DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
28


__ADS_3

Wanita yang tadi menyapa itu duduk disamping Ander. Wanita yang tak lain adalah Rania pemilik kafe yang dulu pernah membantu ketiga berandal sewaktu di kampung.


Sepulangnya mereka dari kampung, Mereka kembali dipertemukan oleh Rania di kafe ini karena Rania dulu bekerja sebagai pelayan di kafe ini membuat mereka menjadi dekat bahkan hingga sekarang.


"Gimana kabar kamu? aku nggak nyangka kamu beneran pulang karena aku pikir kamu ngeprank aku." kata Rania.


Meski berjauhan Rania dan Ander berkomunikasi dengan lancar. Tak jarang Rania mengirim pesan pada Ander yang masih berkuliah di luar negeri waktu itu.


"Ck, nggaklah. ngapain aku ngeprank." balas Ander cuek.


Ander memang tipikal pria dingin dan cuek pada semua wanita, Rania sadar itu namun Rania tak menyerah untuk bisa dekat dengan Ander.


"Lo nggak nanyain kabar kita?" celetuk Revan yang duduk didepan Rania.


"Ck, ngapain gue nanyain Elo. udah liat tiap hari juga." ketus Rania.


Revan dan Randi memang sering menghabiskan waktu di kafe milik Rania jika keduanya sama sama senggang.


Revan yang kini sudah memiliki bengkel mobil impian nya, jauh sekali dengan keinginan Vano yang ingin putranya mengikuti jejaknya menjadi dokter namun Revan dengan keras menolak. karena semenjak dulu impian Revan ingin mendirikan sebuah bengkel mobil yang besar dan sekarang impian Revan terkabul. berkat kerja keras dan usaha nya, membuka bengkel kecil kecilan yang Ia telateni saat masih kuliah kini Revan sudah menjadi bos sekaligus pemilik bengkel mobil dengan banyak cabang dan yang paling penting itu semua Ia dapatkan tanpa campur tangan dari Vano, Papanya.


Sementara Randi, Ia menjual ketampanan nya dengan menjadi seorang selebgram yang memiliki berjuta followers di akun instagram nya. Sejak dulu Randi terkenal pendiam diantara yang lain namun bakat artisnya mulai terlihat saat kuliah. Banyak yang kagum akan ketampanannya hingga Ia ditawari sebagai model iklan. awalnya Randi hanya iseng saja namun siapa sangka dirinya sekarang malah menjadi selebgram terkenal dengan gaji fantastis sekali Ia memposting iklan di instagramnya.


"Eh Lo udah ketemu sama si ugly belum? Gila dia sekarang bening parah!" celetuk Revan.


"Ugly? siapa tuh ugly?" Rania mulai penasaran.


"Ceweknya Ander." balas Revan yang langsung mendapatkan lemparan kentang goreng dari Ander.


"Bacot Lo!"


"Kamu udah punya cewek? kok nggak pernah cerita aku?" tanya Rania terlihat kecewa.


"Lo kecoa ya? makanya nggak usah berharap sama dia. udah disegel dia tuh." kata Revan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rania.


"Lo tuh ngapa sih! gue nanya sama Ander napa Lo yang jawab mulu!" kesal Rania.


"Ck, gue kan bantuin jawab, palingan Lo tanya juga nggak dijawab sama Ander." ejek Revan.


Entah mengapa mendadak Rania merasa kesal, Ia akhirnya bangkit dan meninggalkan mereka bertiga.


"Ribet amat!" gerutu Ander.


"Makanya kalau nggak suka nggak usah ngasih harapan anak orang deh!" balas Revan.

__ADS_1


"Ck, harusnya Lo itu kalau suka langsung pepet aja nggak usah pake gengsi!" celetuk Randi yang membuat Revan hampir tersedak saat Ia tengah minum.


"Gue? suka sama tuh cewek? sampai kiamat pun gue nggak bakal suka cewek judes kayak Rania!" kata Revan terdengar mengebu.


Ander yang berada didepan Revan terlihat menertawakan Revan "Nggak usah banyak bacot, gue pastiin Lo bakal sama Rania."


"Dan gue pastiin juga, Lo bakal sama tuh cewek Ugly." Revan tak mau kalah.


