Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Misi dimulai


__ADS_3

"BUGH." Leon dengan segera memukul pria tersebut hingga tampak bibir bagian bawahnya yang mengeluarkan darah.


"Bos tenanglah." Pinta Martin.


"Hahaha ini menarik sekali."


"Kenapa kau membunuh keluargaku ha!!" Teriaknya.


"Biar kuberi tau ya, aku membunuh mereka karena aku iri, aku sahabat ayahmu kami dulu sama sama di besarkan di panti yang sama tapi kenapa dia bahagia dan memiliki keluarga lengkap sedangkan aku hanya sendirian hahaha aku benci melihat Wira yang sangat bahagia aku sangat benci. Dan karena itulah aku membiarkan mu hidup agar Wira tidak akan bahagia di neraka sekalipun karena putra tersayangnya akan terus tersiksa, sendirian, dan juga kesepian hingga akhirnya mati." Ujarnnya dengan tatapan seperti orang gila itu.


...****************...


Leon menatap pria itu dengan tajam lalu


"Door" Peluru melesat ke arah pria tersebut.


"Gantung mayatnya di tebing, saat ini ia belum mati biarkan dia mati perlahan dengan tubuh yang di cabik oleh burung setiap hari."Ujar Leon. Memang pada saat itu pria itu hanya menembak bagian bahu dari pria itu.


"Baik bos" Ujar Martin dengan patuh.


Sedangkan disisi lain tampak pemuda seusianya yang melihat kejadian tersebut. Pemuda itu menggenggam kuat telapak tangannya melihat kejadian tersebut.


"Tuan kita harus pergi dari sini." Ajak Reno.


"Tidak!! aku akan menghabisinya!!" Bentaknya.


"Tuan, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita akan balas dendam nanti. Jika sekarang itu hanya akan menyia-nyiakan nyawa anda saja tuan."Bujuk Reno.


"Aku benar-benar akan membalasmu suatu hari nanti!!" Geramnya lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


FLASHBACK END


"Baiklah aku tidak mau berlama-lama lagi, Reno habisi wanita itu sekarang!" Perintahnya kepada Reno.


"Baik Tuan."


Reno berjalan dengan perlahan tapi pada saat ia akan menembak Amelie gadis itu justru tersenyum.


"Misi di mulai." Gumamnya lalu dengan cepat menendang kearah Reno lalu mengambil senjata milik pria tersebut. Sedangkan Leon memukul lengan Alexia.


"Door"Alexia yang refleks menembak tapi sayang ia justru menembak angin.


"Sekarang posisi kita terbalik bukan ?" Tanya Leon yang saat ini sedang memegang pistol yang terarah ke kepala Dion sedangkan Alexia sudah diamankan oleh Martin. Untuk Reno dia juga telah ditahan oleh Amelie yang menodongkan pistol ke kepala pria tersebut. Sedangkan untuk dua pengawal tadi sudah tergeletak tidak sadarkan diri dilantai.

__ADS_1


"Sialan!!" Umpat Dion tampak sangat kesal.


"Bukankah aktingku sangat bagus Leon ?" Tanya Amelie.


"Hmm"


"Ada apa ini bos, jadi selama ini hanya akting saja sedangkan aku tidak di beri tau apa-apa."


"Hei Martin, jangan seperti itu, jika kau tau maka kau akan mengacaukan segalanya."Ujar Amelie dengan kesal. Dia tau betul dengan sifat ceroboh Martin.


"Sejak kapan kau tau Alexia berhianat ?" Tanya Dion.


"Bari ini."Jawabnya.


"Hahaha kau memang hebat Leon, rencanamu sungguh luar biasa bahkan sangat luar biasa. Hingga aku harus mengeluarkan kartu terakhir ku."Ujarnya.


"Kau akan mati, jadi simpan saja kartu mu itu aku tidak perduli."


"Oh benarkah ?" Tanyanya yang tampak merasa diatas awan.


"Sudah bos habisi saja dia, kita tidak perlu mendengar omong kosongnya lagi." Martin benar-benar muak dengan pria gila itu.


