DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
125


__ADS_3

Randi keluar dari mobil dengan wajah sumringah.


Ia segera memasuki klinik milik Vano. jangan tanyakan apa tujuan Randi datang karena jawaban nya masih sama. Tentu karena Risha.


Ya setelah jumpa pers, Randi merasa lega karena akhirnya semua orang tau jika dirinya tak memiliki hubungan dengan Keiysa dan tentu ini bisa dijadikan bukti untuk Risha kalau Randi memang serius dengan Risha.


Randi mengerutkan keningnya kala melihat meja Risha kosong, tak ada disana. Ia melirik jam di pergelangan tangan nya, sudah melewati jam makan siang, tentu Risha tidak keluar untuk makan siang.


Randi memasuki ruangan Vano, melihat Vano sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya.


"Om, Risha mana?" tanya Randi tanpa basa basi.


Vano menatap ke arah keponakannya yang berjalan mendekat lalu Ia kembali memainkan ponselnya.


"Om nggak usah ngeselin deh, aku bilangin ya sama tante Riska ka-"


"Ya mana om tau, emangnya Om ini bapaknya Risha." balas Vano memotong ucapan Randi.


Randi menghembuskan nafas berat, "Tau deh tau Om ini bukan bapaknya tapi kan Om ini bosnya."


Vano hanya mengendikan bahunya membuat Randi bertambah kesal.


Randi akhirnya keluar dari ruangan Vano membuat Vano terkekeh berhasil membuat Randi kesal.


"Jadi orang ngeselin banget." gerutu Randi diluar ruangan Vano.


Randi berjalan ke arah kafetaria yang berada di klinik, berharap bisa menemukan Risha disana namun tetap saja Risha tak ada, malah ada beberapa teman Risha yang menatap Randi dengan tatapan genit minta digoda.


Tak menyerah, Randi pun mengelilingi seluruh klinik namun hasilnya masih sama, Risha tak ada.


"Mas Randi..." Suara Nindi dari belakang membuat Randi cepat cepat menoleh.


"Eh kamu yang kemarin kan?" tanya Randi mencoba mengingat dan Nindi mengangguk.


"Risha mana?"


"Lho emangnya mas Randi ngga tau?" tanya Nindi dengan raut wajah heran.


"Tau kenapa?"


"Risha kan pulang kampung katanya mau dijodohin."

__ADS_1


Duarrr.... Bak tersambar petir disiang bolong Randi mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Nindi.


"Katanya orangtua Risha terlilit hutang banyak jadi rentenir itu minta Risha jadi istri keduanya karena orangtua Risha tak mampu bayar." jelas Nindi yang membuat Randi benar benar tak terima.


Istri kedua? yang benar saja. bahkan Randi saja ingin menjadinya Risha satu satunya. Tak akan Randi membiarkan Risha menjadi istri kedua.


"Kamu tau alamat kampungnya Risha?"


Nindi menggeleng, "Semua alamat rumah kami hanya dokter Vano yang tau."


"Ck, sialan."


Tanpa mengatakan apapun lagi, Randi segera pergi keruangan Vano. Disana Randi melihat Vano masih asyik memainkan ponselnya.


"Om minta alamatnya Risha dikampung." pinta Randi yang masih diberi respon yang sama oleh Vano.


Hanya menatap sebentar lalu kembali fokus pada ponselnya.


"Kalau om nggak kasih, Randi bakal bilang sama tante Riska kalau Om suka godain perawat di sini." ancam Randi membuat Vano membulatkan matanya.


"Nggak usah fitnah kamu!"


"Om kan hanya bercanda."


"Kadang ucapan itu doa om."


"Jadi mau ngasih alamatnya atau mau Randi bilang aja sama tante?" tawar Randi.


"Dasar ponakan sialan, awas kalau sampai kamu nyakitin Risha lagi." omel Vano berdiri lalu mengambil buku tebal yang ada dilemari.


Randi tersenyum puas "Nggak akan om, tenang saja."


Vano segera memberikan alamat Risha pada Randi. Dan Randi bergegas menuju alamat rumah Risha yang ternyata hanya membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai disana.


Randi memasuki sebuah gapura perkampungan padat penduduk. Karena tak tahu yang mana rumah Risha akhirnya Randi turun untuk bertanya pada salah satu rumah dimana didepan ada seorang wanita paruh baya yang sedang duduk.


"Maaf Bu, mau tanya alamat rumah Risha?" tanya Randi sopan.


"Risha anaknya pak slamet?" wanita itu bertanya pada Randi yang membuat Randi bingung karena Randi tak mengetahui nama ayah Risha.


"Dia bekerja sebagai perawat dikota."

__ADS_1


"Iya bener, neng Risha anaknya pak slamet." kata Wanita itu "Mas lurus aja trus nanti ada pertigaan belok kiri dan rumah paling pojok itu rumahnya Risha." jelas Wanita itu membuat Randi mengangguk paham.


"Mas ini pacarnya di kota ya?" tanya wanita itu membuat Randi mengerutkan keningnya.


"itu neng Risha kemarin kan udah dilamar sama haji bahar katanya nggak mau soalnya udah punya pacar dikota." jelas Wanita itu membuat Randi tersenyum senang karena mungkin Risha mengaku punya pacar agar tak dijodohkan oleh orangtuanya.


"Tapi tetep aja, Slamet punya hutang sama Haji Bahar. jadi ya mau nggak mau Risha harus tetep nikah." kata Wanita itu lagi yang langsung memudarkan senyum Randi.


"Kalau begitu saya permisi mau kerumah Risha ya Bu. terimakasih buat informasinya." kata Randi yang langsung diangguki oleh wanita itu.


Randi kembali melajukan mobilnya ke arah rumah yang tadi ditunjukan oleh Wanita itu. Hingga mobil Randi berhenti didepan rumah sederhana yang memiliki pekarangan luas.


Randi mengetuk pintu rumah itu dan saat pintu terbuka Randi melihat Risha yang melotot ke arahnya.


"Mas Randi ngapain di sini?" tanya Risha yang nampaknya terkejut dengan kedatangan Randi.


"Ketemu kamu..." jawab Randi santai.


"Siapa nduk?" suara dari dalam rumah terdengar dan Randi melihat pria paruh baya yang datang mendekat ke arahnya.


"perkenalkan saya Randi pak." Randi mencium punggung tangan Ayah Risha.


"Oh teman nya Risha dari kota ya?" kata Slamet ramah.


"Ayo masuk, duduk." ajak Slamet yang langsung diangguki Randi sementara Risha justru terlihat pucat.


"Begini pak, sebenarnya saya kesini untuk silaturahmi dan juga ada hal lain yang membuat saya kesini." kata Randi sambil sesekali melihat raut cemas wajah Risha. Entah apa yang Risha cemaskan.


"Hal lain apa?" Slamet terlihat heran.


"Saya ingin melamar putri bapak." kata Randi membuat Slamet dan Risha terkejut.


"Tidak, tidak bisa seperti itu." teriak seseorang dari arah pintu membuat Randi, Risha dan slamet melihat siapa yang datang.


Seorang pria perut buncit dengan kepala botak yang diikuti beberapa orang dibelakangnya.


"Haji bahar..." gumam slamet terlihat pucat membuat Randi mengetahui ternyata pria ini calon suami dari Risha.


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komennn

__ADS_1


__ADS_2