Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah
71. Berita Ho4x


__ADS_3

"Ambil lah! Seharusnya aku memberikan mawar ini setiap hari kepadamu semenjak sepuluh tahun yang lalu."


Anna memutar kepalanya, melihat siapa yang menyerahkan bunga-bunga cantik tersebut. "Bang Amar?"


Pria itu menganggukan kepala. Berharap Anna segera merangkul bunga-bunga itu masuk ke dalam pelukannya.


Anna melirik kembali pada orang tua siswa yang tiada henti melirik dengan tatapan aneh kepadanya. Dengan terpaksa, Anna memasang senyum kaku menerima buket bunga itu.


Kaum ibu, kembali melanjutkan membisikkan Anna. Anna merangkul bunga tersebut dengan lesu.


"Istriku, kenapa kamu terlihat sedih seperti ini? Apa ada yang menyakitimu?"


Semua orang kembali melirik ke arah Amar. Kali ini wajah mereka terlihat heran. Karena sebuah rasa penasaran, seorang wanita memberanikan diri untuk bertanya.


"Emangnya sejak kapan kalian menikah?"


"Kami sudah sangat lama menikah. Sudah sepuluh tahun usia pernikahan kami. Emang kenapa? Apa yang kalian lakukan kepada istri saya, hingga membuat dia sedih begitu?"


Kaum ibu tadi tersentak dan menggelengkan kepala. Lalu saling sikut dan melirik di ujung mata. Amar menarik lengan Anna yang masih tersudut dalam sedihnya. Namun, Anna melepaskan tangan Amar dan beranjak menuju posisi lain yang dekat denyan gerbang masuk.

__ADS_1


Amar melirik kaum ibu tadi. Ia mencoba menebak apa yang terjadi di dalam benak tanpa mengatakan apa pun, lalu bergegas menuju tempat Anna berdiri menunggu Anan.


"Mulai hari ini, apa pun yang terjadi, aku akan selalu berada di sisimu." Amar menggenggam satu tangan Anna yang bergantung lesu.


Perasaan Anna yang tadinya begitu kacau, perlahan menjadi sedikit tenang. Ia membiarkan Amar menggenggam tangannya, meskipun ia membuang muka, tak menoleh sedikit pun pada Amar, yang tengah sumringah memandang genggaman mereka.


Tak lama kemudian, bell pulang pun telah berbunyi. Anan muncul di antara siswa lain berlari kecil mencari Amar yang telah berjanji akan menjemputnya setiap hari, meskipun jarak sekolah dan rumahnya tergolong sangat dekat.


Pemandangan tak terduga ia dapatkan saat melihat kedua orang tuanya saling bergenggaman. "Papa ... Mama ..." Anan bersorak ceria berlari mendekat kepada kedua orang itu.


"Anan senang, Papa dan Mama kompak untuk menjemput Anan. Kalau setiap hari begini, pasti akan sangat menyenangkan." ucap bocah itu dengan wajah sumringah menghirup aroma mawar segar yang berada di tangan ibunya.


"Biar kan dia pulang bersamaku. Kau boleh kembali ke kantormu!"


Amar menghela napas panjang. "Kenapa tidak sekalian saja? Aku tak keberatan—"


"Tapi aku keberatan!" sela Anna tak memberi Amar kesempatan berbicara.


Tanpa mereka sadari, orang-orang yang semenjak tadi terus memantau kembali saling berbisik. Lalu mereka saling mengangguk dan masih melirik ke arah mereka.

__ADS_1


"Anan mau ikut Papa, Ma. Ayoo, Ma? Kita ikut makan siang bareng Papa."


"Anan, lebih baik kita pulang! Ada banyak hal yang harus Mama katakan padamu!" Anna menarik tangan putranya.


"Mamanya Anan, lebih baik turuti saja keinginan anak dan suaminya. Cepat lah kalian baikan! Biar yang lain tidak gampang terpengaruh pada berita ho4x yang beredar."


Amar menatap Anna, ia memastikan Anna tampak sangat kebingungan. Amar menyimpulkan sendiri bahwa Anna sama sekali tidak tahu dengan apa yang terjadi.


"Apa maksud ibu dengan berita ho4x?" tanya Amar.


Namun, wanita itu menutup mulut dan menganggukkan kepala mohon diri. Namun, Amar mendekati salah satu orang tua siswa itu.


"Tunggu, Bu. Apakah ada sesuatu yang sedang beredar, tetapi kami tidak tahu?"


Wanita itu tergugu karena dicegat oleh Amar. "Aah, ada beredar tadi malam. Katanya ... Hmmm ... Boleh lihat sendiri, Pak. Saya tidak tahu. Saya pamit dulu."


Amar segera mengecek berita yang dimaksud, dan memang ketika ia membuka aplikasi tersebut, langsung keluar FYP Silvi sedang menyebarkan berita fitn4h terhadap Anna.


Amar segera menghubungi Darma. "Saya tak mau tahu, buat video itu di-t4kedown dan layangkan somasi pada putri pak Wage itu!"

__ADS_1


__ADS_2