DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
29


__ADS_3

Sabtu malam,


Eliya yang baru saja pulang dari toko bunga sedikit heran melihat kedua orangtuanya sudah rapi dengan pakaian bagus, jika Eliya lihat sepertinya kedua orangtuanya akan pergi ke pesta.


"Ya ampun Eliya, bukan nya Bunda sudah nyuruh kamu buat pulang cepet?" Tanya Nisa saat melihat Eliya baru saja memasuki rumah.


"Lho memang kita mau kemana Bund?" Eliya terlihat bingung.


"Kamu belum bilang sama dia?" tanya Sandi pada Nisa.


"Udah kok mas, Eliya aja yang bandel." adu Nisa .


Sandi segera membawa paper bag yang memang sengaja Ia siapkan untuk Eliya.


"Kamu cepetan mandi abis itu pakai baju ini. biar Bunda yang pakein make up buat kamu." perintah Sandi.


Eliya membuka paper bag dan terkejut melihat isinya dress warna pink yang terlihat girly sekali.


"Ayah yakin nyuruh Eliya pakai ini?" tanya Eliya berharap Ayahnya hanya ngeprank dirinya saja.


"Tentu saja, sudah buruan sana siap siap, nanti keburu telat. Nggak enak kan sama Tuan Alex." jelas Sandi.


"Kita mau ke tempat Tuan Alex?"


"Bukan, kita datang ke pestanya. ada di resort langganan beliau. ini pesta kepulangan Ander sama sekalian penyerahan perusahaan sama Ander." jelas Sandi lagi.


"Kalau gitu, Eliya nggak ikut saja." Eliya meletakan paper bag di kursi dan Ia hendak melangkahkan kaki meninggalkan Eliya.


"ELIYA!" teriak Sandi keras membuat Eliya berbalik dan menatap ke arah Ayahnya yang kini sudah melotot padanya.


"A-ayah."


Jujur Eliya takut melihat Ayah nya marah, jarang sekali sang Ayah marah malah bisa di pastikan Ayah nya tak pernah memarahi dirinya dan kali ini adalah kali pertamanya Ayahnya marah padanya setelah sekian lama.


"Sejak kapan kamu suka bantah Ayah begini?" tanya Sandi dengan nada galak.


Eliya segera menghambur ke pelukan Sandi "Iya iya Eliya ikut, Ayah nggak usah marah dong. Eliya bakal siap siap cepet deh." rayu Eliya yang membuat Sandi tak bisa menahan senyum.


Setelah puas melihat Sandi tersenyum, Eliya beranjak dari sana tak lupa membawa paper bag berisi baju haram baginya itu.

__ADS_1


Selesai mandi Eliya segera mengenakan dress pemberian sang Ayah, dress selutut yang simple dan elegant yang sama sekali tak ada kesan seksi itu terlihat pas di tubuh Eliya.


"Duh cantik juga ya gue pake ginian." gumam Eliya menatap dirinya didepan cermin sambil tertawa.


Pintu kamar terbuka, Nisa memasuki kamar Eliya dan melihat putrinya sedang asyik bercermin sehingga tak menyadari kedatangan nya.


"Tuh kan kamu cantik kalau pakai rok gini." ungkap Nisa yang membuat Eliya menjengit terkejut.


"Bunda tuh bikin kaget aja." Eliya mengelus elus dada nya.


"Yuk, Bunda makeupin dulu, nanti Ayah kamu keburu marah lagi."


Eliya pun menurut duduk didepan meja rias, segera Nisa memoleskan beberapa alat kosmetik miliknya di pipi tirus Eliya.


"Ayah tuh kalau udah menyangkut majikan nya aja kayak gitu banget sama anak." keluh Eliya.


"Huss, nggak boleh ngomong gitu sayang. biar gimana pun Tuan Alex itu baik banget sama kita jadi wajar dong kalau Ayah kamu begitu patuh sama beliau." jelas Nisa.


"Ya tetep aja Bund, nggak perlu- ih Bunda jangan tebel tebel dong nanti aku kayak tante tante nih." protes Eliya.


"Iya iya, udah kamu diem aja deh. Bunda ini ahlinya." kata Nisa membuat Eliya kembali mengerutu.


"Makanya kamu tuh belajar make up biar nanti suami kamu sayang trus ngeliat istrinya cantik setiap hari." kata Nisa yang langsung membuat Eliya terbahak.


