
Ander keluar dari mobil dan langsung disambut oleh Mom dan Dad nya, Ander pun menghambur ke pelukan keduanya.
"Ya Allah, berapa lama nggak ketemu sekarang sudah segede ini." kata Ella kala Memeluk Ander.
"Ck, baru juga bulan kemarin. lupa Mom?" tanya Ander geli mendengar candaan Mom nya.
Semenjak Ander memutuskan kuliah diluar negeri mengambil S1 dan melanjutkan S2 disana memang Ander selalu mendapatkan kunjungan dari kedua orangtuanya setiap bulan. Meski Ander sudah melarang karena Mom nya sekarang sudah sering sakit sakitan namun tetap saja Mom dan Dad nya selalu datang.
Ella terkekeh "Dan sekarang Mom seneng kita nggak berjauhan lagi."
"Iya jadi Mom nggak perlu nyamperin Ander padahal lagi sakit juga." Sindir Ander.
Pernah Ella mengunjungi Ander disaat Ella sedang demam waktu itu, membuat Ander marah karena Ella terlalu memaksa diri namun Mom nya itu mengatakan jika Ia akan sembuh kalau sudah bertemu dengan Ander dan benar saja baru dua jam mereka bertemu, Deman Ella sudah turun. benar benar membuat Alex kewalahan waktu itu. menghadapi dua orang yang sama sama keras. Ella yang keras kepala harus mengujungi Ander meskipun Ella sakit dan Ander yang tetap kekeuh melanjutkan studinya diluar negeri meski Alex sudah membujuknya untuk pulang dan pindah kuliah di sini, Ander menolak.
"Jadi gitu? cuma Mom aja yang dipeluk? Dad nggak nih?" cibir Alex melihat dirinya di acuhkan oleh Ander.
"Ck, Dad nyebelin." gerutu Ander.
"Lho? kenapa?"
"Aku baru tau ternyata Dad masang kamera pengintai di apartemen." sebal Ander membuat Alex terbahak.
"Duh ketahuan." kata Alex masih terbahak membuat Ander semakin kesal.
"Itu Mom yang nyuruh sayang, kamu jangan marah sama Dad." kata Ella sambil mengelus punggung Ander.
"Kenapa Mom?" tanya Ander heran.
"Mom kamu itu takut kamu kena pergaulan bebas disana makanya minta Dad pasang kamera itu." jelas Alex lalu merentangkan kedua tangan nya menyambut pelukan Ander.
"Dulu Dad juga pernah segagah ini." gumam Alex membuat Ander mencibir.
"Kenapa kalau Dad masih gagah? mau nikah lagi?" ketus Ander sontak membuat Alex terkekeh.
Ella yang samar samar mendengar kata menikah lagi pun melotot "Dad mau nikah lagi?"
"Enggak sayang, ni lo Ander yang udah nggak sabar mau nikah." balas Alex membuat Ander melotot tak terima.
"Dad..." protes Ander.
Nyatanya Ella menanggapi ucapan Alex dengan serius, "Benar nak? kamu mau nikah? kenapa calon nya nggak dikenalin sama Mom?"
"Ya ampun mom, Dad bohong. ah terserah lah." Ander malah kesal sendiri.
__ADS_1
Menikah? siapa yang ingin menikah muda. itu tidak ada dalam kamus hidupnya pagipula ajang balas dendam nya saja belum terlaksana tentu saja Ia tak akan menikah sebelum membalas Eliya.
Sementara Eliya masih berdiri di samping mobil, memperhatikan ketiga orang yang masih melepas rindu. Rasa gugup menghinggapi diri Eliya setelah Ander dengan tegas mengucapkan kata Cantik yang benar benar membungkam mulut Eliya. Membuat Eliya tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.
Seperti saat ini, Ia hanya bisa memandangi, tak ingin menganggu walaupun sebenarnya Ia harus segera pergi namun tunggu lah sampai ketiga orang itu selesai.
"Eliya sayang, kenapa berdiri disitu. sini." merasa namanya dipanggil oleh Ella, Eliya pun segera datang mendekat.
"Ya nyonya, eh." seketika Eliya membungkam bibirnya dengan kedua tangan nya kala Alex memberikan kode padanya.
"Bukankah sudah kubilang tadi."
"Maafkan saya." ucap Eliya menunduk.
