Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah
Ex. Part 21


__ADS_3

"Mom, what did you say? Jangan begitu! Bagaimana pun saat ini Anna yang menjadi menantu kita. Meskipun mereka telah sempat jauh, ternyata mereka memilih kembali utuh untuk bersama, kamu harus menghormati keputusan mereka!" ucap ayah suaminya.


Ia melihat jelas perubahan wajah Anna yang sedih. Ayah mertuanya itu mengusap punggung Anna. "Maafkan Mamamu ya? Kadang Mamamu lupa, bagaimana cara bersikap kepada seorang anak, karena memang terlalu lama tidak bersama dengan Amar."


Anna segera menyeka air mata yang hampir jatuh di pipinya. Ia menganggukan kepala kembali melanjutkan merapikan meja makan. Ia menambah jumlah piring di meja ini karena kedua mertuanya bisa dipastikan akan ikut makan siang bersama di sini.


Di sela menyiapkan meja, Amar telah masuk ke dalam rumah menggandeng tangan Anan. Kepala Amar melirik kendaraan asing yang juga terparkir di depan beranda rumah ini.

__ADS_1


"Saya—" Mata Amar menangkap dua sosok yang sedang berbincang di beranda samping menatap taman yang baru dirapikan istrinya.


Anna terlihat lelah, dan sendu menyadari kehadirannya yang baru saja sampai di rumah.


"Mama kenapa? Capek ya?" tanya Anan mendekat pada sang ibu.


Wanita dengan rambut yang sudah memutih menatap ke arah dalam. Wajahnya sumringah melihat kehadiran putra mereka yang sudah lama tidak dijumpai. Ia bangkit dan berjalan cepat menuju ke tempat anaknya berada.

__ADS_1


"Akhirnya kamu pulang juga, Amar." Mata wanita itu turun ke arah bocah yang digandeng oleh putranya itu.


"Siapa ini?" tanya wanita yang melahirkan Amar.


"Anakku," jawabnya singkat.


Amar menarik Anan yang terus diteliti oleh wanita itu.

__ADS_1


"Sudah Ma, jangan menbuat anakku ketakutan seperti itu."


__ADS_2