
Randi dan Vano menatap kearah pintu bersamaan dan betapa terkejutnya Vano melihat Riska yang datang membawa rantang makanan.
"Siapa yang meminang siapa?" tanya Riska dengan raut wajah penasaran menatap Vano dan Randi.
"Eh sayang, kok nggak bilang kalau mau datang?" tanya Vano terdengar gelagapan.
"Siapa yang meminang siapa?" tanya Riska sekali lagi.
"Ini loh Si Randi minta di pinangin sama Risha asisten aku." jelas Vano.
"Enggak gitu tante, tadi tu Om Vano- aduhh kok kaki Randi diijek Om." protes Randi saat merasakan kakinya di ijak oleh Vano.
"Eh mana ada om nginjak, nggak sengaja om." kata Vano melotot tajam ke arah Randi memberikan kode pada Randi agar tak mengatakan pada Riska.
"Randi suka sama Risha?" tanya Riska.
"Iya sayang, dia naksir minta dipinangin katanya." jelas Vano membuat Randi memutar bola matanya malas.
Vano selalu saja seperti itu, tak mengakui didepan Riska jika Vano ingin merebut Risha darinya.
"Bener Rand?" Riska menatap Randi.
"Ck, aslinya nggak gitu tante," balas Randi membuat Vano langsung melotot lagi ke arahnya.
"Nggak gitu gimana?" Riska benar benar penasaran.
"Udah sana, kamu samperin Risha di kosan aja. dasar kamu ya udah berani bikin Risha nangis." bentak Vano pada Randi membuat Randi sadar jika tujuan awal dirinya kesini untuk menemui Risha.
"Sebenarnya ada apa sih? kenapa juga Risha nangis?" Tanya Riska lagi karena tak kunjung mendapatkan jawaban.
"Tante tanya aja sama om, Risha diapain sama Om. Randi mau nyamperin Risha dulu." kata Randi langsung melenggang pergi meninggalkan ruangan Vano.
"Dasar ponakan kurang ajar. yang bikin nangis siapa yang disalahin siapa!" teriak Vano kesal.
"Ada apa sih mas sebenarnya?"
"Emang kamu belum baca berita?" tanya Vano heran.
"Berita apa?"
"Berita Randi pacaran sama teman nya sesama artis." balas Vano.
"Oh ya bagus dong kalau Randi punya pacar, trus apa hubungan nya sama Risha yang nangis?"
"Randi itu dekati Risha, aku pikir dia memang mau serius sama Risha eee nggak taunya cuma mau main main aja." jelas Vano kesal.
"Mungkin cuma salah paham mas." kata Riska meletakan rantang berisi makan siang dimeja.
"Aku nggak tega ngeliat Risha nangis." kata Vano yang sekarang sudah duduk disamping istrinya.
"Trus, kalau nggak tega kamu mau meminangnya gitu?" tanya Riska menatap tajam kearah Vano.
__ADS_1
"Ee nggak gitu sayang, mana berani aku duain kamu." kata Vano sambil tertawa hambar.
"Aku denger ya mas tadi kamu bilang gitu sama Randi." Riska masih menatap tajam Vano.
Vano menghela nafas panjang, "Sengaja bilang gitu biar si Randi nggak main main sama Risha."
"Yakin gitu? nggak ada niat terselubung lain nya?"
"Ya ampun sayang, mana mungkin aku nikahi Risha beneran. punya kamu aja sudah lebih dari cukup."
"Tetep aja mas, harusnya kamu nggak sembarangan ngomong. gimana kalau orang lain yang denger trus ngiranya kamu beneran mau nikahi Risha?"
Vano menggaruk kepalanya yang tak gatal, ucapan istrinya memang ada benarnya juga.
"Iya iya sayang, maaf deh. janji nggak bakal diulangi lagi." kata Vano hendak mencium pipi Riska namun dengan cepat Riska menghindar.
"Tetep aja mas, kamu harus dihukum." kata Riska yang langsung saja membuat Vano memucat.
"Tidur dikamar sebelah selama seminggu."
"Sayang, jangan gila!" teriak Vano pada Riska.