"Trus gue sama siapa dong?" imbuh Randi dengan suara mengejek.


Revan dan Ander pun sama sama melempar Randi dengan kentang goreng.


...


Ander memasuki mansion sekitar pukul 11 malam, Ia pikir orangtua nya sudah tidur namun nyatanya kedua orangtuanya masih duduk dan mengobrol di ruang keluarga.


"Krain Mom sama Dad udah tidur." kata Ander ikut bergabung dan duduk disamping Ella.


"Nungguin kamu nih." balas Ella sambil mengelusi rambut Ander yang kini sudah berbaring di kedua paha nya.


Ander segera bangkit "Ada apa Mom?"


"Kamu kan baru pulang, rencana nya Dad sama Mom bakal ngadain pesta buat kamu. gimana?"


"Iya ngundang dong sayang, rencana nya kita bakal ngadain acara pesta nya di resort langganan kita kalau pas kamu ulang tahun."


"Tapi kalau kamu ada pandangan tempat lain, nggak apa apa."


"Ditempat biasa aja lah Dad, lebih adem dan enak." jelas Ander.


"Kita bisa nginep juga kan? anggap aja liburan keluarga." tambah Ander.


Ella dan Alex mengangguk setuju,


"Terus kapan Dad?"


"Gimana kalau sabtu malam?"


"Wah cocok tuh Dad, temenku bakal suka tuh." Ander terlihat sangat senang.


"Ya sudah, biar nanti semuanya di urus sama Sandi."


"Dia lagi?" tanya Ander dengan nada tak suka.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan Sandi? dia kan orang kepercayaan Dad dari dulu." Kini Ella yang bersuara.


"Kamu sekarang keliatan deket sama Eliya, kenapa sama Ayahnya kayak gitu?" tanya Alex curiga membuat Ander gugup.


"Eng-enggak gitu Dad, cuma aneh aja kenapa nggak nyari orang lain yang mungkin pas di bidangnya."


"Kamu nggak perlu khawatir, dia itu handal dalam segala yang Dad perintahkan." jelas Alex dengan bangga nya.


"Termasuk handal dalam perjodohan ya Dad." cibir Ella membuat Alex terbahak sementara Ander menatap bingung kedua orangtuanya.


"Perjodohan? gimana maksudnya Dad?" Ander terlihat sedikit takut. Dia tidak ingin orangtua nya salah paham perihal dirinya yang mendekati Eliya. Dia tidak ingin ada perjodohan antara dirinya dan Eliya, Tidak... jangan sampai itu terjadi.


"Kamu nggak tau kan? Om Vano sama Tante Riska itu menikah karena dijodohin tuh sama Dad kamu atau lebih tepatnya dijebak buat dinikahin." jelas Ella membuat Ander terkejut bukan main.


"Haaa? dijebak gimana Mom?" tanya Ander dengan wajah pucat.


"Nggak usah diceritain sayang." Alex mengedipkan sebelah matanya pada Ella.


"Mom..." bujuk Ander ingin Ella melanjutkan ceritanya namun sayangnya Ella malah bungkam menuruti Alex.


Ander langsung saja memasang wajah cemberutnya.


"Pokoknya Ander nggak mau ya Dad, dijodoh jodohin. kayak nggak laku aja." kata Ander menegaskan.


"Dad juga nggak berminat jodohin kamu." balas Alex santai sementara Ella hanya menggelengkan kepalanya.


"Serius Dad, Ini bukan jaman siti nurbaya yang harus nikah karena di jodohin. Ander nggak mau nggak akan mau." sekali lagi Ander mengucapkan dengan lantang.


"Iya sayang, kamu tenang saja nggak akan ada perjodohan lagi. kamu bisa milih wanita yang kamu cintai." kata Ella menenangkan putranya.


"Memang nya kamu sudah punya pacar?" tanya Alex dengan nada mengejek.


"Ya memang belum, tapi tetep aja, aku nggak mau kalau dijodohin. titik." tegas Ander lalu berjalan meninggalkan kedua orangtuanya.


Alex terkekeh melihat tingkah konyol putranya berbeda dengan Ella yang terlihat khawatir.


"Apa kamu yakin mas?"


Alex mengangguk mantap.


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen yaaa

__ADS_1


__ADS_2