Leon menarik pelatuknya perlahan tapi dia berhenti saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


"Lepaskan aku !! Intan apa yang kau lakukan!!" Teriak seorang gadis saat seorang pria bertubuh besar menyeretnya untuk masuk ke dalam mansion yang sangat ia kenal itu.


"Aaaaa" Teriaknya tertahan saat melihat begitu banyak mayat yang tergeletak disana dengan darah yang berbekas di mana-mana.


"Le-lepaskan a-aku hiks i-intan...aku takut."Ujarnya yang tampak bergetar namun kedua orang itu tidak memperdulikannya dan terus membawanya keatas.


'Ini kamar Amelie mau apa mereka.' Pikirnya takut.


'Leon hiks kau dimana, kuharap kau sehat selalu." Walaupun pria itu sudah menyakitinya tapi tetap saja ia masih sangat menyayangi pria tersebut. Saat melihat banyak mayat itu ia sudah sangat takut jika pria itu terluka.


"Intan !!" Panggilnya tapi lagi-lagi gadis itu seperti tuli dan tidak mendengarkannya.


"Akhh." Jerit Ranti saat pria itu yang tiba-tiba saja mendorongnya kelantai di dalam kamar tersebut hingga membuatnya tersungkur.


"Nyonya!"


"Ranti !!"


Leon membulatkan matanya saat melihat bagaimana sosok yang sangat ia lindungi justru berada di sana.

__ADS_1


"Tara!! dia hadiah untukmu." Ujar Dion dengan bahagia. Sedangkan para pengikutnya juga ikut tersenyum kemenangan


Ranti menatap kearah sumber suara tapi tanpa sengaja justru matanya bersitatap dengan manik mata hitam milik Leon.


'Syukurlah dia baik-baik saja.' Sebenarnya banyak yang membuat gadis itu bingung. Tapi ketika ia melihat bahwa Leon telah dalam keadaan yang sehat tanpa kurang satu apapun sudah dapat membuatnya tenang.


"Sialan !! kau!!" Leon benar-benar diambang kesabarannya.


"Ayolah sekarang posisi kita akan terbalik lagi, aku tidak bisa kau bohongi Leon kau pasti sangat mencintai istri tercintamu ini kan. Awalnya aku hampir saja terjebak dengan akal-akalan mu yang mencintai Amelie tapi setelah kupikir- pikir apa salahnya jika membawa gadis itu juga." Ujarnya dengan senyum kemenangan.


"Apa maumu ?" Tanyanya dengan cepat sebab jika sudah tentang Ranti sama sekali tidak ingin mengambil resiko apapun.


"Aku hanya ingin kau bersujud pada ku saat ini." Pintanya.


"Tidak bos jangan lakukan itu." Ujar Martin tidak terima.


"Hei Leon jangan gila." Pinta Amelie.


"Kumohon Leon, jangan lakukan hal itu hiks hiks jangan memohon apapun untukku kumohon!!" Ujar Ranti.


Pria itu memandang kearah Ranti yang tampak menangis menatap dirinya.


"A-aku mo-mohon Leon hiks jangan lakukan itu, aku tidak pantas untuk itu ku mohon hiks." Pintanya lagi.


"Tidak Ranti ini sangat pantas." Ujarnya lalu perlahan mulai berlutut dihadapan Dion. saat ini pria itu duduk diatas kedua lututnya.


"Hahaha aku sangat senang."


"BUGH"


"Leon!!"


"Bos !".


Teriak mereka saat Dion yang justru menendang pria tersebut hingga tersungkur sedangkan Leon hanya menerima tanpa melawan sedikitpun.


"Ti-tidak hiks a-aku mohon ber-berhenti,....hiks kumohon." Ujar Ranti.


"BUGH"


"BUGH"


"BUGH"

__ADS_1


Dion bukan berhenti tapi justru terus memukuli Leon dengan membabi buta. Dengarkan saat ini pria itu sudah babak belur dengan luka di wajahnya yang terlihat jelas.


"Hahaha aku sangat senang."


__ADS_2