
Di tempat lain Leon sudah tiba di mana Martin berada. Dengan langkah yang terburu-buru ia langsung melayangkan bogem mentah ke arah wajah Martin.
"Bugh.Bugh,Bugh ." Pria ini dengan cepat memukul Martin tanpa memikirkan Martin yang sudah babak belur itu.
"Tuan,anda mohon tenang."
"Tuan anda mohon berhenti."
Anak buah Martin yang berada disana mencoba untuk menghentikan agar Leon menghentikan pukulannya kepada Martin.
...****************...
Leon berhenti memukul Martin saat ia sudah melihat pria itu yang tampak lemas karena nya.
"AKU TIDAK MAU TAU CARI RANTI KEMANAPUN!! POKOKNYA DI HARUS KETEMU DALAM KEADAAN SEHAT." Ungkapnya dengan nada marah tak tertahankan itu.
Anak buahnya dengan cepat pergi meninggalkan Leon untuk mencari keberadaan Ranti.
"Kemana sebenarnya dia? apa yang dilakukan gadis bodoh itu kali ini." Leon memijit dahinya karena kepalanya sangat sakit memikirkan itu semua.
Setelah itu Leon kembali melirik ke arah Martin yang saat ini sedang bersimpuh padanya.
__ADS_1
"Pergilah Martin bersihkan lukamu." Ujarnya lalu pergi meninggalkan Martin begitu saja.
Di tempat lain Ranti masih terus berjalan mengikuti langkah kakinya untuk mencari keberadaan Leon hingga akhirnya hari sudah semakin sore dan ia masih belum dapat menemukan pria tersebut.
"Aduhh kok balik ke pantai lagi sih," Keluh gadis itu kala melihat pantai dengan pasir putih tersebut. Gadis itu mendudukkan tubuhnya untuk beristirahat karena ia bingung dengan jalan di pulau tersebut.
"Kenapa aku harus pergi mencarinya ya, kan bisa aku minta tolong ke Martin jika aku ingin menemui Leon. Tapi pria itu pasti tidak akan mau menemui ku huh..." Gumamnya.
Taklama Ranti menyipitkan matanya kala menyadari ada kapal yang sedang menuju pulau ini akan tetapi bagi Ranti mereka sangat mencurigakan.
"Kenapa mereka ingin berlabuh disini bukan di pelabuhan khusus di pulau ini."
Ranti yang merasa ada sesuatu yang janggal dari orang-orang itu. Sehingga dengan cepat gadis itu menyembunyikan tubuhnya di semak belukar.
"Cepat kita harus segera menyelesaikan misi dan menghabisi semua orang yang ada di pulau ini terutama king !" Ujar salah satu dari orang itu yang tampak seperti ketuanya.
"King? siapa king?" Ranti terus bertanya pada dirinya sendiri mencoba untuk mengetahui siapa king yang dimaksud oleh orang-orang itu.
"Aku harus cepat menemukan Leon, mereka akan menghabisi semua orang yang ada di pulau ini maka aku harus memberitahu pada mereka semua agar segera pergi dari sini."
Dengan cepat gadis itu melangkahkan kakinya hingga ia tiba di jalan tapi karena tidak berhati-hati tanpa sengaja gadis itu terjatuh.
__ADS_1
Ia melihat mobil yang melaju kearahnya dengan kecepatan tinggi. Ranti mencoba untuk berdiri namun belum sempat ia untuk berdiri mobil itu sudah sangat dekat dengannya dan akan menghantam dirinya.
"Cittt."
"BRUAK" Mobil itu menabrak pohon besar disana karena menghindari Ranti yang hampir saja tertabrak.
"Argh sial, siapa itu tadi." Umpat Leon saat mobilnya mau tidak mau harus menabrak pohon itu.
Pria itu segera keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju seorang perempuan yang tampak gemetar itu.
"KAU !DIMA..."
"MAAF!MAAF AKU SUNGGUH MINTA MAAF!" Ranti sedikit berteriak dengan menutup kedua matanya.
Leon membulatkan matanya saat melihat gadis itu adalah istrinya yang telah ia cari dari tadi.
Karena tidak mendapat jawaban Ranti membuka matanya perlahan dan tentu saja manik matanya segera bertemu dengan manik mata milik Leon.
'Syukurlah dia baik-baik saja, aku ingin memeluknya dan memeriksa setiap tubuhnya tapi itu tidak akan baik untuk hubungan kami saat ini.'Leon mengepalkan kedua telapak tangannya menghalau perasaanya.
Tapi tanpa disangka Ranti justru melompat kearahnya dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukanmu hehehe, aku senang jangan pergi lagi ya...ajak aku terus." Gumam gadis itu tepat ditelinga Leon.