
Randi memukul lengan Revan, saat melihat Ander semakin kesal.
"Lo itu kalau bercanda liat kondisi dong!"
Revan menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Sorry deh, gue cuma mau cairin suasana aja. abis tenggang banget dari tadi kayak otong bokap gue kalau lagi deket sa- Aduh sakit!" ucapan Revan berhenti saat Randi menjitak kepalanya.
"Ngomong yang bener Lo!" kesal Randi, meskipun umur Randi lebih muda dari Revan namun jika Revan berulah Randi tak segan untuk memukulnya.
"Gue jadi pusing ngeliat kalian berdua." ucap Ander dengan nada malas.
"Ya udah, ya udah kita serius."
"Gue buntu banget, nggak tau harus gimana lagi biar videonya dihapus sama tuh ugly! jadi besok kalian coba bujuk dia."
"Ogah!" Revan dan Randi menjawab bersamaan membuat Ander melotot ke arahnya.
"Trus gimana? kalian mau itu video sampai ke bokap nyokap?"
Revan mendesah kasar diikuti Randi, "Gue males urusan sama tukang ngadu kayak dia."
"Emang kalian pikir gue nggak males? kalian nggak tau aja apa yang baru aja dia lakuin ke Gue!" ketus Ander.
"Emang dia ngapain?" Revan terlihat penasaran.
"Ck, nggak usah bahas lagi! pokoknya kalian besok coba bujuk dia, siapa tau dia mau ngasih ponsel dan hapus video nya!" jelas Ander.
Revan dan Randi terpaksa menyetujui, mengangguk meskipun sebenarnya mereka tidak mau.
...
Eliya baru saja keluar dari ruang guru, Ia tadinya ditugaskan mengumpulkan semua buku tugas para siswa di kelasnya.
Eliya berjalan santai menuju ruang kelasnya namun baru sampai setengah jalan, Eliya dihandang oleh dua pria tampan yang tak asing.
Eliya menatap kedua orang itu dengan tatapan jengah,
"Mana ponsel Lo!" kata pria itu yang tak lain adalah Revan.
"Siniin ponsel Lo atau Lo akan-"
"Akan apa? ck dasar anak manja tukang ngancem!" ejek Eliya membuat Randi dan Revan geram.
"Dari pada Elo tukang ngadu!" ejek Randi tak mau kalah.
Eliya menatap kedua orang itu dengan tatapan sengit, tak ada rasa takut sedikit pun.
"Cepetan kasih ponsel Lo!"
"Gue nggak bawa!" balas Eliya acuh.
"Coba gue periksa!"
__ADS_1
Revan hendak mendekat untuk memeriksa Eliya namun dengan cepat Eliya menghindar,
"Gila Lo ya!" geram Eliya kala tubuhnya hendak disentuh oleh Revan.
"Ck, jangan pikir gue sentuh Lo karena Gue nafsu! nggak bakal gue suka sama cewek ugly macam Lo!"
Ucapan Revan yang ceplas ceplos menbuat Eliya semakin geram ingin memukul bibir Revan,
"Ran, Lo pegang dia biar gue yang periksa." Randi langsung saja melotot, tak percaya jika Revan benar benar serius ingin memeriksa tubuh Eliya. tadinya Randi pikir Revan hanya mengertak Eliya saja.
"Cepetan Elah, nunggu apa lagi sih!" kesal Revan kala Randi hanya diam melonggo.
"Yakin Lo?"
"Buruan!"
Randi celinggukan melihat ke samping dan belakang apa ada siswa yang lewat namun sepertinya masih sepi karena para siswa masih berada dikelas.
Randi maju satu langkah mendekati Eliya yang langsung mundur.
Saat tangan Randi hendak menangkap Eliya,
"Pak Rahmat..." teriak Eliya sambil melihat kearah belakang mereka, tentu saja membuat Randi dan Revan terkejut dan langsung menengok ke belakang.
Tadaa... nyatanya saat Revan dan Randi menenggok ke belakang tak ada pak Rahmat disana, dan tentu saja menjadi kesempatan Eliya untuk kabur.
Eliya langsung berlari sekencang mungkin melewati Revan dan Randi yang terkejut karena mereka telah ditipu.
