DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
60


__ADS_3

Randi yang baru ingin istirahat, terganggu saat mendengar bel apartemen nya berbunyi. Dengan malas akhirnya Ia bangun untuk melihat siapa yang datang.


Baru saja membuka pintu tiba tiba,


Bugh.... Bugh...


Seseorang memukulnya dengan brutal, membuat Randi terkejut dan masih belum menyadari siapa yang telah memukul aset berharga seorang selebgram seperti Randi.


Hingga akhirnya Randi sadar jika yang memukulnya adalah Ander saudaranya.


"Brengsek! puas Lo udah ngehancurin rumah tangga gue." umpat Ander membuat Randi akhirnya melawan dan membalas pukulan hingga mengenai pipi kiri Ander.


"Maksud Lo apa brengsek!" Randi yang tak tau apa masalahnya pun ikut kesal dan bingung tiba tiba dihajar oleh Ander.


Ander merogoh saku celana nya lalu melempar alat perekam ke arah Randi.


Awalnya Randi bingung namun Ia langsung saja mendengarkan isi rekaman dan terkejut karena isi rekaman itu adalah suara mereka bertiga yang sedang mengobrol dan membicarakan masalah Eliya.


"Apa maksudnya ini?" Randi masih saja bingung.


"Nggak usah pura pura bego! Lo kan yang udah rekam trus ngasih ke Eliya."


Randi yang tidak merasa merekam dan melakukan apa yang Ander tuduhkan merasa kesal dan kembali memukul Ander.


"Bangsat, nggak usah mukul gue!"


"Lo yang mulai duluan, Lo pikir gue saudara macam apa yang nglakuin hal bodoh kayak gitu. kita bareng udah dari orok dan Lo masih nggak percaya sama gue!" Randi benar benar kecewa dengan tuduhan Ander.


"Waktu itu yang disana cuma Lo, gue dan Revan. dan yang nyolot nggak suka sama keinginan gue cuma Elo. ya wajar dong kalau gue nuduh Lo!" Ander tak kalah kesal.


"Gue emang nggak suka sama cara Lo! tapi gue nggak nglakuin itu bangsat!" teriak Randi masih tak terima.


Ander hanya diam, menatap ke arah Randi lekat lekat. Ia cukup mengenal Randi. selama ini Randi memang yang terbaik diantara Revan dan dirinya. Dan jika berbohong mudah sekali terlihat namun sekarang Ander cukup percaya jika Randi memang tak melakukan nya.


Lalu siapa yang melakukan nya?


"Beneran bukan gue!" Randi masih saja tak terima karena Ander masih menatapnya.


"Trus siapa?" tanya Ander dengan raut wajah biasa seolah tanpa dosa.


"Ya mana gue tau! sialan habis ini gue ada pemotretan. Lo udah bikin wajah gue babak belur!"


"Ya maaf." Ander nyengir membuat Randi semakin kesal.


"Nggak mau tau, Lo pokoknya harus bayar ganti rugi kalau sampai gue gagal kontrak pemotretan." Randi mendekat ke arah kulkas dan membawa dua botol air dingin lalu memberikan pada Ander.


"Masalah gampang, biar nanti di urus Ran." balas Ander santai membuat Randi jengah.


Enak sekali jadi Ander, mau buat masalah apapun sudah ada orang yang menyelesaikan batin Randi kesal.


"Ada yang ngasih rekaman ke Eliya dan sekarang Eliya marah pulang ke rumah orangtua nya."

__ADS_1


"Ya bagus dong, kan memang itu yang Lo mau! jadi jalan Lo dimudahkan."


Ander terlihat menghela nafas lelah, "Gue udah sayang sama dia."


Randi yang baru saja meneguk minumannya terkejut dengan ucapan Ander lalu menyemburkan tepat diwajah Ander.


"Sialan! apa apan sih Lo!" kesal Ander wajahnya basah dan bau mulut milik Randi.


"Sorry, reflek. abis omongan Lo bikin gue kaget." kekeh Randi.


Tak mengubris ucapan Randi, Ander memasuki kamar mandi dan mencuci wajahnya.