Ella tersenyum lalu merangkul Eliya "Ikutlah makan siang bersama kami." ajak Ella.
"Ti-tidak tidak perlu, saya buru buru harus ke toko bunga."
"Ck kau ini seperti Ayahmu saja." cibir Alex.
Ander sebenarnya malas, momen ini ingin Ia habiskan bersama orangtua nya tanpa gangguan siapapun namun akhirnya Ia mengalah demi kelancaran balas dendam nya,
"Iya, ikutlah makan siang bersama kami. bukankah sudah lama juga kita tidak bertemu? kau tidak merindukanku?" kata Ander yang sontak membuat Eliya, Ella dan Alex menatap ke arah Ander bersamaan.
Ucapan Alex tentu membuat Eliya takut "baiklha baik, saya ikut makan siang." kata Eliya mengalah.
Mereka pun akhirnya memasuki mansion,
Dimeja makan sudah dipenuhi bermacam macam hindangan yang memang sengaja di masak untuk menyambut kedatangan Ander.
"Haruskah Mom memasak sebanyak ini?" cibir Ander lalu duduk bersebrangan dengan Eliya.
"Kau tau Ander, Mom membuatkan mu semua masakan ini sejak subuh tadi, sampai Ia tak mengurus Dad." adu Alex membuat Ella terkekeh.
"Jangan berbicara seperti itu sayang, kita berdua sama sama bekerja keras hari ini untuk menyambut kedatangan putra tampan kita." balas Ella membuat Ander mencebikan bibirnya.
"Eliya, makanlah yang banyak. jangan sungkan." kata Ella yang langsung diangguki Eliya.
Ander mengambil sepotong daging asap yang sudah dimasak lalu meletakan dipiring Eliya "Cobalah ini, makanan ter enak buatan Mom." kata Ander yang membuat Eliya menatap ke arahnya tak percaya begitu juga dengan Alex dan Ella yang sama sama heran dengan sikap baik putranya itu.
"Kenapa dia harus bersikap seperti itu?" batin Eliya memaksakan senyum.
Acara makan siang ini cukup hangat, Alex dan Ander sibuk membicarakan masalah perusahaan yang nantinya akan diberikan pada Ander. sementara Ella dan Eliya tak mau kalah, mereka juga membicarakan masalah toko bunga yang kini sudah di berikan pada Eliya.
__ADS_1
"Kau tau Ander? toko bunga Mom baru setahun dipegang oleh Eliya kini sudah berkembang pesat bahkan sudah membuka cabang." jelas Ella dengan bangga nya.
"Wow, kau keren sekali Eliya." puji Ander membuat Eliya tersipu malu.
Ayolah Eliya, berhentilah tersipu malu seperti ini batin Eliya.
"Te-terimkasih." balas Eliya gugup.
"Sepertinya kalian cocok?" celetuk Alex.
"Maksud Dad?"
"Ah tidak apa apa." balas Alex melanjutkan makan siang nya.
Tidak, jangan sampai Dad mengetahui rencananya. bisa kacau rencana nya jika sampai Dad mengacaukan semuanya.
"Setelah ini kau kembali ke toko?" tanya Ella.
Eliya mengangguk sopan "Biasanya hari sabtu banyak yang datang, pasti mereka kewalahan jadi saya bisa membantu sedikit."
"Wah kau serajin itu, pantas saja banyak yang datang." Alex terlihat kagum.
Eliya hanya tersenyum mendengar semua pujian pujian itu.
"Aku akan mengantarmu ke toko." kata Ander dengan suara lantang menbuat semua orang kembali memandang ke arahnya.
"Ti-tidak perlu. aku akan kesana sendiri." balas Eliya kembali gugup.
"Dan aku akan memaksa!" Ander bangkit dan mendekat ke arah Eliya duduk lalu mengandeng tangan Eliya "Ayo berangkat sekarang, kita sudah selesai makan siang." ajak Ander.
"Ti-tidak, aku akan pergi sendiri."
"Aku bilang aku akan memaksa."
Akhirnya Eliya menyerah dan menuruti Ander.
Kini tinggalah Alex dan Ella yang menatap ke arah Ander sedikit tak percaya,
"Bukakah mereka terlihat manis sayang?"
Bersambung.....
Jangan lupa like vote dan komen...
__ADS_1