DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
130


__ADS_3

Randi sekeluarga sudah pulang dan pernikahan juga sudah ditetapkan seminggu lagi. Awalnya Risha ingin menolak karena seminggu lagi terlalu cepat, namun karena semua keluarga menyetujuinya akhirnya Risha pun ikut menyetujuinya.


"Alhamdulilah ya Nduk, kayaknya keluarga Randi menerima kamu dengan baik tanpa melihat status kita yang hanya orang biasa." kata Slamet yang kini duduk disamping Risha.


"Iya yah, mereka orang baik nggak melihat dari status kita."


Slamet mengangguk setuju, "Ayah harap kamu sama Randi bahagia, bisa jadi istri yang baik buat Randi dan ibu yang baik buat anak anak kamu nanti."


Mata Risha mulai memanas, sedikit terharu dengan ucapan Ayahnya. Setelah Bunda nya tiada memang sang Ayah pontang panting sendirian membesarkan dirinya dan adiknya. Hingga Risha mendapatkan beasiswa sekolah keperawatan dikota dan setelah lulus langsung mendapatkan tawaran diklinik Vano. semua itu berkat doa dan perjuangan sang Ayah yang tiada henti untuk memberikan kehidupan yang baik untuk Risha.


"Allah masih sayang kita nduk, yang harusnya kamu nikah sama haji Bahar malah sekarang dapetnya orang ganteng baik kayak Randi." kata Sang Ayah lagi membuat Risha tersenyum.


Tersenyum karena Randi telah membuktikan ucapannya jika memang Randi serius dengan nya. Randi sudah membuktikan jika Randi memang tak memiliki hubungan spesial dengan Keisya.


"Maafin Risha ya yah, telat ngasih kiriman uang sampai Ayah harus minjem uang." kata Risha sambil mengenggam tangan sang Ayah.


Risha sadar, dirinya ikut salah karena dirinya lah yang membuat sang Ayah terlilit hutang. karena keterlambatan uang yang harusnya sudah Ia kirim.


Ayah menggeleng tak setuju, "Ayah yang salah, jualan Ayah lagi sepi. Nanda minta uang buat bayar piknik sekolah dan pakdemu nyuruh buat minjem sama Haji Bahar."


"Ayah masih tak menyangka Haji Bahar melipatkan uang dengan jumlah yang sangat banyak. padahal orang orang kampung yang minjem uang sama Haji Bahar bunga nya nggak sebanyak itu." jelas Slamet membuat Risha mengerutkan keningnya curiga.


"Jadi Haji Bahar minta bunga sebanyak itu cuma sama Ayah aja?" tanya Risha yang langsung diangguki Slamet.

__ADS_1


"Orang orang kampung juga heran kenapa Haji Bahar bisa seperti itu sama Ayah"


"Ya mungkin karena Haji Bahar suka sama kamu nduk." kata sang Ayah membuat Risha merinding takut. benar benar tak bisa membayangkan Risha jika harus menjadi istri kedua Haji Bahar yang sudah tua dan bahkan memiliki 10 cucu.


"Ya sudahlah Yah, nggak usah dipikirkan lagi. buat pelajaran saja. besok lagi kalau memang Ayah butuh uang bilang sama Risha jangan pinjam uang lagi."


"Dan maafin Risha, mulai bulan besok Risha nggak akan telat transfer uang bulanan nya." kata Risha yang langsung membuat Slamet memeluknya.


Sementara itu didepan apartemen Keisya sudah banyak wartawan yang juga ingin meminta penjelasan dari Keisya mengenai status hubungan Keisya dengan Randi.


Keisya yang bingung harus bagaimana akhirnya hanya bisa bersembunyi dikamarnya. Ia benar benar marah dengan Randi dan juga Silla, bisa bisanya mereka menghancurkan rencana nya sendiri. Sekarang semua orang tau jika Keisya hanya pacaran settingan dengan Randi dan sebentar lagi mungkin karir nya akan hancur.


"Benar benar sialan." umpat Keisya tak henti hentinya menscrool layar ponselnya. Keisya melihat sudah banyak fans nya yang mempertanyakan hubungan yang sebenarnya dengan Randi.


Brakk..


"Ma-mama kok bisa masuk?" tanya Keisya mengingat diluar banyak sekali wartawan.


"Apa kamu gila? bisa bisanya kamu menghancurkan semuanya!" kata Lisa dengan nada marah.


"Bu-bukan aku Ma, Randi sama Silla yang ngungkapin semua ke publik." jelas Keisya tak ingin disalahkan.


"Kenapa nggak kamu cegah? bukannya kamu bilang kalau kamu bisa membuat Randi cinta sama kamu?" sentak Lisa yang langsung membuat Keisya menangis.

__ADS_1


"Nggak semudah itu Ma, Randi bukan pria yang mudah digoda. Keisya udah nyoba tapi Randi nolak." jelas Keisya dengan isakan tangis.


Lisa mengepalkan tangan nya, "Gagal sudah rencana Mama menguasai harta kekayaan Rangga."


"Sebentar lagi kita hancur." kata Lisa membuat Keisya menghentikan tangisnya.


"Maksud mama?"


"Sekarang Papa mu sedang di periksa kpk dan kalau Papamu terbukti korupsi, pasti akan dipenjara, sedangkan perusahaan Mama juga sudah diambang bangkrut."


"Lalu karir kamu..."


"Nggak Ma, nggak mau. Keisya nggak mau hidup miskin." teriak Keisya histeris.


"Kamu pikir Mama juga mau hidup miskin?" sentak Lisa membuat Keisya terdiam.


"Mama masih penasaran siapa yang sudah membuat keluarga kita hancur seperti ini."


...


"Jadi bagaimana?"


"Benarkah? kau memang selalu pintar. aku akan memberikan mu bonus."

__ADS_1


Alex mematikan panggilan lalu tersenyum puas.


Mereka pikir siapa mau bermain main dengan keluargaku batin Alex tersenyum menyerigai.


__ADS_2