"Dasar sialan." tak henti hentinya Ander mengumpat.


Randi tersenyum nyengir lalu memberikan handuk kecil pada Ander yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Trus sekarang apa rencana Lo?" tanya Randi.


"Gue masih bingung. kalau gue jelasin ke Eliya apa dia masih mau denger, apa dia masih mau percaya?"


"Kalau dia sayang sama Lo pasti dia mau maafin Lo."


"Masalahnya gue masih nggak tau dia sayang sama gue apa nggak!''


"Tadi dia nangis nggak?"


"Nangis, jujur gue nggak tega lihatnya."


"Damn you!"


"Ya kalau dia nangis artinya dia sayang sama Lo! dasar ogeb, gitu aja nggak paham."


Ander pura pura kembali ingin meninju Randi namun Randi hanya terkekeh.


"Ya mana gue paham masalah cinta cintaan, gue aja belum pernah pacaran. emangnya Elo playboy kelas kakap!"


Randi terkekeh mendengar sebutan baru untuknya "Gue nggak playboy, cewek cewek aja tuh yang deketin. nggak salah dong kalau gue pacarin semua."


Andeer hanya bisa geleng geleng kepala,


"Gue mau cari tau siapa yang udah ngasih rekaman ke Eliya." Ander bangkit dari duduknya lalu pergi dari apartemen Randi.


"Semoga berhasil bawa bini beutifully pulang." ejek Randi.


"Sialan Lo!"


...


"Lho Tuan, baik baik saja?" Ran cukup terkejut saat Ander sudah selesai dan melihat wajah sebelah kiri yang sedikit lebam. setelah tadi Ia melihat Nona nya keluar apartemen membawa koper sekarang ia melihat Tuan nya begitu kacau.


Sepertinya mereka sedang bertengkar batin Ran tak berani bertanya lebih.

__ADS_1


Ander hanya mengangguk "Antarkan aku ke toko bunga."


"Tapi Tuan, satu jam lagi akan ada meet-"


"Kau ingin membantahku?" bentak Ander membuat Ran menciut.


"Baik Tuan."


Ran segera melajukan mobilnya menuju toko bunga.


Sesampainya disana Ander langsung saja keluar tanpa mengatakan apapun lagi pada Ran.


"Eh Tuan lagi?" Mira terlihat bingung. pasalnya tadi Ander sudah datang dan sekarang datang lagi padahal mbak Eliya sudah pulang.


"Apa kamu tau kenapa Eliya menangis?"


"Ti-tidak tau Tuan, hanya saja tadi ada yang datang sebelum Mbak Eliya pamit pulang." mendadak Mira gugup saat Ander menanyainya seperti mengintrogasinya.


"Datang? siapa?"


"Wanita, saya juga belum pernah melihatnya." jelas Mira.


"Sial, siapa dia!" Ander benar benae tak tau siapa wanita itu karena Ia merasa tidak dekat dengan wanita manapun.


"Bagaimana ciri ciri orangnya?"


"Tuan apa tidak sebaiknya kita lihat cctv saja?" saran Mira yang sebenarnya sudah terlalu lupa bagaimana wanita tadi. Mira memang sedikit pelupa.


"Kenapa tidak mengatakan sejak tadi?" kesal Ander membuat Mira semakin menciut.


"Maafkan saya, Tuan tidak bertanya."


Ander menghela nafas, Ia langsung menuju pos satpam didepan toko dimana disana ada rekaman cctv aktifitas toko.


"Rekaman pukul berapa?" tanya Tomi pada Mira.


"Sekitar pukul 10 pagi."


Tomi mengangguk paham lalu memutarkan rekaman cctv pukul 10 pagi.


Ander menatap ke arah layar dan melihat seorang wanita berbicara pada Mira. Wanita yang ia kenal Rania.


"Nah itu Tuan, dia yang tadi datang."


Mata Ander terpaku menatap Rania, jadi dia yang sudah mengatakan pada Eliya? darimana dia memiliki rekaman pembicaraan nya dan teman teman nya.


Wanita itu... Ander mengepalkan tangan nya.


Bersambung...


jangan lupa like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2