Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Pengakuan


__ADS_3

Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu" Ucapnya pelan lalu beranjak pergi dari ruangan tersebut menuju ke kamar lain di rumahnya itu.


Pria tersebut membaringkan dirinya diatas kasur king size di ruangan tersebut. Netra hitamnya yang tajam hanya memandang tajam lurus ke depan.


" Dasar gadis manja" Gumamnya pelan lalu mulai menutup matanya.


...****************...


Pagi yang cerah di hari itu Ranti terbangun dari tidur nyenyak lah. Gadis yang telah lama menikah itu melihat kearah bagian kasur yang kosong tepat di sampingnya.


"Kenapa dia pergi ?ucapnya lirih. Sebenarnya pada saat tadi malam ketika Leon pergi Ranti mengetahuinya akan tetapi ia terus menutup matanya. Awalnya gadis itu berpikir jika bisa saja laki-laki tersebut ada kerjaan yang memang mendesak seperti biasanya. Tapi alangkah terkejutnya gadis tersebut saat tengah malam ingin mengambil air putih ia malah melihat salah satu kamar yang terdapat Leon tengah tertidur pulas di dalamnya.


Pikiran negatif tentunya selalu mengikutinya membuat rasa sakit di dadanya. Sepanjang malam ia tidak dapat tidur dan hanya memikirkan kemungkinan yang terjadi.


"Apa selama ini ia tidak pernah jatuh cinta padaku,?ja-jadi apa aku di matanya ?" ucapnya sedikit bergetar saat mengatakannya.


"KREK "


" Kau sudah bangun ?" tanya laki-laki tampan itu yang masih menggunakan pakaian tidurnya.


" Tuan dari mana, ini masih sangat pagi ?" Tanya Ranti pura-pura tidak tau.


" Dari berjalan-jalan sebentar" Ucapnya santai.


Sedangkan Ranti merasa sesak di dadanya mendengar kebohongan yang di sampaikan pria tersebut.


" oh begitu " ucapnya sambil tersenyum kecut.


" Kau kenapa ?" tanyanya.


" Tidak apa " jawabnya. mendengar hal tersebut Leon mengerutkan keningnya.


" Aku ingin bertanya?" ucap gadis tersebut dengan mata yang menatap kearah Leon.


"Hmm"


"A-apakah kontrak kita akan berakhir dua bulan lagi dan kau akan menceraikan ku ? Ranti mencengkeram erat seprei putih itu.

__ADS_1


'Ku mohon katakan tidak' harapnya


"Iya" Jawaban tersebut membuat setetes air mata turun begitu saja di wajahnya.


" Ke- kenapa ?" tanyanya dengan suara yang bergetar menahan tangisnya.


" Karena " pria tersebut menjeda ucapnya memandang Ranti yang tertunduk tersebut.


"Ka-karena apa hiks ?" kali ini tangisnya sudah tidak bisa ia bendung lagi.


" Itu sudah dalam kontrak kita " ucapnya dengan kedua tangan di lipat di depan dada.


" Kenapa kau sangat sedih dari awal kau sudah tau bahwa kita hanya menikah kontrak. apa kau berharap bahwa hubungan kita lebih dari itu ? atau jangan-jangan kau telah jatuh cinta padaku sehingga kau tidak rela berpisah dengan ku Hmm " ejek pria tersebut.


Ranti merasa seperti ada beribu jarum yang menusuk dadanya. Sakit pada saat ia tertembak tidak sesakit ini. Gadis malang itu terus memegang dadanya yang terasa sakit tersebut.


" Ya Aku mencintaimu, bahkan lebih dari yang kau pikirkan aku sangat mencintaimu hiks a-aku berharap kita akan selalu bersama dan saling mencintai selamanya !!." Ranti mengakui perasaannya dengan menatap netra hitam pria tersebut.


" Aku tidak akan pernah mencintaimu " jawabannya yang membuat Ranti menatap sendu kearah lelaki tersebut.


" Cobalah jika kau bisa sebelum aku mengusirmu dalam dua bulan ini." jawabnya dengan acuh lalu pergi meninggalkan Ranti yang masih tak bergeming di tempatnya.


" Aku akan tetap berusaha " gumamnya pelan lalu menghapus kasar air matanya.


Hari yang tadi pagi tampak cerah entah mengapa terlihat mendung. Saat ini Leon hanya menatap kota yang di guyur oleh hujan secara deras itu. Laki-laki tersebut menghela nafas panjang setelah hanya diam beberapa saat.


"Tok, tok, tok" Suara pintu yang diketuk dari luar.


" Masuk" ucapan datar dari pria tersebut yang membuat Martin langsung masuk ke dalam kantor tersebut di ikuti juga oleh Alexia.


" Bos Tinggal 2 bulan lagi maka semuanya akan terjadi sesuai dengan keinginan anda." jelas Martin


"Apakah sudah ada pergerakan?" tanyanya


" Saat ini sudah bos tapi mereka masih sangat berhati-hati sehingga masih sangat sulit untuk melacak keberadaannya."


Alexia berbicara sambil memberikan map coklat yang ada di tangannya.

__ADS_1


" Terus selidiki gerak gerik mereka." ungkapnya dengan tatapan tajamnya.


Setelah itu mereka melanjutkan dengan diskusi mengenai beberapa pekerjaan di kantor sehingga suasana di sana terlihat sangat serius.


Sedangkan saat ini Ranti tengah berada tepat di depan gedung Leon. Jika kalian bertanya kenapa ia bisa tau dimana tempat itu tentunya karena ia sudah menanyakan nya terhadap Nia dan juga Nita. Dan ia bisa berada disini juga karena Ranti bukanlah orang yang bodoh, selama sepuluh bulan hidup bersama Leon tentunya ia sudah mengetahui cara pergi dengan diam-diam dari tempat tersebut. Andai Ranti tidak jatuh cinta kepada pria itu sudah tentu sejak dulu ia telah kabur dari kediaman pria tersebut. Namun apa yang dapat di kata hatinya telah memilih Leon untuk menetap.


" Benarkah ini perusahannya ?" gumamnya dengan melihat bangunan tinggi tersebut. Ranti segera keluar dari taksi yang ia pesan dengan cepat gadis tersebut berlari dengan rantang nasi di pelukannya. Tentu saja ia sedikit berlari karena hujan yang masih turun jadi ia harus lebih cepat melangkah ke pintu masuk perusahaan tersebut.


'Apakah benar ini tempatnya' pikirnya karena tidak yakin saat melihat isi dari bangunan besar ini. Langkahnya menuntun ke arah meja resepsionis yang besar itu.


"hmm mbak boleh nanya ?" Ucapnya sedikit ragu.


" iya ada apa mbak ?" jawab resepsionis yang kebetulan ramah tersebut.


" Hmm kenal Leon nggak maksud saya Frederick Leonardo Ze " tanyanya agak sedikit ragu.


" Ada perlu apa mbaknya dengan pak Leon ?" tanya perempuan tersebut dengan mengerutkan keningnya ketika mendengar gadis kecil di depannya ini, yang ingin bertemu oleh pemilik perusahaan tersebut.


' Leon tidak mengizinkanku untuk membongkar status kami jadi apa yang harus aku jawab' pikirnya.


" Saya, hmm Saya pembantu dari rumahnya tapi di suruh kepala pelayan untuk mengantarkan kepada beliau makanan." jawab Ranti sedikit berpikir.


" Saya akan menghubungi pak Leon dulu ya mbak, silahkan anda menunggu di situ dulu mbak, nanti saya panggil jika sudah ada perintah dari bapak Leonnya." Ucap resepsionis itu dengan ramah.


" Terimakasih ya mbak " Balas Ranti dengan senyum di wajahnya lalu beralih menuju sofa yang telah di sediakan di sana.


Satu jam Ranti menunggu tidak ada juga kabar yang ia terima hingga akhirnya hari sudah menjelang magrib, Ranti kembali mendatangi resepsionis itu. Tapi bukan mendapat kepastian malah sakit hati yang ia dapatkan karena resepsionis tersebut ternyata telah membohonginya.


" Jadi bagaimana dengan gadis gila itu ?" tanya salah satu wanita berambut panjang dengan rok sepan yang ketat itu.


" Ya nunggu di sanalah. hahaha kok ada ya jadi orang nggak punya malu, mana mungkin bos mau menemui perempuan seperti dia. Artis dan model seksi kesini saja bos menolak dengan keras apalagi cuma wanita seperti dia" Jawab resepsionis wanita tersebut.


" Tapi jika ia memang pelayan yang diutus bagaimana?" Kali ini wanita berambut pirang pendek yang bajunya tidak kalah terbuka menimpali.


" Tidak mungkin ada pelayan tempat bos seperti dia, pasti lebih berkelas lah" ejeknya.


"PLAK" Ranti yang emosi lalu mendatangi resepsionis itu dan menamparnya dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya masih memegang rantang makanan yang akan diberikan kepada Leon tersebut.

__ADS_1


__ADS_2