DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
24


__ADS_3

Ander keluar dari kelas Eliya dengan perasaan kesal dan kecewa, karena semua rencana nya untuk membalas perbuatan Eliya harus Ia kubur dalam dalam alias gagal total.


"Eliya kan sudah pindah ke tempat neneknya sejak liburan kemarin." jelas teman Eliya yang masing terdengar ditelinga Ander.


"Sial!" Ander mengepalkan tangan, ternyata Eliya lebih cerdik dari dirinya.


"Napa tuh muka?" tanya Revan sambil mengunyah pisang goreng saat melihat Ander duduk didepan nya.


"Nih pasti ulah si Ugly, diapain lagi Lo?" giliran Randi yang bertanya.


"Dia kabur!"


"Hah, kabur gimana maksudnya?"


"Dia pindah! sialan banget tuh cewek. Gue udah siapin rencana buat balas dendam malah kabur." kesal Ander.


Hahaha... Tawa Revan mengema,


"Emangnya Lo punya rencana apa?" tanya Randi.


Tadinya Ander berencana menjadikan Eliya kekasih, eits tunggu dulu jangan salah paham dulu.


Ander hanya ingin pura pura menyukai Eliya, membuat Eliya jatuh cinta dan saat Eliya sudah jatuh cinta padanya, dia akan membuang Eliya begitu saja. Benar benar rencana yang kejam dan jahat bukan? tapi sayangnya semua rencana belum terlaksana malah Eliya sudah kabur.


"Woy, ditanya malah bengong!" sentak Randi membuyarkan lamunan Ander.


"Apa sih!"


"Emangnya Lo ada rencana apa buat Eliya?"


"Ada lah pokoknya!"


"Palingan dia mau deketin Ugly trus kalau udah baper langsung di tinggalin." celetuk Revan yang membuat Ander kesal karena rencananya diketahui oleh si tengil Revan.


"kalau melotot berarti bener." tambah Revan lagi kala Ander melotot ke arahnya seperti terkejut.


"Kejem sih emang." Randi menatap ke arah Ander sambil geleng geleng kepala.


"Tapi semuanya gagal, mereka lebih licik dari gue!"


"Udahlah Man, lupakan saja. dari pada nanti Lo malah jatuh cinta beneran sama si Ugly?" kata Randi yang langsung mendapatkan pelototan tajam Ander sementara Revan hanya terkekeh.


"Are you crazy? nggak akan terjadi!" ketus Ander dengan wajah kesal.


"Ck, masa depan kan nggaknada yang tau!" tambah Revan.


Ander menatap kedua saudaranya kesal, Ia langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Revan dan Randi.


"Lagi Pms tuh orang!" celetuk Revan yang langsung membuat Randi terkekeh.

__ADS_1


Ander berjalan dan menendang sebuah botol yang ada dilantai,


"Siapa ini?" teriakan pak Parto kepala sekolah mengema kala botol yang Ia tendang mengenai kepala Pak Parto.


Dengan langkah lebar, Ander segera pergi dari sana agar tak ketauan, baru saja Ia terbebas dari hukuman bisa bisa Ia mendapatkan hukuman lagi.


...


Ander melangkahkan kaki dengan malas memasuki mansion,


"Lho, kok anak Mom lemes banget?"


"Mom nggak di toko?" tanya Ander heran melihat mom nya berada di mansion di siang bolong begini.


"Tadi Mom pulang lebih awal, lagi nggak enak badan."


"Mom sakit?" raut wajah Ander berubah pucat membuat Ella tersenyum.


"Mom cuma nggak enak badan aja, tapi udah minum obat kok. ya sudah sekarang kita makan siang bareng yuk." ajak Ella yang langsung diangguki Ander.


"Udah lama nggak makan siang bareng Mom." senang Ander.


Mereka berdua pun berjalan menuju meja makan untuk makan siang bersama.


Selesai makan siang, Ander memasuki kamarnya. Ia langsung merebahkan diri diatas ranjang dan terdengar helaan nafas cukup panjang.


"Memang bukan sekarang, tapi nanti pasti gue bales Lo! sekarang Lo bisa ngehindar tapi nggak nanti." gumam Ander penuh keyakinan.


Hari berganti demi hari, hingga tak terasa sudah 7 tahun terlewati.


Seorang gadis cantik keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama keluarganya.


Dengan kaos berwarna navy, celana jeans sobek sobek serta jaket yang masih Ia tenteng terlihat sangat cocok untuk melengkapi penampilan tomboy nya.


"Lho, Ayah mana bund?" tanya Gadis itu yang tak lain adalah Eliya, kini sudah duduk di depan Mom nya.


