Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Kembali Kuliah


__ADS_3

"Aku percaya padamu karena aku sangat mencintaimu dan jika kau mengecewakan ku itu juga bukan salahmu tapi salahku karena mempercayaimu." kali ini Ranti menatap hamparan bunga itu.


"Cup" Tiba-tiba Leon menarik Ranti lalu mengecup dahi wanita itu dengan penuh cinta.


"Aku akan terus berusaha untuk membuatmu bahagia dan tidak akan mengecewakanmu jadi tolong percaya padaku sampai kapanpun." Ujarnya dengan penuh harap. Ranti menatap binar mata Leon yang penuh kesungguhan.


"Baiklah, Jika begitu mari hidup bersama selamanya.


...****************...


Hari ini Ranti sedang bersiap untuk pergi ke kampus lagi setelah satu tahun ia cuti. Wanita itu tampak senang terutama ketika ia akhirnya dapat bertemu oleh teman-temannya.


"Mereka pasti kaget melihat ku lebih cantik hehehe." Gumamnya dengan menatap pantulan dirinya yang tampak anggun menggunakan setelan berwarna biru langit. Ranti sengaja mengikat asal rambutnya sehingga menambah kesan pada dirinya tapi tidak menghilangkan kesan imutnya itu.


"Sayangggg aku ikut ya." Bujuk Leon yang saat ini terus memeluk gadis itu dari belakang.

__ADS_1


"nggak boleh, kan tadi malam kamu juga udah setuju walaupun dengan syarat yang nggak masuk akal itu." Ujar Ranti yang membayangkan bagaimana laki-laki itu dengan sangat semangat melakukan aktivitas yang sangat ia gemari akhir-akhir ini.


"Kan itu wajar sayang, kamukan istriku." Balas laki-laki itu.


"Dasar mesum." Ranti benar-benar tidak habis pikir oleh suaminya ini. Kenapa ketika bersamanya sifat mesumnya itu selalu keluar.


"Biarin kan sama istri sendiri." Acuhnya yang saat ini tangannya sudah menjalar kemana-mana.


"Plak." Ranti dengan cepat menepis tangan pria itu jika tidak maka bisa saja ia tidak akan pergi kuliah.


"Aku mau kuliah, jadi jangan berulah suamiku atau..." Ranti tampak menjeda ucapannya memikirkan sesuatu yang dapat mengancam pria ini.


"Atau apa hmm?"Tanya Leon yang tampak menantang, memangnya apa yang ia takuti di dunia ini.


"Atau tidak ada jatah untukmu selama seminggu." Ancam Ranti.

__ADS_1


Leon sontak melotot tidak terima mendengar ancaman tersebut. Tidak, tidak bisa bagaimana mungkin ia akan menjalani hidup jika begitu.


"Ayolah sayang aku hanya bercanda tadi, jadi jangan marahya..."Bujuknya dengan mata seperti anak anjing kehujanan itu.


"Makanya jangan berulah, aku mau pergi kuliah dan jangan ikuti aku !" Ujar Ranti.


Leon hanya dapat menganggukkan kepalanya. Melihat hal itu Ranti tersenyum bahagia walau ia juga kasihan dengan wajah laki-laki itu yang tampak memelas saat ini.


'Dulu sifatnya galak kenapa sekarang jadi begini dikit-dikit diam lalu memelas setelah itu menangis. Apakah ini yang dinamakan bayi besar.'Pikir Ranti saat melihat Leon yang seperti akan menangis itu.


"huhh." Wanita itu menghela nafas dengan kasar.


"Baiklah kau boleh mengantarku sampai kampus bagaimana?." Ujar Ranti yang membuat pria itu langsung tersenyum lebar.


"Aku mau, tunggu sebentar aku akan bersiap dan kita akan pergi." Ujarnya. Ranti hanya mengangguk untuk mengiyakan dan tersenyum tipis saat melihat bagaimana bersemangatnya laki-laki itu saat mendengar ucapannya tadi.

__ADS_1


Seperti yang dikatakannya memang hanya butuh waktu sebentar untuk laki-laki itu bersiap. Laki-laki itu tampak menggunakan stelan berwarna hitam dan juga kaca mata berwarna hitam. Sungguh Ranti benar-benar merasa bahwa Tuhan memang menciptakan laki-laki ini dengan sempurna.


__ADS_2