Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Masalah Intan (1)


__ADS_3

Astaga bosss!! itu kan di luar negeri, bukan di negeri kita ini, disini masih ada batasan tidak seperti itu, mungkin ada yang seperti itu tapi hal tersebut masih menjadi hal tabu bos, nyonya tidak akan mengikuti pergaulan seperti itu."Jelas Martin berusaha membuat tuannya itu paham, kenapa juga ia lupa jika tuannya itu kuliah di luar negeri.


"Benarkah?" Tanyanya yang tampak polos itu.


"Iya bos percaya pada saya." Ujar Martin.


"tapi, bagaimana jika dia berpacaran disana ?" Tanyanya lagi.


"Itu saya tidak tau bos hehehe."


"Sialan!! aku harus menyusulnya sekarang."


"Bos berhenti, itu tidak akan terjadi." Bujuk Martin.


'Ya Tuhan kenapa kau harus mengirimkan aku bos seperti dia.'


...****************...


Setelah sekian lama akhirnya Ranti dapat berkumpul dengan teman-temannya itu. Mereka saling melepas rindu dengan berpelukan seperti yang dilakukan Atika tadi padanya.


Setelah sekian lama menangis akhirnya mereka dapat bersantai dan mengobrol bersama kebetulan dosen yang mengajar hari ini sedang ada urusan sehingga Ranti tidak jadi masuk kelas dan dapat mengobrol dengan teman-temannya itu.


"Jawab dengan jujur Ran, kamu kemana aja setahun ini." Tanya Intan yang mencoba menyelidiki nya.


"iss kalian kan sudah tau dia ikut pertukaran pelajar kan." Ujar Rina.


"Tapi kenapa dia seperti hilang di telan bumi bahkan seluruh sosial media nya tidak ada yang aktif." Ujar Intan seperti detektif. Memang diantara sahabat-sahabat nya ini intan memiliki insting yang kuat.


"Aku hanya ingin fokus Tan, kan kamu tau jika aku sudah main sosmed maka akan lupa waktu sedangkan aku harus bisa mendapatkan nilai tinggi di tempat itu." Jelas Ranti sebenarnya ini jawaban yang sudah ia persiapkan dari sebelum ia pergi tadi pagi.


"Iya Tan, tapi Ran kamu setidaknya masih ngubungin kami dong biar kami nggak khawatir." Kali ini Atika. yang tampak bersuara.


Mendengar hal itu tampak suasana kecewa menyelimuti ketiga sahabatnya itu.


"Aku benar-benar minta maaf sudah membuat kalian khawatir." Ranti tampak sedih.


"Sudah-sudah jangan sedih lagi dong yang penting sekarang kita sudah bisa berkumpul lagi dan Ranti juga baik-baik saja malahan kulihat dia tambah cantik lohhh hehehe." Ujar Rina mencoba untuk mencairkan suasana.


"Iya Ran kamu kok tambah cantik ya sekarang, seperti beda orang aku aja tadi sempat nggak kenal sama kamu." Kali ini Atika yang berbicara.


"Mau tau rahasianya?" Tanya Ranti.

__ADS_1


Mereka tampak penasaran dengan ucapan gadis itu.


"Cari aja sugar Daddy hahaha." Ranti tertawa puas karena berhasil mengerjai sahabat-sahabatnya itu.


"Kamu ya ada ada aja hahaha." Intan tampak tertawa akan tetapi seperti menyimpan sesuatu.


"Kamu kenapa Tan? kamu ada masalah ? sini cerita." Ujar Ranti.


"Aku tidak apa-apa."Ujarnya.


"Ayolah Tan jangan di tutup tutupi" Ranti masih curiga dengan temannya itu.


"Hmm begini Ran biar aku aja yang jelasin." Ujar Rina yang memang sudah mengetahui tentang masalah Intan begitupula dengan Atika.


"Sebenarnya orang tua Intan beberapa bulan yang lalu meninggal dunia." Mendengar hal itu Ranti benar-benar terkejut apalagi ia cukup kenal dengan orang tua Intan.


"Innalilahi aku turut berduka ya Tan maaf ." Ujar Ranti yang merasa bersalah.


"Aku nggak apa-apa kok Ran." Intan tersenyum tulus padanya.


"Memangnya apa penyebabnya kalau boleh tau ?" Tanya Ranti.