"Aku nggak mau, nggak mau, nggak mau." kata Vano sambil memeluk Riska manja.
"Ampun deh, mimpi apa punya suami kayak gini."
Sementara Randi kini sudah berada didepan kos Risha, Ia ingin masuk ke dalam namun ada penjaga yang mencegatnya didepan.
"Saya mau ketemu Risha."
"Mas ini siapa nya mbak Risha? ini kos perempuan dan laki laki nggak boleh masuk." jelas pria itu membuat Randi lemas seketika.
Randi mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan dan diberikan pada pria itu agar Ia bisa diizinkan bertemu dengan Risha namun tak diduga pria itu membuang uangnya dengan wajah marah.
"Lo pikir gue bisa disogok? dasar Lo ya." kata pria itu dengan nada keras membuat semua orang yang tadinya berada dikamar kos kini keluar untuk melihat keributan diluar.
Dan semua penghuni kos yang keluar terkejut melihat kedatangan Randi, artis yang baru saja naik daun.
"Itu kan Randi artis pacarnya Keisya, ngapain dia kesini." bisik para penghuni kos yang bisa didengar oleh Randi.
Namun Randi tak memperdulikan itu, "Pak saya mohon cuma mau ketemu sama Risha."
Hingga kamar paling ujung terbuka dan keluarlah Risha dari sana. Sontak mata Risha membulat melihat keberadaan Randi didepan pagar kos nya.
"Risha..." teriak Randi saat melihat Risha keluar kamar yang langsung saja membuat penghuni lain yang keluar menatap ke arah Risha penuh tanya.
"Lo kenal dia ris?"
"Dia kan artis? kok bisa?"
Risha berjalan keluar tak menghiraukan pertanyaan teman teman nya.
__ADS_1
Meski Ia juga tak ingin bertemu dengan Randi namun Ia harus tetap menemui Randi sebelum dia membuat keributan di kosan nya.
"Ini teman nya mbak Risha?" tanya Penjaga kos.
Risha mengangguk, "Iya pak, dia teman saya."
"Oalah ya udah neng, kirain dia ngada ada soalnya mau ketemu mbak Risha aja pakai nyogok uang segala." jelas penjaga itu membuat Risha menatap tajam ke arah Randi yang hanya menunduk.
"Kalau gitu saya permisi dulu neng." kata penjaga itu pergi meninggalkan Risha sementara teman teman Risha pun juga sudah memasuki kamar masing masing.
"Maaf... aku cuma mau ketemu dan ngomong sama kamu." kata Randi.
Risha menghela nafas panjang, "Ngomong apa mas? kayaknya kita nggak terlalu dekat sampai ada yang harus di omongin."
"Semua cuma salah paham, aku nggak pernah pacaran dengan keisya." jelas Randi sedikit berteriak.
"Kita jangan ngomong di sini mas." kata Risha.
"Oke, kita ke mobilku."
Risha mengangguk, "Mas jalan duluan."
Randi menghela nafas panjang lalu mengangguk menuruti Risha.
Keduanya sudah berada didalam mobil,
"Aku sudah pernah bilang sama kamu, jangan pernah percaya sama berita. mereka bohong. mereka jebak dan fitnah aku." kata Randi langsung saja mengungapkan kebenaran oada Risha sementara Risha hanya menunduk.
"Apa kamu nggak percaya sama aku?" tanya Randi melihat Risha hanya diam saja.
"Aku bener bener serius sama kamu."
"Ak-aku cuma takut terlalu berharap mas." kata Risha menbuat Randi terdiam.
"Jika memang berita itu hanya fitnah, baiknya mas selesaikan dulu. jangan menganggu saya karena saya tidak ingin masuk ke dalam masalah mas." jelas Risha membuat Randi terdiam.
Mereka terdiam cukup lama,
"Kalau masalah saya selesai, kamu masih mau menikah dengan ku Risha?" tanya Randi penuh harap.
"Saya belum tau." balas Risha sambil menunduk.
Cekrek....
cekrek...
Dan suara jepretan kamera dari luar mengejutkan keduanya.
"Mas Randi dengan siapa didalam? kenapa bukan mbak keisya?"
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen...