
"Apa katamu? Kau menuduh mamaku tukang goda?"
Amar mendekati sumber suara. Tampak di pojok bagian sekolah satu anak dikepung oleh banyak anak lain. Amar terpana akan wajah anak yang berada di tengah kepungan anak lain.
Wajah anak itu begitu mirip dengan Anna. Ah, ini bukan waktunya untuk memikirkan Anna. Anak itu dalam bahaya.
"Kalau bukan tukang goda, lalu apa kerja mama lu? Mama lu kan gak ada suami! Kerja wanita gak punya suami, ya godain suami orang!" ucap seorang anak yang paling dominan dibanding anak yang lain.
"Mama lu pasti goda-goda pelatih kan?"
Satu anak yang berada di tengah, tampak menarik lengan seragamnya ke atas. "Coba katakan sekali lagi! Mamaku tidak seperti yang kamu katakan! Mamaku tidak pernah menggoda siapa pun!" teriaknya.
Anak tampan itu berjalan gagah tanpa rasa takut menarik anak yang sedari tadi menghina ibunya.
"Ekhem ... Ap yang kalian lakukan?" Suara pria dewasa membuat semua anak yang berkerumun dalam satu tempat itu menarik napas, membulatkan bibirnya, lalu menatap sumber suara berat yang membuat mereka terkejut.
Bocah yang tadi hendak menyerang satu siswa yang mengerumuninya, memilih untuk mendorong dan pergi melepaskan diri dari situasi tersebut.
"Kalian semua mau saya kadukan kepada kepala sekolah?" tanya pria dewasa tadi.
Anak-anak tadi melongo dan saling bertatapan. Melihat pakaian Amar yang tidak biasa, membuat mereka tampak segan dan menggeleng cepat.
"Jangan, Om? Pliis, jangan Om ...." Wajah mereka terlihat memelas dan ketakutan.
"Kalian ini kan anak laki-laki, masa ramai-ramai begini buat melawan satu orang?"
__ADS_1
Anak-anak itu menundukkan kepalanya. "Habisnya, masa dia anak baru masuk, dipercaya pelatih untuk tampil pertandingan? Kami yang sudah lama ini belum juga dapat kesempatan, Om. Pasti mamanya sudah goda pelatih kami?"
Amar menggelengkan kepalanya, kemudian melipat kedua tangan menatap anak-anak tersebut, satu per satu.
"Kalian ini ya? Kecil-kecil sudah bisa membuli siswa lain ya? Hmm ... mau jadi apa kalau udah besar nanti? Sepertinya, harus saya laporkan kepada kepala sekolah."
Amar menghitung jumlah anak-anak itu. "Ada sepuluh siswa dah pinter melakukan tindakan yang sangat tidak teladan di sekolah ini."
Para siswa itu mulai terlihat pucat. "Om, kami mohon jangan laporkan kami."
Amar mengusap dagunya. "Baik lah, asal kalian berjanji kepada saya agar tidak mengulanginya lagi."
Anak-anak itu saling bertatapan kembali dan kini mengangguk cepat. "Baik, Om ... Kami berjanji."
"Baik lah! Saya akan memegang janji kalian. Jika masih terdengar kejadian seperti ini, jangan salahkan saya jika kalian semua dikeluarkan dari sekolah ini."
Amar pun berjalan mencari bocah yang menarik hatinya tadi. Di antara kerumunan anak yang menunggu pembagian buku cerita, Amar tak menemukan wajah bocah mirip istrinya ... Ya, istrinya yang menghilang meninggalkannya.
Setelah berkeliling lapangan, Amar memutuskan untuk menghentikan pencarian. Tak satu pun wajah mirip Anna yang ia temukan. Langkahnya pun berpindah pada lorong sekolah yang lebih teduh.
Ketika ia bersandar pada tiang penyangga yang berada tepat di depan kelas, dengan jelas Amar mendengar suara tangisan dari dalam sebuah kelas.
"Papa ... Kenapa Papa cepat sekali meninggalkanku?"
"Apakah anak yang lahir tanpa ayah itu begitu hin4?"
__ADS_1
"Papa ... Meski Mama selalu begitu, aku tahu itu karena Mama sangat merindukan Papa. Mama sangat sayang sama Papa. Kenapa Papa meninggal terlalu cepat?"
Amar mengintip coretan pada papan tulis. Di dalam coretan itu, ada tiga sosok manusia. Pria dewasa yang terpisah dan wanita dewasa yang menggandeng tangan seorang anak.
Mama Anna ... Anan ... dan Papa Amar.
...****************...
Ayooo Kak ... Sebelum lanjut bab berikutnya, mampir pada karya sahabat Author yaaah ... Jangan lupa subscribe, like, dan diberi komentar 🥰
Napen: Lizaa Zarina
Judul: Jerat Hasrat Hot Mommy
Satu Minggu menjelang pernikahan, kesucian Shanum direnggut paksa oleh seseorang yang tak dikenalnya. Mirisnya, wanita itu dijadikan sebagai alat supaya Arthur mau berinvestasi di perusahaan Rio. Syaratnya, Shanum masih perawan dan bersedia melayani hasrat Arthur untuk satu malam.
Menjelang pernikahan, Shanum merasa tubuhnya meriang. Dugaan buruknya benar, ternyata dia hamil.
Di tengah keputusasaannya, sangat banyak orang yang menghinanya sebagai pelacur. Bahkan, Ibu dan Ayah tirinya tidak segan-segan mengusirnya.
Setelah tiga tahun, Shanum bekerja menjadi cleaning servis di Arthur group untuk menghidupi putra semata wayangnya. Lagi-lagi Shanum terjebak dalam situasi sulit yang memaksa dia untuk menjadi pelayan Hasrat CEO tempat dia bekerja.
__ADS_1
Bagaimana kisah lika-liku kehidupan Shanum sebagai Hot Mommy yang bekerja sebagai cleaning servis sekaligus pemuas hasrat??