
Sandi melajukan mobilnya menuju kantor Alex, setelah kemarin Ia digantikan oleh Eliya sekarang Ia sudah mulai beraktifitas seperti biasanya.
"Tuan, kita sudah sampai." kata Sandi saat keduanya sudah sampai namun Alex tak kunjung turun.
"Ada yang ingin ku bicarakan padamu." kata Alex.
"Di sini Tuan?" tanya Sandi yang langsung diagguki oleh Alex.
"Aku ingin kamu menyiapkan pesta kepulangan Ander 2 hari lagi sekaligus penyerahan semua perusahaan ku pada Ander." jelas Alex.
"Baiklah Tuan."
"Dan aku ingin menagih janjimu."
"Janji saya?" Sandi mengerutkan keningnya, Ia lua janji mana yang di maksud Alex.
"Janji jika kita akan menjodohkan anak anak kita."
Deg... sontak ucapan Alex membuat Sandi terkejut. Benar jika dulu saat Alex menawari mereka berbesanan Sandi memang menyetujuinya namun itu saat Ander dan Eliya masih bayi dan melihat sekarang hubungan mereka kurang baik sejujurnya Sandi ingin membatalkan saja janjinya itu karena takut putri satu satunya tersakiti.
"Kau masih ingat kan?" tanya Alex saat tak kunjung mendapatkan jawaban dari Sandi.
"Ya, saya mengingatnya Tuan."
"Tapi..." Sandi ingin menolak tapi Ia ragu.
"Percayalah, semua akan baik baik saja. Ander pasti akan menjaga putrimu." jelas Alex.
"Hanya saja hubungan mereka kurang baik, saya takut jika nanti Eliya tersakiti Tuan." kata Sandi.
"Kau tak mempercayai putraku? bukankah selama ini kau yang selalu membuntuti kemana dia pergi dan apa yang dia lakukan di luar? lalu apa yang kau ragukan? aku yakin mereka akan bahagia bersama." kata Alex
Alex memang benar, selama ini Ia yang selalu menguntit semua kegiatan Ander diluar memang tak ada yang menyimpang dari Ander.
Ander anak yang baik, Sandi percaya itu. selama ini Eliya hanya salah paham pada Ander dan terlambat untuk Sandi menjelaskan semuanya pada Eliya.
Yang Sandi takutkan hanyalah jika kesalahpahaman mereka masih berlanjut mereka akan menyakiti satu sama lain namun melihat Alex begitu meyakinkan Sandi akhirnya Sandi pun luluh juga.
"Bagaimana?" tanya Alex tak sabar hingga akhirnya Ia mengangguki permintaan Alex.
"Tapi Tuan, sepertinya akan sulit jika kita berterus terang akan menjodohkan mereka mengingat mereka belum dekat." jelas Sandi.
"Kenapa kau harus memusingkan itu, tentu saja kita akan melakukan seperti biasanya." kata Alex membuat Sandi tersenyum dan mengangguk setuju.
"Maafkan Ayah atas kegilaan Ayah ya El, semua demi kebaikanmu." batin Sandi.
"Katakan kita gila, namun semua demi anak anak kita. jadi persiapkan ide gila mu itu." kata Alex sambil terkekeh lalu keluar dari mobil dan memasuki kantor.
...
__ADS_1
Dan saat pesta hampir usai, Sandi mulai menjalankan rencana gilanya itu.
Sandi memberikan obat tidur diminuman Ander dan Eliya. obat tidur yang akan membuat seseorang yang minum tertidur setelah satu jam.
Dan sepertinya rencana Sandi berhasil karena Ander dan Eliya meminum minuman yang diberikan pada para ibu mereka.
Sandi tersenyum lalu menghampiri putrinya,
"Ini nomor kamarmu, Ayah lelah jadi tidak apa apa kan jika kau mencari kamar mu sendiri?" tanya Sandi.
"Siap Ayah..." Eliya menerima kunci kamar yang berbentuk kartu itu dengan senyum sumringah karena Ia juga sudah sangat lelah ingin segera istirahat.
Sandi pun segera menghampiri Ander yang berdiri tak jauh dari Eliya.
"Tuan, ini kunci kamarnya." kata Sandi.
Tanpa menjawab Ander menyambar kunci kamar nya dan langsung meninggalkan Sandi tanpa mengucap kata sepatah pun.
