Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah
30. Salah sangka


__ADS_3

...*Jangan lupa VOTE + SAWERAN-nya ya Kakak-Kakak Readers yang baik hati. Boleh kasih Iklan + Bunga + Kopi ... Soalnya author ngantukan. Wkwkwkw*...


...***...


Anna telah sampai di parkiran apartemen tempat ia tinggal. Ia keluar dari kendaraannya itu diikuti oleh Dokter Yoga.


"Jadi, kamu tinggal di sini bersama siapa?"


"Aku tinggal di sini bersama suamiku." ucapnya sendu.


'Dia masih menyembunyikan kenyataan, baik lah ... Aku pura-pura percaya aja. Padahal aku tahu apa yang dirasakannya sebenarnya. Berat memang hamil tanpa pasangan, jika mengaku tidak memiliki suami pasti akan mendapat sanksi moral. Karena itu dia kukuh mengatakan bahwa dia memiliki suami.


Dokter Yoga terus memikirkan apa yang kisah Anna yang ada di dalam pikirannya. Anna terlihat menundukkan kepala hendak berpamitan.


"Terima kasih, Dok, sudah jauh-jauh mengantar saya ke sini."


"Apa perlu saya antar sampai ke rumahnya?" tawar Dokter Yoga.


"Tidak usah, Dok. Saya tidak enak dengan tetangga. Saya bisa sendiri kok." Anna kembali menganggukkan kepalanya pamit masuk ke dalam langsung menuju lift.

__ADS_1


Rasa penasaran yang tinggi membuat Dokter Yoga bagai ditarik oleh magnet mengikuti langkah Anna. Namun, Anna telah masuk ke dalam lift dan tidak bisa diikuti lagi oleh Dokter Yoga. Kedua tangan Dokter Yoga berada di pinggang, tengah merenung apakah harus masuk ke dalam lift atau tidak.


"Sepertinya, aku kembali saja. Setidaknya dia sudah aman sampai di rumahnya." Dokter Yoga melewati seseorang yang berdiri melipat tangan di dada.


Pria itu terus memperhatikan gerakan laki-laki yang bersama dengan Anna di rumah sakit tadi. "Siapa dia? Kenapa dia mengantarkan Anna sampai ke sini?"


Ponselnya bergetar, pada layar tertulis nama 'Darma' dan tombol berwarna hijau langsung ia tarik.


"Ya, kenapa?"


"Pengacara Zico mencari Anda."


"Hah? Kenapa?" Amar kembali menuju parkiran menaiki kendaraan roda empatnya, segera ke kantornya.


Amar menatap kedua orang tersebut dengan wajah dingin. "Jadi, kapan denda dan biaya perawatan itu kamu bayar?"


Zico yang kali ini berpenampilan sedikit high class, dibanding sebelum bekerja di sana, meninggikan dagu sembari merapikan dasinya yang telah rapi. Bibir Amar terulas senyuman tipis, melihat Zico yang saat ini telah merasa berada di atas awan.


"Saya mengajukan banding, dan kasus ini akan saya bawa pengengadilan."

__ADS_1


Amar tersenyum sinis, menarik ponsel yang berada di dalam kantong jas yang ia pakai. "Pak Hanz, saya butuh bantuan Anda. Segera ke ruangan saya."


Zico yang tadinya masih sombong dengan dagu yang sedikit tinggi, tersentak ketika Amar menyebut nama Pak Hanz. Beliau adalah kuasa hukum keluarga Amar, yang diperbantukan untuk menangani masalah hukum di perusahaannya juga.


Tok


Tok


Tok


Pintu dibuka dari arah luar, seorang pria paruh baya nan berwibawa muncul. Pria yang dipanggil Pak Hanz itu mengangguk berwibawa di hadapan pengacara Zico, lalu ia berdiri di samping Amar.


"Sepertinya, Zico bersiap naik banding dengan kita masalah penalti. Dia tidak mau membayar penalti tersebut. Lalu kita harus apakan dia, Pak?" Amar menyeringai penuh kemenangan di antara dua wajah yang terlihat sedikit menegang itu.


"Tunggu sebentar, saya akan mengambil berkas Saudara Zico yang sudah dilanggar." Pak Hanz kembali ke ruang kerjanya, menyisakan ketakutan pada wajah pria bernama Zico.


Sementara itu, Amar bersidekap dada menikmati kepanikan pada wajah Zico. "Jadi bagaimana Pengacara dari Saudara Zico? Apakah Anda masih ingin ikut campur menolong orang yang nyata bersalah telah melanggar kontrak? Jika dia ngeyel seperti ini, maka saya berhak menuntut denda dua kali lipat dari sebelumnya. Atau, mungkin ke penjara sekalian?"


Zico tampak ketakutan, kedua tangannya mengayun cepat ke kiri dan ke kana. "Sa-saya akan membayar denda. Jangan dinaikan nilainya! Apalagi sampai memenjarakan saya."

__ADS_1


Amar menahan senyuman di bibirnya. Dalam kepalanya, telah siap memberikan berita baik telah menyudutkan Zico ini. Namun, wajah pria asing yang tidak dikenal terlintas.


Ah, sial! Kenapa kelakuan mereka malah menggangguku? Siapa laki-laki itu?


__ADS_2