
Dokter Yoga menjadi salah tingkah karena sikap Anna. Membuat suasana di ruangan tersebut menjadi canggung oleh sikapnya yang dingin itu.
Dokter Yoga menatap panjang kepada Anna, menebak-nebak apa yang terjadi di rumahnya sembari memeriksa tekanan darah Anna. Saat melihat tensimeter digital tersebut menunjukkan hasil akhirnya, wajah Dokter Yoga terlihat mengernyit.
"Apa kamu tidak pusing?"
Anna menatap datar dan menganggukkan kepala.
"Terus ada kendala lain? Tidur bagaimana?" tambah dokter itu.
"Sedikit susah." ucapnya singkat kembali.
"Apa kamu banyak pikiran?"
Anna mengangguk. Membuat Dokter Yoga sedikit bingung menghadapi pasiennya yang satu ini.
"Bisa dijelaskan dalam bentuk bahasa verbal? Jika hanya sekedar mengangguk dan menggeleng saja, jujur ... Saya tidak tahu harus memberikan tindakan apa kepadamu. Maaf, kita bahasa santai saja karena kamu lebih muda dariku."
Anna menatap lurus kepada Dokter Yoga. "Ya, terserah Anda."
...
Suasana kembali hening. Dokter Yoga menjadi canggung dengan sikap ibu muda pasiennya ini. Ia bangkit dengan sedikit kikuk.
__ADS_1
"Ayo kita periksa! Berbaring dulu di sana!" Dokter Yoga menunjuk brangkar yang digunakan untuk pemeriksaan.
"Sebenarnya beberapa hari lalu saya sudah periksa kondisi kesehatan bayi. Ada sedikit kecelakaan dan kemarin rasanya sakit sekali."
Dokter Yoga menjadi kaku mendengar penjelasan Anna yang dianggap terlalu baku. "Aah, apakah kamu suka dengan cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari?"
Anna menatap pria yang mengenakan jas putih itu masih dengan wajah datarnya. "Maaf ... Jika Dokter merasa terganggu." Anna menundukkan wajahnya. Bayangan Amar yang berlari dengan khawatir menuju ruang rawat Luna seperti mengusik hatinya.
"Apa kamu memiliki banyak masalah?" tanya Dokter Yoga.
Anna menatap Dokter Yoga dengan datar. Pria yang mengenakan jas putih itu melihat ke arah belakang menyangka Anna melihat sesuatu yang ada di belakangnya. Saat menyadari Anna benar-benar menatapnya, Dokter Yoga pun berdehem.
"Apa ada kotoran yang menempel di wajahku, eh saya ...." ucapnya kembali berusaha formal.
"Lalu kenapa kamu melihatku seperti itu?"
Anna menggelengkan kepalanya kembali.
"Jangan angguk geleng angguk geleng melulu. Saya ini bukan penyandang difabel, tuna rungu. Jadi, saya harap kamu menggunakan bahasa verbal yang saya mengerti!" ucap Dokter Yoga sedikit ditekan.
"Pppfftt ..." Perawat yang menemani Dokter Yoga terkekeh mendengar ucapan Pria yang menjadi rekan kerjanya ini.
Akan tetapi, berbeda dengan Dokter Yoga, Anna masih terlihat tenang memperhatikan kekisruhan dokter kandungan yang masih terlihat muda itu.
__ADS_1
"Ekhemmm ... Jadi sekarang bagaimana keadaanmu? Apakah masih sakit?" tanya Dokter Yoga setelah ia merasa tenang sendiri. "Jawabnya pakai bahasa Verbal yang benar-benar saya pahami!
"Sekarang tidak sakit sih Dok. Tapi kalau harapan untuk keguguran, masih ada nggak, Dok?" Anna mengatakannya masih dengan muka datar.
Dokter Yoga mengerutkan kening mendengar ucapan Anna. "Saya bisa suuzdhon mendengar perkataan kamu barusan."
Anna menundukkan kepala menatap perutnya yang sudah mulai padat karena kehamilan. Setelah itu, Anna menggelengkan kepalanya. "Hanya saja aku ...."
"Kamu lagi ada masalah dengan ayah dari anak ini? Ke mana ayahnya?"
Anna tersentak dan tersenyum tipis. "Mungkin sedang bekerja." jawabnya asal.
Dokter itu memasang wajah teramat heran. "Kamu kenapa? Kok nggak bersemangat gitu?"
"Ah enggak, Dok. Aku lagi tidak mood aja. Aku memang merasa lebih sensitif. Maklum Dok, aku lagi hamil muda. Jadi mood swingnya parah banget."
Dokter Yoga memutar meja berjalan ke arah Anna. "Ayo, Bu ... Mari saya bantu menuju brangkar."
"Tidak usah, Dok. Saya bisa sendiri." Anna bangkit merebahkan diri di atas brangkar.
Perawat yang lain membantu menutupi bagian kaki dan yang tidak diperlukan. Setelah perut Anna diberi jell khusus, Dokter Yoga mengecek denyut jantung calon bayi yang ada di dalam rahim Anna.
Beberapa waktu ia mencari bagian denyut jantung dari bayi di dalam rahim. Akan tetapi, Dokter Yoga tidak menemukan suara detak jantung bayi yang ada di dalam rahim Anna.
__ADS_1