"Nah itu Ran, kedua orang Intan tiba-tiba di temukan tidak bernyawa di rumahnya dan kami berpikir jika mereka telah di bunuh tapi beberapa bulan kemudian pihak kepolisian tiba-tiba menutup kasus ini." Jelas Rina.


"Itu juga yang membuat kami bingung Ran, kami sudah berulang kali ke kantor polisi tapi mereka terus mengabaikan kami, dan bukan hanya itu kemarin tiba-tiba ada pria tua yang menemui Intan dan dia memaksa Intan untuk menikah dengannya jika tidak..."Rina menjeda kalimatnya.


"Jika tidak apa?"


"Jika tidak dia akan menghabisi Intan."Lanjut Rina.


"Astagaaa pria gila dari mana lagi itu." Ranti benar-benar tidak habis pikir dengan musibah yang menimpa sahabatnya itu.


"Aku akan menikahinya, aku takut dia bukan hanya melukaiku tapi juga melukai kalian oleh sebab itu aku mohon untuk kalian jangan membantuku." Ujar Intan.


"Apaan sih Tan kami ini sahabatmu kita akan sama-sama menghadapi masalah itu bagaimanapun caranya." Ujar Ranti.


"Iya Tan kita akan memikirkan caranya bersama dan juga kali ini kita sudah tidak bertiga melainkan berempat." Atika tampak sangat bersemangat.


"Huaa hiks terima kasih semuaaa, aku benar-benar beruntung memiliki kaliannn hiks."Gadis itu menangis haru mendengar penuturan dari sahabat-sahabat nya itu.


Setelah itu mereka mulai menyusun rencana hingga hari menjelang sore. Dan Ranti benar-benar lupa jika saat ini ia sudah memiliki bayi besar.

__ADS_1


"Sudah sore guys, yok pulang." Ujar Rina yang menyadari bahwa saat ini sudah jam 5 sore.


"Memang sudah jam berapa rin?" Tanya Ranti.


"Jam 5 Ran."


"Oh sudah jam 5 toh.....ha astaga sudah jam 5, mati aku bisa-bisa aku di bunuh dengannya." Panik Ranti.


"Kenapa Ran apa ada yang salah siapa yang mau bunuh kamu?"tanya Atika yang tidak sengaja mendengar gumaman Ranti tadi.


"Itu ..itu aku hanya asal sebut saja." Jawabnya sedikit gugup.


"Benarkah?"Tanya Atika yang masih curiga.


"Sudahlah Atika kita sudah mau pulang ni, btw kamu ngekos dimana Ran biar aku antar kebetulan lagi bawa motor ni."Tawar Rina.


"Itu aku, sudah terlanjur pesan ojek online Rin maaf ya kupikir nggak ada Tebengan tadi." Jwab Ranti karena sebenarnya sudah ada supirnya yang menunggunya.


"Iya nggak apa-apa, kalau begitu aku tunggu ojek online kamu nyampe dulu baru aku pulang." Jawabnya.


"Nggak usah Rin aku nggak apa apa kok." Ranti benar-benar bingung bagaimana nasibnya sekarang bagaimana jika nanti teman-temannya melihat mobil mewah yang dipakai untuk mengantarnya bisa ketauan semuanya.


"Nggak Ran aku akan nemanin kamu aja disini." Ujar Rina keras kepala.


Sedangkan Atika dan Intan sudah pergi duluan karena ada urusan.


'Mati aku.' batin Ranti.


Taklama mobil jemputan Ranti telah tiba dan untungnya tidak jauh dari mobilnya parkir ada gojek yang ikut parkir disana seperti menunggu sesuatu.


"Ha itu dia ojeknya makasih ya Rin udah nemanin."


Rina melihat kearah ojek tersebut lalu tersenyum dan pamit pulang kepada Ranti.


"Hati-hati di jalan ya Ran bye...."Ujarnya sebelum pergi.


Ranti tersenyum dengan melambaikan tangannya lalu setelah Rina tampak jauh gadis itu menghela nafas panjang.


"Huhhh....Sangat melelahkan." Gumamnya lalu berjalan dan masuk ke dalam mobil tersebut.


"Maaf ya pak lama." Ujarnya yang langsung duduk di belakang dan menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


"Sudah puas mainnya hmm?"Tanya seorang pria yang saat ini sedang menyetir tersebut.


"Ha!!"Ranti reflek membuka matanya karena terkejut.


__ADS_2