Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah
33. Luka tak berd*rah


__ADS_3

Anna menggelengkan kepala. Sebenarnya ia sudah meneguhkan hati untuk tidak terlalu memikirkan Amar. Ia tahu, hubungan mereka bukan didasarkan atas rasa cinta.


Namun, hati kecilnya merasa terluka. Di saat ia sendiri tidak baik-baik saja, suaminya itu lebih mementingkan wanita yang bukan istrinya.


Anna, sadar lah! Kalian itu akan berpisah! Kamu bukan siapa-siapanya! Dia sudah memiliki Luna, yang akan menjadi pendampingi setelah perpisahan kami. Sadar lah! Jangan banyak berharap!


Dokter Yoga melihat Anna merenung, tak lagi terfokus pada panggilan video ini. "Anna?" Panggilan pertama pun dilakukan, ternyata tidak digubris.


"Anna?" Masih belum ditanggapi.


"Anna!" Kali ini Anna tersentak dan air matanya jatuh begitu saja.


Dokter Yoga merasakan kejanggalan dengan pasiennya tadi. "Apa kamu mengenal pria tadi?"


Anna mengusap air matanya cepat menggelengkan kepala. Dokter Yoga berjalan cepat mengejar pria yang mengiringi brangkar tersebut.


Namun, ambulance yang membawa pasien berpindah lokasi telah pergi. Dokter Yoga tidak bisa menghentikan langkah orang-orang tadi.


"Maaf, Dok. Saya ingin meminta nomor rekening Anda. Saya akan mengganti dana yang terpakai atas semua makanan ini."


"Ah, jangan! Saya tidak menjualnya. Itu buatmu!"

__ADS_1


Anna merenung terlihat lesu. Makanan yang telah masuk beberapa suap memiliki rasa yang sangat lezat, kini tak lagi menarik hatinya.


"Baik lah, Dok. Kalau Dokter tidak mau, nanti aku akan ke sana untuk mengantarkannya sendiri."


"Tidak usah!" Namun panggilan itu sudah berakhir.


Padahal dia tidak boleh banyak bergerak.


Dokter Yoga kembali menaruh kedua tangan di pinggang. "Apa orang tadi ya? Bapak bayi dalam kandungan Anna. Dia terlihat shock saat pria itu lewat."


Dokter Yoga akhirnya menyugar rambutnya mengedikkan bahu.


*


*


*


"Mata, terpejam lah! Dia akan baik-baik saja! Dia itu bukan anak kecil yang harus aku khawatirkan setiap hari."


Namun, mata Anna tak kunjung terpicing sedikit pun. Bahkan, ia menunggu suaminya duduk di sofa ruang tamu, tepat di depan pintu.

__ADS_1


Waktu terus meringsek hingga pagi, tanpa ia sadari rasa lelah mendera membuatnya terlelap begitu saja duduk di sofa itu.


Pada pukul lima pagi, terdengar suara kunci sedang dibuka dari luar. Pintu terbuka dan Amar disambut pemandangan seorang wanita terlelap di atas sofa ruang tamu.


Amar yang merasa kacau melewatinya begitu saja. Ia beralih masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan diri di atas kasur. Ia terlelap dengan rasa lelah yang luar biasa.


Anna pun terbangun saat matahari sudah tegak pada posisinya. "Astaghfirullah, belum sholat subuh." Anna segera beranjak masuk menuju kamarnya dan segera melaksanakan kewajiban yang benar-benar terlambat ia rasakan.


"Ya Allah, ampuni hamba melalaikan sholat. Hamba sungguh-sungguh ketiduran. Setelah ini, hamba tidak akan terlambat lagi."


Usai melaksanakan kewajibannya, Anna mengingat sesuatu. "Bang Amar belum pulang? Apa yang terjadi dengannya? Apa masih seperti waktu itu? Dia tidak pulang karena menginap di kantor?"


Anna menarik ponselnya yang ternyata sudah kehabisan batrai. "Apa Bang Amar mencoba menghubungiku, tapi aku tidak tahu karena batrainya habis?"


Anna segera memasang alat penambah daya pada ponselnya. Ia pun segera mengaktifkan ponsel khawatir memiliki panggilan tidak terjawab dari Amar. Namun, Anna lagi-lagi tercenung dengan kenyataan.


"Apa hanya aku saja yang terlalu khawatir?"


Anna menekan tombol hijau, menghubungi seluler suaminya itu. Namun, terdengar nada dering yang sangat ia hapal. Anna mencoba mendengarkan dengan seksama. Memang tak salah lagi, suaranya berasal dari kamar Amar.


"Mungkin ponselnya tertinggal, makanya dia tidak menghubungiku sepanjang hari kemarin."

__ADS_1


Anna bangkit mengecek kamar Amar. Namun, saat ia membuka kamar itu, satu kenyataan membuat ia benar-benar terjatuh, mendapati Amar lelap nyenyak di atas ranjangnya. Anna mengernyitkan wajah, ada sembilu yang mengiris hatinya. Rasa perih, tetapi tak mengeluarkan d*rah setetes pun.


__ADS_2