
"Kenapa ? apa ada yang mengganggumu?." Tanya Leon yang mulai peka jika istri tersayangnya itu sedang dalam mood yang tidak baik.
"Tidak, aku hanya berharap kau percaya padaku." Ucapnya pelan namun masih dapat di dengar jelas oleh laki-laki itu.
'Deg.'
'Sial apa dia menyadarinya.' Pikirnya.
"Aku percaya padamu." Ujarnya dengan terus mengeratkan pelukannya. Laki-laki tampak meletakkan kepalanya bersandar pada bahu Ranti.
"Bohong." Ujar Ranti dengan sangat pelan.
...****************...
"Apa maksudmu sayang ?" Tanya Leon dengan terus berusaha tenang.
"Ntahlh." Jawabnya lalu melepaskan pelukan Leon padanya dan berlalu meninggalkan pria itu.
sebelum Ranti benar-benar meninggalkannya Leon terlebih dahulu menggenggam erat lengan gadis itu.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ranti.
"Jangan pergi." Jawabnya.
Entah mengapa Ranti merasa sakit ketika melihat pria itu menatapnya dengan ekspresi yang seakan-akan terluka itu.
"Aku hanya memintamu untuk percaya padaku. Jika tidak ada kepercayaan maka lebih baik jangan berhubungan."
'Deg." Jantung Leon benar-benar mau copot rasanya saat mendengar gadis itu mengatakan hal itu. Baru saja ia merasakan kebahagiaan apakah ia harus melepaskannya tentu saja tidak akan pernah.
"Hubungan kita tidak akan pernah terputus sampai kapanpun. Aku tidak akan membiarkanmu pergi walau aku harus mengikatmu sekalipun." Ujar Leon yang tampak sangat serius itu.
"Ada hal-hal yang memang seharusnya kau tidak tau!."Kali ini Leon mulai kehilangan kendali apalagi saat mendengar Ranti yang lebih memilih mati daripada bersamanya.
"hmm," Ranti tersenyum kecut mendengar pernyataan dari laki-laki itu.
Sedangkan Leon mengerutkan dahinya ia benar-benar sudah mengatakan hal bodoh.
"Aku hanya memintamu untuk jujur Leon. Apa sesusah itu ? aku hanya ingin agar tidak ada kebohongan diantara kita karena aku telah memberikan segalanya padamu. Hatiku dan juga tubuhku aku sudah memberikannya dan kau masih tidak mempercayaiku."Air matanya sungguh tidak dapat ditahannya itu keluar begitu saja.
__ADS_1
"Itu..." Leon perlahan melepaskan genggamannya pada lengan Ranti yang juga tampak memerah.
"KAU ! AKU TIDAK TAU APA ALASANMU TERUS MEMBOHONGIKU.!!" intonasi Ranti tampak mulai meninggi.
"Jika saja dari awal aku tau hiks jika mencintaimu akan sesakit ini maka aku tidak mungkin akan mencintaimu sedalam ini hiks aku menyesal Leonnnn." rintihnya.
"Bruk." Saat Ranti hendak berbalik ia cukup terkejut saat pria itu Sadang memohon dan memeluk kakinya.
"Jangan pargi...aku minta maaf..." Ujarnya dengan suara paraunya karena menangis.
"Kau bohong." Ujar Ranti.
"Ti-tidak aku tidak bohong, aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku berjanji akan mengatakan semuanya padamu tapi kumohon jangan marah padaku hiks ja-jangan menyesal telah mencintaiku hiks. Aku salah sayang ku mohonnnnn." Ujarnya dengan terus memeluk kaki Ranti.
Ranti yang melihat pria itu merasa kasihan melihat bagaimana keadaan suaminya itu.
"Baik aku akan membiarkan mu untuk bicara dan menjelaskannya tapi aku sedang tidak ingin berbicara denganmu sekarang aku ingin menenangkan diriku sendiri. Dan juga aku tidak mau melihatmu hingga besok." Jawab Ranti lalu pergi meninggalkan pria itu.
"Sial bagaimana ini aku tidak akan kehilangannya kan? Ranti harus terus bersamaku. Dia tidak boleh meninggalkan ku. Tidak boleh!." Ucap Leon saat melihat Ranti yang sudah keluar dari kamar mereka.
__ADS_1