Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah
39. Menjalani rencana


__ADS_3

"Kenapa kamu menggeleng? Kita kerjai aja dia dulu ...." Nenek mengusap kedua tangannya bergantian tersenyum penuh arti.


*


*


*


Keesokan hari, Nenek mengulangi menghubungi Amar. Beberapa kali panggilan tak kunjung dijawab hingga akhirnya Nenek hampir putus asa. Nenek sengaja menunggunakan mode speaker phone, agar bisa didengar oleh Anna.


"Hmmm ... Ya, Nek?" suara melas terdengar dari ujung panggilan.


"Kamu nggak kerja?"


"Ah, aku lagi kurang sehat, Nek. Jadi di rumah aja." Suara sayu terdengar dari ujung panggilan.


"Anna ada di sana? Nenek mau mengengok kalian ke sana." ucap Nenek mengedipkan matanya kepada sang cucu menantu.


Amar tak bergeming beberapa waktu. "Nenek bagaimana kabarnya?"


"Loh? Kenapa kamu malah mengalihkan pembicaraan? Mana Anna? Nenek mau ngobrol dengannya sejenak."


Bagian seberang, kembali terdengar hening. "Sepertinya dia sedang ke pasar."

__ADS_1


Anna membesarkan matanya dan Nenek menggelengkan kepala. "Kira-kira, dia pulang jam berapa? Nenek mau ke sana saat ini juga."


"Hmmff, emangnya Nenek mau ngapain ke sini?" tanya yang di seberang terus mencoba menutupi sesuatu.


"Emangnya Nenek harus memiliki alasan menengok cucu yang sudah Nenek besarkan. Tentu saja, Nenek juga mau bertemu istrimu. Nenek udah kangen banget sama kalian. Jadi tunggu Nenek ya? Nenek udah"


Hening pun kembali melanda orang yang ada di seberang. "Tapi Amar lagi pengen mengajak Anna jalan-jalan."


"Katanya kamu lagi kurang sehat, Anna lagi ke pasar, terus jalan-jalannya kapan? Kamu mau bohongi Nenek?"


"Bukan begitu, Nek. Aku dan Anna sedang ... Hmmm ya gitu lah." Amar terus berkelit dan semakin membuat Anna hening dalam kekesalan.


"Kalau begitu, Nenek akan ke sana saat ini juga ya? Nenek bener-bener kangen sama kalian. Apalagi Nenek mau mengajak kalian berdua jalan-jalan. Mumpung kamu lagi libur." ucap Nenek cepat menahan tawa di bibirnya.


Sebelum Amar terus berkeluh kesah, Nenek Andari menutup panggilan tersebut. Nenek juga menutup mulut menahan tawa, merasa geli saat ia mengaerjai sang cucu.


"Bagaimana akting Nenek?" tanya wanita lanjut usia itu, masih terkekeh dengan drama yang ia buat.


"Bagus si, Nek. Tapi kenapa harus aku yang dijadikan subjek?" raut Anna terlihat sedikit tidak setuju.


"Yaa, karena Nenek mau mengajakmu berakting bersama Nenek. Apa kamu mau?" ajak Nenek mengusap lengan Anna.


*

__ADS_1


*


*


Usai panggilan ditutup tadi, Amar yang masih tidak bersemangat, memaksa dirinya untuk bangkit. Ia mondar-mandir memikirkan sesuatu yang harus membuat Nenek yakin, bahwa hubungannya dengan Anna baik-baik saja.


Amar segera menghubungi Anna, tetapi panggilan itu tak kunjung masuk juga. Amar mengusap kepalanya yang telah pusing. "Kamu ke mana sih? Kenapa harus Nenek yang menanyakanku? Haruskah aku berkata jujur dengan Nenek Andari bahwa aku tidak ... belum jatuh cinta padanya. Bahwa kami akan segera berpisah?"


Di sebuah salon, Nenek sedang memandangi Anna yang didandani dengan sedemikian rupa. Setelah semua usai, Nenek bertepuk tangan dan mengacungkan kedua jempolnya.


Setelah keluar dari salon, Anna berta-brakan dengan pasangan yang tak pernah ingin dilihatnya. Pria yang tadinya sibuk dengan ponsel tanpa memperhatikan wanita yang asik melirik semua yang ada di toko, kini serempak beralih pandang.


Mata pria yang tak lain adalah Zico terbuka dengan sangat lebar melihat penampilan Anna saat ini. Mata dan bibirnya melongo memandangi Anna yang kali ini terlihat berbeda.


Wanita yang tadinya berada di sampingnya, tak lain adalah Silvi menggoyangkan lengan Zico yang masih terpana pada wanita yang me mu kul kulnya kala pesta pernikahan mereka berdua. Namun, Zico tak bergeming di kala raut wajah sang istri terus terlihat kesal.


"Mas? Kamu?" Silvi melepaskan lengan sang suami. Kini ia berjalan mendekati Anna yang menyilaukan mata suaminya.


"Nah, ini dia. Istri dari Direktu Penerbit yang mendenda suamiku hingga lebih dari seratus juta. Ini semua pasti ulahmu bukan?"


Silvi mengelilingi Anna mencoel pakaian yang dikenakan oleh Anna saat ini. "Hmmm, sepertinya kamu semakin gendut saja?"


__ADS_1


Visual boleh cek di IG author yaah ... @sofie.espada


__ADS_2