Sandi tersenyum puas, akhirnya Ia bisa menyelesaikan misi awal, kini tinggal melanjutkan misi kedua,
Sandi melihat dari jauh, putrinya Eliya kebingungan membuka pintu kamar. Ya Eliya memang belum pernah menginap di hotel yang kuncinya menggunakan kartu seperti itu. pasti akan kesusahan.
Sandi masih memantau dan Ia bisa tersenyum lega kala Ander menghampiri putrinya.
Ander masuk dalam perangkapnya.
Pintu terbuka, Ia melihat Ander memasuki kamar Eliya meskipun Eliya sedikit memberontak tak mengijinkan masuk namun Ander terlihat memaksa.
Sandi terkekeh, tentu saja Ander akan masuk karena didalam ada koper milik Ander yang sengaja Sandi taruh dikamar Eliya. koper itu Sandi taruh didepan pintu hingga saat pintu terbuka koper akan terlihat dari luar.
"Ngapain sih Lo!" sentak Eliya melihat Ander memaksa masuk.
"Itu koper gue!" Ander memasuki kamar Eliya melihat koper berwarna merah adalah koper miliknya.
"Ck, kok bisa di sini." Eliya terlihat bingung.
"Jangan jangan bokap Lo salah ngasih kunci pintu."
"Nggak mungkin Ayah salah."
"Ya udah terserah Lo deh." kata Ander hendak menarik kopernya namun mendadak Ia oleng dan hampir jatuh beruntung Eliya menangkapnya.
Dijarak wajah mereka yang sangat dekat, mereka memandang satu sama lain hingga Tanpa mereka sadari semakin dekat dan hampir...
Brukkk... Eliya menjatuhkan Ander ke lantai.
"Lo tuh berat tau!" kata Eliya sedikit gugup. bagaimana tidak gugup jika mereka hampir berciuman.
"Ya nggak usah dijatuhin juga kali." kesal Ander.
__ADS_1
Ander tiba tiba merasakan hawa panas yang menyerang.
"Sial, kenapa panas banget nih." gerutu Ander langsung saja membuka baju yang Ia pakai.
"Gila kamu ya? keluar sana entar dikira kita ngapa ngapain lagi." kesal Eliya sambil memukuli Ander.
"Iya, berisik banget." Ander kembali ingin menyeret kopernya namun Ia kembali oleng dan kali ini karena Eliya tak mampu menopang tubuh Ander mereka pun jatuh berdua diranjang kamar Eliya.
Mereka yang kini berbaring di ranjang saling menatap satu sama lain, hingga....
Cup...
Ander mencium bibir Eliya membuat Eliya melotot ingin kembali memukuli Ander namun tiba tiba Eliya merasakan kantuk yang sangat luar biasa dan matanya terpejam. begitu pun dengan Ander yang langsung tertidur setelah mencium bibir Eliya.
Alex dan Sandi keluar dari persembunyiaan nya dan tertawa bersama melihat rencana mereka berhasil.
"Ayo kita buat mereka tidur seperti sepasang kekasih." kata Alex.
"Tapi Tuan, saya khawatir jika..."
"Tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu." kata Alex kembali meyakinkan.
Sandi pun membenarkan tidur Ander dan Eliya setelah itu Alex dan Sandi keluar dari kamar. mereka tak sabar menunggu esok paginya..
Hingga paginya....
Aaaaaa....
"Apa yang kau lakukan padaku!" Eliya memukuli Ander yang terkejut dan baru saja bangun.
"Hey berhenti memukulku! dasar preman." kesal Ander yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Kau bilang aku preman? lalu kau apa? dasar cabul!" kata Eliya masih teriak.
Hingga keduanya terkejut kala pintu kamar terbuka,
"Apa yang terja- Aaaaa apa yang kalian lakukan?"
Disana sudah ada Sandi, Nisa, Ella dan Alex yang juga baru bangun lalu di susul oleh Revan dan Randi yang juga mendengar teriakan Eliya.
"Oh My God, malam yang sangat panjang brother, bagaimana rasanya?" celetuk Revan membuat semua orang menatapnya tajam.
BERSAMBUNG....
KURANG GREGET NGGAK SIH😁
Karena komen nya tembus banyak jadi aku update lagi deh...
jangan lupa like vote dan komen...
__ADS_1