
Eliya memasuki kamar, dan melihat Ander sudah berbaring memunggunginya.
"Astaga, apa aku harus melakukan sekarang?" batin Eliya yang membuatnya tersipu malu sendiri.
Eliya duduk dipinggir ranjang, menatapi punggung Ander, "Apa kau sudah tidur?" tanya Eliya yang tak mendapatkan jawaban dari Ander.
"Oh baiklah Eliya kita lakukan sekarang saja." batin Eliya segera bangkit dan memasuki walk in closet.
Melihat sudah tak ada seseorang disampingnya, Ander pun menengok ke belakang. memang sudah tak ada Eliya disana.
"Kemana wanita itu pergi? dasar tidak peka." batin Ander kembali berbaring namun terkejut kala melihat Eliya berdiri didepannya dan mengenakan jubah mandi membuat Ander mengerutkan keninganya heran.
Sesaat Ander memandang Eliya namun tak lama Ia pura pura terpejam membuat Eliya sedikit geram.
"Kenapa rasanya gerah sekali ya?" gumam Eliya membuat Ander melirik ke arahnya sedikit,
Namun lirikan Ander berganti dengan pelototan hingga Mata Ander terlihat akan keluar, melihat Eliya yang berada didepannya hanya mengenakan ligerie warna hitam yang tadi siang sempat Ia pegang saat di walk in closet.
Sementara Eliya hanya menunduk malu karena merasa saat ini dirinya seperti wanita pengoda.
Tak menunggu lama, Ander langsung menarik tangan Eliya hingga Eliya jatuh di dada bidang milik Ander.
Eliya sangat gugup saat ini, Hanya bisa diam dan mengikuti permainan Ander.
Ya saat ini Ander sudah ******* habis bibir Eliya, hingga entah sejak kapan Eliya sekarang sudah berada dibawah Ander.
Ander sendiri tak menyia nyiakan kesempatan ini, meskipun ini pertama kalinya untuknya namun bukan berarti Ia tak bisa melakukannya dengan benar.
Namun saat Ander ingin menyatukan mereka berdua, Eliya menahannya,
"Apa kau bisa berjanji tidak akan menjadikan pernikahan ini permainan?" tanya Eliya disaat nafsu Ander sudah mengebu.
"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya Eliya lagi tak sabar.
"Kita sudah menikah, mana mungkin aku melakukan hal bodoh yang bisa merusak pernikahan kita."
"Kau bisa berjanji?"
"Ya aku berjanji, bisakah kita lanjutkan ini?" tanya Ander dengan nada kesal membuat Eliya terkekeh.
"Pelan pelan sayang." bisik Eliya yang membuat Ander kembali mengebu.
Ini pertama kalinya untuk Eliya, rasanya sangat menyakitkan hingga Eliya mencengkeram punggung Ander,
Ander menyatukan pelan, perlahan dan hingga keduanya benar benar menyatu dan menikmati surga dunia sebagai pasutri yang sah.
Entah berapa kali mereka melakukannya, Eliya yang sudah merasa lemas meminta Ander berhenti.
"Cukup, aku sudah tak kuat lagi." kata Eliya saat pelepasan terakhir Ander.
Ander mengangguk dan membiarkan Eliya beristirahat, entah Ia juga merasa tak tega melihat Eliya sudah telihat pucat dan lemas.
Ia sempat mengecup kening Eliya sebelum akhirnya menjatuhkan diri disamping Eliya ikut terlelap bersama Eliya.
....
__ADS_1
Paginya, Ander bangun dan tak menemukan Eliya disampingnya.
Ander melihat ke arah jam dinding, sudah pukul 9 pagi, Ia benar benar kesiangan karena Ia dan Eliya baru selesai subuh tadi.
Ander bergegas bangun, hanya mengenakan celana pendek dan keluar untuk mencari Eliya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Ander melihat Eliya sibuk di dapur.
"Tentu saja memasak sarapan untuk kita, kenapa tidak memakai bajumu?"
"Aku belum mandi," Ander tersenyum nyengir lalu mendekati Eliya dan memeluk Eliya dari belakang.
"Jangan menganggu, aku sedang memasak."
"Kau sudah mandi?" tanya Ander masih menciumi bau tubuh Eliya tanpa memperdulikan Eliya yang melarangnya.
"Ya, aku harus ke toko hari ini."
