Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah
45. Masih bersama Nenek


__ADS_3

"Bukan hanya aku yang tersiksa, tetapi dia juga lebih tersiksa."


Nenek Andari terdiam sejenak. Terdengar helaan napas yang panjang dari Nenek Anadari. Suasana pun terasa sunyi dengan seketika. Beberapa waktu seperti itu, terlihat Nenek Andari beranjak dari kursi yang ia duduki meninggalkan Anna sendirian.


Apakah Nenek jadi marah padaku?


*


*


*


Keesokan hari, seperti biasa Nenek sudah beberes di dapur kala pagi hari usai melaksanakan kewajiban Subuh. Mendengar suara pergerakan di dapur, Anna pun mengintip apa yang sedang dilakukan oleh Nenek Mertuanya ini.


"Nenek lagi masak apa?"


Ada kejanggalan sikap Nenek yang berbeda dari sebelumnya. Nenek tidak menoleh ke arah Anna sedikit pun.


"Nenek, apa boleh aku bantu?"


Nenek Andari hanya sibuk dengan kegiatannya sendiri, mencuci piring kotor yang baru digunakan.


"Nenek marah padaku?"


Nenek Andari masih tidak mengubris Anna. Anna merasa sedih melihat tingkah Nenek saat ini. Anna memeluk Nenek Andari dari belakang, membuat Nenek Andari menghentikan kegiatannya mencuci piring.

__ADS_1


"Maaf kan aku, Nek. Aku memang anak tak berguna. Aku tidak bisa nengikuti keinginan Nenek. Karena, Bang Amar memang tidak bisa mencintaiku."


Nenek memutar tubuhny yang dipeluk oleh Anna. "Kenapa kamu menyimpulkan seperti itu? Apakah kamu bisa mendengar isi hatinya?"


"Aku hanya bisa merasakan, Bang Amar itu sangat mencintai Luna. Rasanya sesak Nek, berada di antara mereka."


Kedua tangan Nenek Andari menangkup kedua pipi Anna. "Apa kamu akan memberikannya kesempatan, jika dia bisa mencintaimu?"


"Entah, Nek. Rasanya sakit memikirkan diri ini sekedar pelarian. Apakah dia benar-benar mengingatku atau tidak pun, aku tak tahu."


Masih jelas dalam ingatannya akan perjanjian dalam kontrak pernikahan itu. "Oh ya, aku juga tidak akan ambil pusing lagi bagaimana sikapnya kepadaku. Apakah masih mencintai wanita masa lalunya itu atau tidak. Sepertinya, lebih baik kami menjalani hidup sendiri-sendiri."


Anna mencium tangan Nenek. "Terima kasih, Nek untuk segalanya."


"Kamu mau ke mana?" Nenek Andari menahan genggaman tangan Anna.


"Jangan! Jangan pergi ... Setidaknya kamu temani Nenek di sini supaya Nenek tidak sendirian lagi."


Anna tidak fokus menatap Nenek Andari. Ia menyugar helaian rambut yang jatuh menutupi wajah, lalu menjepitnya ke belakang telinga. Ia mengusap dahi beberapa kali.


"Nenek tahu, kamu merasa keberatan. Seolah Nenek memaksakan Amar kepadamu. Hanya saja Nenek ingin kamu tahu bahwa, Nenek senang saat kamu menjadi istri Amar. Meskipun kalian belum saling mencintai. Namun, jika memang tak ada kesempatan untuk kalian berdua, tetap lah di sini bersama Nenek. Nenek senang bisa memiliki teman ngobrol. Bukan sekedar ngobrol dengan foto-foto di rumah ini aja."


Anna terduduk lemas mendengar itu. "Entah lah, Nek. Tapi, Nenek janji jangan marah padaku ... Apa pun nanti akhir kisah kami berdua, Nenek jangan pernah membenciku."


Nenek mengusap lengan Anna dan mengangguk tersenyum.

__ADS_1


*


*


*


Amar sedang membongkar-bongkar berkas perjanjian kontrak antara dia dan Anna. Ia hanya memiliki salinan kontrak tersebut, karena yang asli dipegang oleh Anna.


Kali ini, ia membaca isi kontrak yang tidak pernah dibaca dengan benar. Karena, dalam kepalanya selalu ingin mengakhiri semua dengan istrinya itu.


1. Tidak melakukan hubungan suami istri pada umumnya


"Oke, kalau sekarang memang nggak boleh. Tapi, nanti mungkin boleh."


2. Bercerai saat usia anak yang dilahirkan Anna telah mencapai umur enam bulan.


Amar mengusap dagunya. "Aku bersedia menjadi ayah bagi bayinya."


3. Tidak ikut campur pada urusan masing-masing.


"Tidak bisa, ini harus diganti dengan 'Saling mengerti dan saling peduli."


4. Melancarkan balas dendam kepada Zico.


"Ini kan udah, nanti aku kasih tanda bintang biar Anna tahu bahwa aku telah berhasil mempermalukan si baj*ngan itu pada keluarga istrinya."

__ADS_1


5. Semuanya akan batal jika mereka sama-sama tidak ingin berpisah dan saling memcintai


"Bagaimana cara mengambil hatinya?"


__ADS_2