"Sialan, cewek itu bener bener!" geram Revan sambil mengepalkan tangannya.
"Diem Lo!"
....
Eliya berlari sambil sesekali menengok ke belakang. Dan sepertinya Revan Randi tak mengejarnya. Hingga saat Eliya berbelok,
Brukkk... Eliya menabrak tubuh seseorang hingga terpental dan jatuh.
Eliya mendongak menatap siapa yang Ia tabrak dan langsung melotot mengetahui siapa yang Ia tabrak,
Ander, yang masih berdiri dan menatap ke arahnya malas.
Sial, batin Eliya.
Eliya pikir Ander akan melakukan hal yang sama seperti Revan dan Randi namun ternyata Ia salah karena Ander hanya melewatinya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Eliya melonggo, merasa aneh dengan sikap Ander.
Apa dia marah karena semalam? batin Eliya.
"Bodo amat dia mau marah yang penting gue aman." ucap Eliya segera bangkit dan pergi ke kelasnya sebelum Revan dan Randi kembali menangkapnya.
__ADS_1
Revan dan Randi sudah berada di kantin, Revan tak henti hentinya mengomel, mengingat apa yang baru saja terjadi yang membuat harga dirinya jatuh sejatuh jatuhnya karena tertipu oleh cewek ugly macam Eliya.
Sementara Randi hanya diam, mendengarkan sambil sesekali menyeruput jus melon yang baru Ia pesan.
Hingga sebuah kursi disamping Revan ditarik seseorang yang tak lain adalah Ander.
"Gimana?"
"Gagal!" balas Randi tau apa yang Ander tanyakan.
"Sial banget, tuh cewek pinter banget ternyata!" gerutu Revan.
"Emangnya kalian habis diapain?" tanya Ander penasaran karena baru saja Ia juga menabrak Eliya dan gadis itu terlihat sedang kabur dari seseorang.
Mungkin ini penyebab Eliya lari tadi batin Ander.
"Gini tadi itu kita mau-"
"Diem Lo, nggak usah cerita." Revan memukul lengan Randi.
"Gue jadi penasaran, apa yang dia lakuin ke kalian sampai kalian nggak mau cerita." kekeh Ander.
"Pokoknya Lo tenang aja! nanti kita bakal cari dia lagi dan minta video nya tanpa gagal lagi." ucap Revan penuh percaya diri.
"Gue udah males banget padahal!"
"Tugas negara ini!" lagi lagi Revan memukul Randi.
Sepulang sekolah, Eliya keluar lebih awal, Ia melewati pintu belakang karena tau pasti para berandal itu mencegatnya di pintu depan.
Namun siapa sangka Eliya kini malah salah jalan karena para berandal itu kini sudah menunggu nya di pintu belakang.
Ya Revan dan Randi tanpa Ander lagi tentunya.
"Kaget yaa?" kekeh Randi melihat wajah terkejut Eliya saat mengetahui keberadaan mereka sementara Revan hanya diam, Ia masih kesal dengan apa yang terjadi tadi.
"Mau apa lagi sih? awas aja kalau macem macem!"
Eliya sebenarnya tidak takut, masalahnya disini mereka berdua dan dirinya hanya sendiri. tentu saja akan kewalahan jika melawan dua pria sekaligus.
"Kamu tau lah apa yang kita mau! jadi mendingan sekarang Lo hapus Video nya nggak usah berbelit belit lagi!" kata Revan ketus.
"Atau Lo memang sengaja berbelit belit biar bisa deket sama kita gitu?" tanya Randi yang membuat Eliya melotot tak terima.
Eliya menghembuskan nafas panjang, "Gue nggak akan ngasih Video ke orangtua kalian kalau kalian berhenti merudung siswa disini!" jelas Eliya yang langsung membuat Revan Randi terkejut.
"Emangnya si Ander belum cerita ke kalian apa mau gue?" tanya Eliya melihat wajah terkejut dua pria tampan didepannya ini.
"Gue cuma mau kalian berhenti, jangan ganggu para siswa lagi. udah itu aja!"
"Jangan pikir, gue kayak gini karena mau deket sama kalian. liat kalian aja ogah apalagi deket." ucap Eliya sambil bergidik jijik lalu melewati kedua orang yang masih melonggo dengan ucapannya.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like vote dan komen...