
Eliya bangun dari ranjang dan meringis merasakan sakit dibawah sana setelah semalam Ander memperlakukan dirinya dengan kasar.
Entah apa yang membuat Ander seperti itu, tidak seperti biasa. Ander sedikit brutal hingga membuat Eliya meneteskan air mata setelah pergulatan panas mereka.
Eliya berjalan pelan menuju kamar mandi, selesai mandi Eliya segera menuju dapur untuk membuatkan sarapan Ander. Ia sengaja tidak membangunkan Ander karena kesal dan tak ingin berbicara pada Ander.
Selesai membuat sarapan, Eliya melirik jam masih pukul 6 pagi. Segera Eliya mengambil tasnya dan berangkat ke toko dengan memesan taksi online.
Entah Ander sadar atau tidak, Eliya hanya ingin Ander tau jika dirinya kecewa pada perlakuan Ander semalam.
Sementara Ander yang sebenarnya sejak tadi sudah bangun hanya diam termenung mengingat kejadian semalam.
Ini salah, Dirinya salah ... seharusnya Ander tak memperlakukan kasar Eliya. Ander harusnya hanya menyakiti hati Eliya saja bukan yang lain tapi semalam, Ander benar benar sudah melampaui batas.
Ander keterlaluan...
Ander bangun dari ranjangnya bergegas ke kamar mandi. Segera Ia menguyurkan air dingin agar dirinya sadar apa yang Ia lakukan salah.
Selesai mandi Ander bergegas menuju walk in closet, Segera mengenakan kemeja karena pagi ini Ia sudah mulai bekerja mengantikan Alex.
Ander melewati meja makan dan terkejut trnyata Eliya menyiapkan sarapan untuknya.
"Bahkan dia masih bisa sebaik ini setelah apa yang ku lakukan semalam." gumam Ander menatap sepiring nasi goreng dan secangkir kopi hangat yang ada di meja makan.
Ander segera duduk dan menikmati sepiring nasi goreng buatan istrinya yang Ia akui rasanya sangat enak, tak kalah dari buatan Mom nya.
Sepiring nasi goreng sudah tandas Ia makan, Tak lupa Ander mencuci piringnya sebelum berangkat ke kantor.
...
"Mulai hari ini Direktur serta pemilik perusahaan ini sudah sah diberikan oleh Tuan Liu Cha Alexander."
"Semoga setelah berpindah tangan, Perusahaan ini semakin maju dan menyejahterakan karyawannya."
Semua orang bersorak kala pembawa acara mengatakan itu didepan semua karyawan kantor Alex.
"Gila, nggak anaknya nggak bapaknya sama sama cakep."
"Gue mau lah jadi bininya."
"Udah punya bini woy."
"Masa udah punya bini?"
Semua orang berbisik bisik kala Ander sedang mengucap sepatah dua patah didepan podium.
"Terimakasih atas sambutanya dan semoga kita bisa bekerja sama lebih baik dan lebih membuat perusahaan maju." kata Ander mengakhiri pidato penyambutannya.
Semua karyawan kembali bertepuk tangan dan bersorak ria.
Alex segera membawa Ander ke ruangan nya setelah acara selesai.
__ADS_1
"Kau terlihat tak bersamangat. Apa sedang ada masalah?" tanya Alex pada putra nya.
Sedari tadi Alex melihat gerak gerik tak wajar putranya membuat Alex curiga ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ander.
"Dad, ada yang ingin ku tanyakan."
Alex menatap wajah putranya, sepertinya memang benar telah terjadi sesuatu diantara Ander dan Eliya.
"Ada apa son? apa terjadi sesuatu?"
"Apa Dad pernah kasar dengan Mom?" seakan ragu ingin menanyakan itu pada Alex namun bibir dan rasa penasaran nya memaksa untuk bertanya pada Alex.
"Tentu saja belum, kenapa kamu menanyakan itu? apa kamu melakukan sesuatu pada Eliya?" tanya Alex curiga membuat Ander gelagapan.
Ander hanya diam saja, Jika Ia menjawab jujur takut bila mana Dad nya murka jadi lebih baik Ia diam saja.
"Aku anggap iya jika kamu hanya diam."
"Maafkan aku Dad, aku hanya..."