"Aduh Bunda sakit ih!"


"Makanya kalau ngomong itu yang bener! Bunda pengen nya kamu buruan nikah trus ngasih cucu bunda."


"Ck, bunda tuh bikin sendiri aja adek buat aku. nggak usah ngejar ngejar aku nikah deh."


Nisa tak mengubris ucapan Eliya, selesai memoles wajah Eliya, Nisa segera mengambil catok rambut dan mulai mencatok rambut Eliya agar keriting bergelombang.


30 menit akhirnya yang ditunggu sudah selesai, baru Sandi ingin menyusul ke kemar Eliya namun Eliya dan Bunda sudah keluar dari kamar.


Sandi menatap ke arah putrinya dan kagum melihat kecantikan putrinya. Eliya yang dulu nya kecil dan ingusan kini sudah menjelma menjadi putri yang sangat cantik.


"Ayah kok ngeliatin nya gitu sih, El nggak cantik ya? keliatan kayak tante tante ya? tuh salahin Bunda pakein make up tebel banget." adu Eliya melihat Ayahnya menatap dirinya tanpa kedip.


Sandi tersenyum "Nggak kok, putri ayah cantik banget."

__ADS_1


"Ya sudah kita berangkat sekarang, takut telat." ajak Nisa.


Ketiganya pun segera keluar rumah dan memasuki mobil. Sandi melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah mereka.


Hampir 2jam perjalanan karena lokasi pesta memang sedikit jauh. Resort yang sudah di booking semalam oleh Alex itu pun kini sudah dijelma menjadi tempat pesta yang sangat meriah.


Eliya keluar dari mobil, sedikit susah melangkahkan kakinya karena Ia mengenakan Heels. meskipun hanya 5 senti karena tak terbiasa Ia merasa sedikit susah saat berjalan.


"Maafkan saya Tuan, saya sedikit terlambat." sapa Sandi pada Alex yang sepertinya menunggu mereka datang.


"Tidak masalah, acara belum juga dimulai."


"Wah Eliya kamu cantik banget." puji Ella kala melihat Eliya berdiri dibelakang orangtuanya.


"Kita nggak salah pilih kan sayang." kata Alex merangkul Ella membuat Eliya bingung dengan maksud ucapan majikan Ayahnya itu.


Eliya hanya tersenyum membalas pujian Ella padanya,


"Ya sudah ayo masuk, kita nikmati pestanya." ajak Alex.


Mereka pun masuk ke dalam lahan terbuka yang sudah disulap menjadi tempat pesta outdoor.


Eliya berjalan pelan dibelakang orangtuanya karena sejujurnya Ia malas sekali datang ke pesta apalagi Eliya akan bertemu dengan tiga berandal menyebalkan dan juga teman sekolahnya dulu sebelum pindah.


Baru selangkah memasuki tempat pesta, Eliya kini sudah menjadi pusat perhatian. semua mata memandang ke arah Eliya yang membuat Eliya tak percaya diri namun Eliya masih berusaha berjalan sesantai mungkin. tidal mengubris mereka yang menatap dirinya lalu berbisik pada teman sebelahnya.


"Benar benar menjengkelkan." gerutu Eliya.


Dulu saat Ia masih satu sekolah dengan Ander, banyak siswa yang membully nya hanya karena wajahnya penuh jerawat hingga akhirnya Ia pindah sekolah dan mulai merawat wajahnya yang kini sudah mulus tanpa jerawat dan sekarang apa lagi yang mereka bisikan? apa karena baju berwarna pink yang Ia pakai atau make up nya yang terlalu tebal.


Entahlah, Eliya berusaha tak mengubris semua itu. tetap berjalan santai tanpa beban.


Sementara Ander yang sibuk berbincang dengan teman nya pun terganggu karena Revan yang tiba tiba datang dan membisikan sesuatu padanya.


Sontak pandangan Ander menatap ke arah Gadis yang baru saja memasuki pesta, berjalan dibelakang orangtuanya.


Gadis yang mengenakan dress berwarna pink yang sangat cocok untuk kulit putihnya dan gaya rambut curly terlihat membuatnya sangat berbeda dari terakhir mereka bertemu.


Cantik....

__ADS_1


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...


__ADS_2