
Rina melihat kearah ojek tersebut lalu tersenyum dan pamit pulang kepada Ranti.
"Hati-hati di jalan ya Ran bye...."Ujarnya sebelum pergi.
Ranti tersenyum dengan melambaikan tangannya lalu setelah Rina tampak jauh gadis itu menghela nafas panjang.
"Huhhh....Sangat melelahkan." Gumamnya lalu berjalan dan masuk ke dalam mobil tersebut.
"Maaf ya pak lama." Ujarnya yang langsung duduk di belakang dan menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.
"Sudah puas mainnya hmm?"Tanya seorang pria yang saat ini sedang menyetir tersebut.
"Ha!!"Ranti reflek membuka matanya karena terkejut.
...****************...
Saat ini Ranti benar-benar dalam masalah besar. Bagaimana bisa yang saat ini sedang menyupir bukanlah pak Doni yang merupakan supir pribadinya melainkan tuan Leon yang terhormat selaku suaminya.
"Kenapa diam, sudah tidak bisa bicara lagi karena lelah atau bagaimana?" Tanya Leon dengan nada kesalnya dan juga sindirannya.
"Itu...aku minta maaf Leon." Ujar Ranti yang saat ini hanya bisa melihat pria tersebut dari bangku belakang.
"Kenapa minta maaf ?"Tanya Leon.
__ADS_1
Ranti benar-benar ketakutan jika laki-laki ini berteriak padanya itu sudah biasa tapi ini nadanya lembut dan pelan itu yang membuat Ranti tidak biasa.
"Karena aku salah." Jawabnya dengan nada pelan.
"memang apa salahmu ?" Tanyanya lagi.
"Aku pulang kelamaan dan lupa waktu dan juga aku lupa mau mengabarimu satu hari ini. Tapi aku benar-benar lupa soalny tadi aku bertemu dengan sahabat-sahabat lamaku sehingga aku sangat senang." Jelasnya.
Tidak ada jawaban dari pria itu bahkan pria tersebut tidak meliriknya sejak tadi.
"A-aku pindah duduk di sampingmu ya?" Tanya Ranti dia harus bisa membujuk bayi besarnya yang sedang merajuk saat ini.
"Tidak usah,kau kan tidak suka dekat-dekat denganku." ujarnya.
"Maksudnya kenapa bilang begitu."
"Kau bahkan tidak memperbolehkan aku ikut kuliah bersamamu kau pasti malu kan karena sudah punya suami seperti aku iya kan? Tadi saja kau berpura-pura didepan teman-temanmu bahwa kau masih single kau sama sekali tidak menganggap ku."Jelas pria itu.
"Huuuh" Ranti menghela nafas panjang setelah mengetahui akar permasalahan ini.
"Sekarang aku minta berhenti sebentar."Ujar Ranti tampak tegas.
Mendengar hal itu Leon menepikan mobil tersebut lalu dengan segera berpindah ke depan tepat di samping pria tersebut.
__ADS_1
Leon hanya dapat melihat hal tersebut tapi ia masih diam dan enggan bertanya saat ini ia sedang mode merajuk.
"Leon," Ranti memanggil pria tersebut tapi tidak ada respon sedikitpun.
"Sayangku, cintaku, Leonku dan ayah dari anak-anak ku kelak coba lihat kesini." Perintah gadis itu dan hal itu berhasil pria itu langsung melihat kearahnya.
'Tahan Leon kau sedang merajuk dan marah sekarang jangan semudah itu luluh padanya.' Leon masih mencoba mempertahankan mode ngambeknya itu.
"Sayang aku tidak menjelaskan hubungan kita kan kau sendiri yang bilang jika hubungan kita tidak boleh tersebar." Mendengar hal tersebut Leon teringat dengan perjanjian di awal pernikahan mereka.
'Sial!!' Umpatnya.
"Apa kau mengerti sekarang." Tanya Ranti dengan memegang pipi pria tersebut dan mengelusnya dengan lembut.
"Masih marah ternyata, yasudah deh pakai jurus terakhir saja."
Leon menaikkan alisnya bingung dengan ucapan dari istrinya tersebut.
CUP
Ranti mengecup bibir pria tersebut membuat sang empu kaget karena jarang sekali perempuan ini yang berinisiatif.
"Sudah tidak marah?" Tanya Ranti dengan lembut.
__ADS_1
"Hahh kau harus bertanggung jawab karena sudah menggodaku." Ujar Leon dengan kembali mencium Ranti.