"Ayah demam, habis sarapan kamu di minta ke kamar Ayah." kata Nisa mulai memenuhi piring Eliya dengan nasi goreng buatan nya.


"Sakit apa? nggak di periksa aja? Eliya panggilkan dokter ya?" tawar Eliya yang langsung mendapatkan gelengan dari Nisa.


"Kamu kan tau kalau Ayah nggak suka diperiksa ke dokter, sudah lebih baik kamu sarapan dan temui Ayah kamu dulu sebelum pergi ke toko."


"Asiap Bunda."


"Trus kapan kamu mau berubah?" tanya Nisa sambil memperhatikan Putrinya dari atas sampai bawah.


"Berubah apa lagi sih Bund?"


"Pakaian kamu, Ya Allah Eliya, kamu ini anak gadis gimana bisa kamu berpenampilan kayak preman gitu?" tanya Nisa sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ck, ini tuh trend Bund. Ah bunda mah."


"Kalau dibilangin suka ngeyel, kamu tuh kerja di toko bunga harusnya pakaian nya yang feminim biar orang seneng liatnya." omel Nisa.


Setahun yang lalu setelah Eliya lulus kuliah, Eliya memang kembali ke rumah orangtua nya karena sang Nenek juga sudah meninggal. Dulu Eliya memutuskan tinggal dirumah neneknya karena ingin merawat neneknya yang sakit waktu itu. hingga Ia meneruskan sekolah disana dan kuliah disana.


Namun sekembalinya Eliya, Nisa sudah kehilangan putri manisnya karena putri manisnya kini sudah tumbuh dewasa, tumbuh menjadi wanita cantik namun sayangnya bertingkah sedikit tomboy.


Meski begitu, Eliya tetap lah Eliya. gadis baik yang suka menolong. Hingga Eliya dipercaya oleh Riska dan Ella untuk melanjutkan toko bunga yang kini sudah berkembang pesat hingga membuka cabang setelah setahun dipegang oleh Eliya.


"Eliya sudah Bund, Eliya ke kamar Ayah dulu ya Bunda." Eliya bangkit dan langsung mengecup pipi Nisa sebelum berlari ke kemar Sandi.


Nisa hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Eliya yang selalu menghindari omelannnya.


"Ayah..." panggil Eliya saat memasuki kamar Sandi dan melihat Sandi berbaring lemah.


Sandi bangun dan bangkit untuk duduk sambil sesekali terbatuk membuat Eliya khawatir.


"Ke dokter yuk yah? kita periksa biar ayah cepet sembuh. Nanti kalau disuntik nggak sakit kok palingan kayak di gigit semut." rayu Eliya yang sontak membuat Sandi terbahak.


"Kamu pikir Ayah masih bocah?"


"Habis Ayah nggak mau sih kalau diajak ke dokter."


"Ayah baik baik aja sayang, cuma butuh istirahat. Oh ya Ayah boleh minta tolong nggak sama kamu?"


"Tentu saja boleh dong yah, Ayah mau apa aja pasti Eliya turutin." jawab Eliya yang lagi lagi membuat Sandi terkekeh.


"Ayah cuma mau minta tolong anterin Tuan Alex ke kantor ya soalnya Ayah nggak bisa nganter."


Mendadak Eliya memutar bola matanya malas, Entahlah jika menyangkut majikan sang Ayah itu Eliya memang tidak terlalu suka apalagi dengan putranya yang menyebalkan itu. Meski Ia harus sedikit lega karena setelah kepulangan nya Ia belum pernah bertemu dengan putra dari majikan ayahnya namun tetap saja jika mengingat betapa anarki nya pria itu masih membuat Eliya kesal.


"Ayah itu lagi sakit kenapa nggak minta cuti aja sih."


"Ayah mohon Eliya, selama ini Tuan Alex sudah sangat banyak membantu keluarga kita, hari ini beliau ada meeting penting jadi Ayah mohon jemput Tuan Alex dan jangan sampai terlambat."


Eliya hanya mendesah pasrah jika sang Ayah mengingatkan dirinya tentang kebaikan Tuan Alex.


"Ya Ayah, nanti Eliya jemput Tuan Alex dan anter ke kantornya."


Sandi tersenyum lega karena ada yang mengantikan pekerjaan nya.


"Terimakasih nak."


Bersambung....


Maafkan Author yang ngaretnya super duper lama😂


Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin yaaa...

__ADS_1


selamat merayakan lebaran bagi readers muslim yang sedang merayakan.


Terimakasih buat Readers yang masih setia menunggu cerita ini😍 lovee you


__ADS_2