"Kau akan bekerja? bukankah ini masih masa pengantin kita? kenapa buru buru sekali?" tanya Ander kesal.
"Ck, aku tidak mau libur terlalu lama jadi mengertilah."
Ander hanya mendengus kesal, "Kenapa jalan mu seperti bebek?" tanya Ander melihat jalan Eliya.
Eliya menatap sebal ke arah Ander "Kau pikir siapa yang sudah membuatku seperti ini?"
Ander terkekeh "Tapi kau juga menikmatinya sayang, bahkan kau menyebut namaku berkali kali."
Wajah Eliya memerah malu kala Ander mengatakan kata kata vulgar seperti itu.
"jangan membahasnya lagi."
"Kenapa? apa kau belum mulai bekerja?" tanya Eliya.
"Aku mulai berangkat besok senin."
"Ya sudah sana mandi dulu dan kita sarapan bersama."
"Apa kau tak ikut mandi bersamaku?" bisik Ander.
"Dasar mesum!"
Ander terkekeh dan segera meninggalkan Eliya yang masih mengomel.
Setelah mandi dan sarapan, Ander mengantar Eliya menuju toko bunga. Mobil Ander sudah dikirimkan oleh salah satu anak buah Alex jadi mereka tak perlu naik taksi lagi.
"Jam berapa kau selesai?" tanya Ander.
"Entahlah, mungkin agak sedikit malam karena banyak yang harus aku urus."
"Jam 4 sore, jangan memaksakan diri. kita masih harus melanjutkan program baby kita."
"Dasar, apa yang ada di pikiranmu hanya tentang kemesuman saja?" tanya Eliya mendelik kesal.
Ander hanya tersenyum,
__ADS_1
"Entahlah, rasanya sungguh nikmat dan tak ingin berhenti melakukannya. Jika saja semalam tidak kesakitan sudah pasti aku akan memintanya lagi." batin Ander.
"Apa kau yakin ingin ikut?" tanya Eliya saat Ander mengikutinya memasuki toko.
"Tentu saja, aku hanya mengawasimu saja."
"Terserah, jika kau bosan. kau boleh pergi." kata Eliya yang hanya diangguki oleh Ander.
...
Benar kata Eliya, baru 3 jam Ander menunggu Ia sudah dilanda bosan.
Ander keluar dari ruangan Eliya dan ingin melihat apa yang dilakukan sang istri diluar.
Eliya sedang membantu membuat bucket yang dipesan customer,
"El?" suara seorang pria mengejutkan Eliya hingha Eliya berbalik dan terkejut.
"Nando? astaga kau kah itu?" tanya Eliya sedikit histeris.
Nando adalah teman sekolah serta tetangga Eliya saat Eliya pindah di rumah neneknya. Disana Nando lah yang selalu menjaga dan melindungi Eliya hingga keduanya cukup dekat. Namun sayang saat kuliah mereka harus terpisah karena Nando kuliah keluar kota.
"Apa kabar?" Nando memeluk Eliya membuat Eliya cukup terkejut.
"Kapan pulang?" tanya Eliya melepaskan pelukan Nando.
"Baru kemarin, aku langsung mencarimu kesini."
"Benarkah?" tanya Eliya cukup senang.
"Tentu saja, eh bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ajak Nando.
"Boleh juga sih, tapi aku ngaja-"
"Mau kemana sayang?" sebuah suara yang sangat Eliya kenal terdengar berbarengan dengan tangan yang melingkar dipinggang Eliya.
"Siapa dia?" tanya Nando pada Eliya.
"Gue suaminya, Elo siapa meluk meluk bini orang?" tanya Ander ketus.
Nando terkejut namun seketika Ia terkekeh, "Suami Elo El? serius?" tanya Nando dengan nada mengejek. Pria berperawakan tinggi dan putih itu sama sekali bukan tandingan Ander.
"Eh iya, Gue emang udah nikah." Eliya memamerkan cincin di jari manisnya.
"Serius?" terlihat raut wajah kecewa Nando membuat Ander terkekeh ingin menertawakannya.
"Iya gue serius." balas Eliya sedikit tak enak.
"Kok Elo nggak ngundang gue El?"
"Resepsinya bulan depan kalau Lo mau datang." balas Ander ketus membuat Eliya semakin tak enak dengan Nando.
Ck, dasar Ander...
Bersambung...
__ADS_1
Yang habis belah duren....🤣
Jangan lupa like vote dan komen yaaa...