Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah
15. Kekesalan seorang ayah


__ADS_3

"Hmmmf, ke mana anak itu? Masa neneknya yang melakukan ini semua untuk istrinya?" geram Sugiono mengerutkan keningnya.


Renata menggoyangkan lengan Sugiono yang sedang mendorong kursi roda milik Anna memberi kode telunjuk di bibir. Sementara itu, Anna memandang Nenek Andari dengan sedih.


Ia merasa bersalah pada segala yang terjadi saat ini antara dirinya dan Amar. Maafkan aku, Nenek ... Bang Amar? Aku hanya lah orang yang menyusahkan kalian.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kamu sakit apa?" tanya Sugiono lagi.


"Hanya kelelahan aja, Pi." Anna menggelengkan kepala, menyembunyikan rasa yang masih begitu sakit di rahimnya.


"Lalu, Amar pergi ke mana? Kenapa dia meninggalkanmu di saat semunya belum beres?" Sugiono masih mencecar Anna dugaan-dugaan tentang kecurigaan yang ia rasakan.


"Sepertinya dia banyak pikiran, Pi. Jadinya, dia sulit untuk berkonsentrasi," terang Anna terus menutupi kebenaran.


"Hanya itu? Apa kamu yakin?"


Anna mengangguk lemah. Renata menggoyang kembali lengan Sugiono saat Nenek Andari kembali membawakan obat-obatan dan resi pembayaran pemeriksaan barusan.


"Ayo, kita kembali ke mobil. Amar sudah menunggu kita di mobil," ucap Nenek tampan sedikit lelah.


Sugiono dan Renata terdiam menyadari kondisi Nenek Andari yang terpaksa menggantikan Amar.

__ADS_1


"Seharusnya Ibu membiarkan saya yang melakukan ini semua. Ibu jadi kelelahan kan?" ucap Renata berjalan merangkul lengan Nenek Andari.


Nenek Andari tertawa. "Aku sudah terbiasa melakukan ini semua untuk Amar. Segala kebutuhan Amar, aku lah yang memenuhinya. Meskipun orang tuanya masih ada, dia lebih memilih berada di sisiku."


Nenek Andari melirik Anna dan tersenyum. "Kamu lah yang mencuri Amar dari Nenek. Sebelumnya, ia tak pernah meninggalkan Nenek."


deeegh


Perasaan Anna seketika tertohok oleh ucapan Nenek Andari. "Ma-maaf, Nek. Aku tidak bermaksud—"


"Tidak apa kok, Nenek malah senang karena Amar sudah berusaha lepas dari Nenek. Bagaimana pun juga, ia memang harus belajar berpisah dari Nenek." Wajah Nenek terlihat sendu.


"Haduuuh, kenapa malah ngobrol di koridor begini? Ayo kita kembali. Kalian pasti sangat kelaparan." ajak Nenek.


Mereka semua menuju parkiran. Berencana untuk makan siang yang sudah tertunda cukup lama karena kejadian tadi. Saat ini, semuanya telah berada di dekat mobil milik Amar yang sedang terparkir. Namun, Amar tengah tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Raut wajah Sugiono kembali menjadi datar. Ada rasa kesal pada hatinya menyadari bahwa putrinya ini diabaikan oleh pria yang tiba-tiba menjadi suami pengganti bagi Anna.


Nenek merasakan hawa dingin yang dari tatapan Sugiono. Renata terlihat diam, tetapi Nenek Andari menyadari semuanya bersedih karena Amar terlihat jelas tak acuh kepada putri mereka. Nenek berinisiatif mengetuk jendela kendaraan Amar.


Suara ketukan beberapa kali membuat pria yang menangkupkan wajah pada kedua tangan ditopangkan pada kemudi, tersentak dan mengusap wajahnya yang telah kuyu oleh segala penyesalan.

__ADS_1


Amar segera membuka pintunya membungkukkan tubuh merasa kikuk atas tatapan kedua orang tua Anna. "Maafkan saya Papi, Mami karena pergi tiba-tiba ...." Amar mencoba mengambil alih, ia menarik kursi roda hendak membantu Anna masuk ke dalam mobil.


"Aaaghh!" Anna merasakan kesakitan karena Amar memperlakukan Anna dengan tidak hati-hati.


"Ekhem ...." Sugiono mengerutkan keningnya tidak menyukai putri sulungnya itu tersakiti.


"Ma-maaf ..." sesal Amar.


"Aaah, aku bisa sendiri. Kamu lagi banyak pikiran. Aku tidak mau mengganggu pikiranmu," ringia Anna mencoba bangkit dari kursi roda itu.


Amar segera memapah Anna membukakan pintu dan masuk ke dalam mobil. Amar melirik sang Nenek yang memasang rauh wajah aneh.


"Maafkan aku, Nek. Nenek pasti sangat lapar. Setelah ini kita langsung makan siang sejenak dan aku akan kembali ke kantor. Waktuku sudah banyak terpakai, tapi sebelum aku kembali bekerja, Nenek dan Anna makan dulu."


"Baik lah! Kamu silakan kembali saja ke kantor! Biar saya yang mengantarkan nenekmu dan Anna pulang!" Sugiono membuka pintu tempat Anna tadi duduk dengan geram.


...****************...


Yuuuk ... Yang penasaran dengan visual mereka bisa dicek dan follow pada IG author yah ... @sofie.espada ... Ada 2 real yang berbeda tentang visual mereka 😇


__ADS_1


__ADS_2