"Son, kalian ini baru menikah seharusnya buat istrimu merasa terlindungi agar kalian bisa segera saling mencintai."
"Dad yakin, Eliya akan menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anak anak mu kelak."
"Jadi jika kalian memang ada masalah, bicarakan baik baik dan jangan mengunaka kekerasan." jelas Alex mengakhiri ucapan nya.
"Maafkan aku Dad, maafkan aku sudah mengecewakan Dad." Ander menunduk, sangat menyesali apa yang sudah Ia lakukan semalam.
"Jangan lakukan apapun yang akan membuat pernikahan kalian rusak, cukup menikahlah sekali untuk seumur hidup."
Deg... ucapan Alex seolah menjadi panah yang menancap di dada Ander.
Sejak awal pernikahan ini bukanlah pernikahan yang akan Ander jalani dengan serius. Ia hanya ingin membalaskan dendam yang tertanam selama ini. Namun baru 3 hari pernikahan yang yang Ander jalani bersama Eliya, rasanya Ia ingin membatalkan niatnya untuk balas dendam.
Entah perasaan aneh apa ini, Ander sendiri juga bingung.
"Sepulang kantor, jemput dia dan belikan makanan kesukaan istrimu. terkadang hanya sepele namun bisa membuat wanita semakin mencintai kita." kata Alex sambil menepuk bahu Ander.
Pintu ruangan terbuka, dimana seorang wanita muda dan pria muda memasuki ruangan Alex.
"Ini Naya, dia akan menjadi sekretaris mu dikantor dan Ran adalah asisten pribadimu yang akan mengantar jemput serta membantu apapun yang kau butuhkan." Alex memperkenalkan Dua orang yang baru saja masuk itu.
Ander mengangguk paham, "Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik."
"Tentu saja pak." balas Naya dan Ran bersamaan.
Alex keluar meninggalkan ruangan Ander,
Naya terlihat menjelaskan jadwal Ander hari ini sementara Ran masih berdiri menanti apa yang harus Ia lakukan hari ini.
"Jadi hanya ini saja yang harus ku kerjakan hari ini?" tanya Ander.
__ADS_1
"Iya pak, untuk hari ini hanya ini saja."
"Baiklah, kau boleh keluar."
Naya mengangguk patuh lalu meninggalkan ruangan Ander.
"Beri saya tugas Tuan," pinta Ran pada Ander.
"Apa kau sudah menikah?" tanya Ander.
Ran menggeleng pelan, "Belum, saya masih single."
"Apa kau memiliki kekasih?"
Ran menatap Tuan nya heran, Kenapa pula harus menanyakan itu padanya.
Ran menggeleng pelan, "Saya tidak memiliki kekasih."
Terdengar helaan nafas Ander,
"Ada yang bisa saya kerjakan Tuan?"
"Kamu mana paham, Kamu saja belum menikah dan tidak memiliki kekasih."
Ran tersenyum geli, Tuan barunya itu terdengar menghinanya namun entah mengapa terdengar lucu ditelinga Ran.
"Apapun bisa saya lakukan Tuan." kata Ran meyakinkan.
"Benarkah?"
Ran mengangguk mantap.
"Apa kau tahu bagaimana cara meminta maaf pada wanita namun tidak terlihat jelas?" tanya Ander membuat Ran mengerutkan keningnya heran.
"Ck, kau pasti tidak tahu kan? aku bertanya pada orang yang salah."
Ran tersenyum, " Apa istri Tuan sedang marah?"
"Kau lancang sekali bertanya seperti itu padaku! aku ini suami terbaik mana mungkin dia marah padaku!" ketus Ander membuat Ran sedikit takut.
"Maafkan saya Tuan,"
"Jika Tuan ingin mengambil hati istri Tuan, saya memiliki ide."
"Katakan apa idemu? aku harap kau tak mengecewakan ku untuk tugas pertamamu." kata Ander.
"Apa makanan kesukaan istri Tuan?"
Glek, Ander menelan ludahnya. Apa ini yang tadi Ia katakan suami terbaik. bahkan makanan kesukaan istrinya saja Ia tak tau.
Bersambung...
__ADS_1
.Jangan lupa like vote dan komen....