Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Kapal


__ADS_3

Mendengar jawaban gadis itu membuat leon terdiam sementara dan merasakan getaran luar biasa dihatinya.


Tidak ada jawaban dari pria tersebut dia hanya memalingkan muka karena merasa malu dengan apa yang dikatakan oleh gadis tersebut.


"Kenapa mukamu merah apakah demam." Ranti sedikit khawatir dan dengan reflek ingin memeriksa keadaan pria itu. Namun dengan cepat Leon menepis tangan itu membuat Ranti benar-benar merasakan sakit dihatinya.


"Maaf." Gumam gadis itu dan kembali menatap jalan dari balik jendela penumpang tersebut


...****************...


Akhirnya perjalanan itu hanya dilalui tanpa ada obrolan lagi diantara mereka.


Hingga akhirnya mobil tersebut tiba disebuah dermaga yang tampak ada beberapa kapal disana.


"Wahh...cantiknya" Seru gadis itu yang dengan cepat keluar dari mobil tanpa mempedulikan Leon yang tampak masih terdiam didalam mobil tersebut.


"Woww apa ini namanya laut, aku bahkan tidak bisa melihat ujungnya!" Seru gadis itu dengan menatap kagum pada tempat itu.

__ADS_1


Sedangkan orang-orang disana mulai menatapnya dengan tatapan bertanya.


'Sepertinya gadis itu baru pertama melihat lau' Kira-kira itulah yang ada didalam pikiran mereka.


"Wiss" Angin bertiup kencang dan menerbangkan rambut panjang dari gadis itu.


"Wow seru!!" Ranti merasa sangat senang saat angin menerpa wajahnya. Itu merupakan pengalaman yang cukup baik ya walaupun terakhir kali ia hampir saja mati ketika merasakan angin laut.


"Eh !" Ranti menjerit kaget saat merasakan tubuhnya ditarik oleh seseorang.


"Ada apa?" Tanyanya bingung saat melihat Leon yang menariknya menjauh dari ujung dermaga itu.


'Jadi dia malu dengan sikapku.' Ranti menatap Leon dengan tatapan sedikit kecewa dengan apa yang dikatakan oleh pria tersebut.


"Kenapa melihat ke arahku begitu ?" Tanya Leon kepada Ranti yang tidak mendapat jawaban sedikitpun dari gadis tersebut.


"Sudahlah cepat naik ke kapal itu!." Setelah mengatakan hal itu Leon langsung berjalan kearah kapal yang telah menunggu disana.

__ADS_1


Tidak ada lagi jawaban dari gadis itu yang ada hanya keheningan diantara mereka.


mata Ranti menatap kagum pada laut yang saat ini mereka lewati itu. Ingin rasanya Ranti berteriak namun hal itu ia tahan karena takut akan membuat malu laki-laki itu.


Suasana di kapal itu kembali senyap tanpa ada suara dari para penumpangnya. Yang ada disana hanya suara ombak dan juga burung-burung yang berterbangan dengan bebas disekitaran laut itu.


Dari jauh tampak sosok Leon tengah memperhatikan gadis itu tanpa sepatah katapun.


Tangannya terkepal kuat seakan-akan menahan sesuatu dalam tubuhnya. Keringat juga mulai membasahi dahinya semakin ia melihat gadis itu semakin efek yang dirasakannya semakin terasa.


"Aku masih tidak bisa melupakan kejadian itu, aku benci laut dan juga angin yang menghembuskan rambutmu karena itu persis dengan kejadian saat itu." Gumamnya pelan tanda didengar oleh siapapun kecuali dirinya sendiri.


Ranti yang merasakan bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dengan cepat mengalihkan pandangannya kepada Leon yang juga sedang menatapnya.


"Kemari kau! jangan berdiri disana!." Perintah Leon yang sama sekali tidak di gubris oleh gadis tersebut


"Jangan keras kepala Ranti! Jangan berdiri disana!" Lagi-lagi pria itu memerintah Ranti namun hal tersebut masih tidak mau didengarkan oleh gadis itu.

__ADS_1


"WUSH"


"BYUR"


__ADS_2