumah sederhana yang terawat.
"Silahkan turun Tuan, kita sudah sampai dihotel."
"Hotel katamu!" sinis Ander langsung keluar diikuti Randi sementara Revan yang tertidur pun terkejut kala melihat Ander dan Randi keluar.
"Kita udah sampai?" tanya Revan sambil mengucek matanya, mengumpulkan kesadarannya.
"Dimana ini? mana hotelnya?" tanya Revan binggung kala keluar mobil dan malah mendapati rumah sederhana bukannya hotel mewah.
"Selamat datang Tuan, mungkin Tuan akan berada disini selama sebulan."
"Apa? sebulan? lalu bagaimana dengan sekolahku!" kesal Ander.
"Tuan Alex sudah menghubungi pihak sekolah dan Tuan sudah diliburkan selama selama sebulan." jelas Sandi.
"Tunggu, jadi maksudnya kita bakal tinggal ditempat kumuh seperti ini?" tanya Revan yang langsung diangguki Sandi.
"What? gila kali. gue nggak mau!"
"Tapi ini perintah Tuan Alex, jadi lebih baik kita segera keluarkan barang barang karena saya juga harus segera pulang!"
"What? kita disini bertiga aja?" tanya Revan lagi membuat Sandi mengangguk.
"Jadi selamat menikmati liburan kalian Tuan,." ucap Sandi sambil tersenyum mengejek kala ketiganya sudah menurunkan koper berisi baju mereka.
Bersambung..
__ADS_1