Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Hayoloh...


__ADS_3

Mendengar hal itu Leon menghentikan langkahnya. Membuat Ranti mengernyit kan alisnya karena kebingungan.


"Ada apa? lelah ya? aku berat ya? atau aku turun disini aja, aku bisa jalan sendiri kok." Ujar gadis itu.


"Turun dulu sebentar." Ucap pria itu.


Ranti segera turun dari punggung pria tersebut.


"Eh akhg.." Kagetnya saat pria itu kembali menggendongnya namun kali ini dengan ala princess kerajaan.


"A-apa ini?" Tanya nya tapi secara refleks gadis itu mengalungkan kedua tangannya keleher pria tersebut.


"Aku tidak bisa melihatmu jika di belakang." Jawabnya.


...****************...


Ranti dan Leon terus berjalan santai tanpa memikirkan hal yang akan terjadi. Sedangkan di tempat lain Alexia dan juga Martin tengah sibuk mengatasi hal itu.


"Apa sudah ditemukan dimana lokasi bom tersebut?" Tanya Martin kepada Alexia yang saat ini tengah fokus pada komputernya.


"Aku sedang berusaha." Jawabnya.


"Kenapa lama sekali." Ujar laki-laki itu tidak sabaran.


Karena sudah bosan menanggapi Martin yang tiada hentinya akhirnya Wanita itu memilih untuk diam.

__ADS_1


"Cepatlah Alexia."Ujarnya lagi.


"Diamlah Martin jangan menggangguku, jika tidak maka aku akan melaporkan mu ke bos." Ancam gadis itu.


"Huh...Ya sudah." Laki-laki itu menghela nafas panjang karena bagaimanapun ia sangat takut pada Leon.


'Susah kalau sudah bawa bawa bos.' Pikirnya lalu berjalan pergi meninggalkan Alexia.


Leon dan Ranti yang saat ini masih tampak berdua itu sedang menikmati waktu bersama mereka.


"Leon, nanti kalau sudah kembali ke kota kita ke tempat bapak dengan ibukku ya...aku rindu dengan mereka." Ujar gadis itu.


"Hmm baiklah aku akan mengantarmu ke sana nanti.' Jawabnya dengan senyum tipis kepada gadis itu.


"Leon, hmm tadikan aku pada saat mendengar penjahat itu ingin membunuh seseorang dengan nama king. Memang ada di pulau ini yang namanya king ?" Tanya Ranti cukup penasaran.


"Aku tidak tau, kan di pulau ini banyak orang bagaimana aku bisa tau nama mereka semua." Jawabnya.


"Benar juga sih, tapi nama king itu seperti bukan nama tapi julukan." Lanjut Ranti.


"Hmm kau sudah makan?" Tanya Leon mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dengan gadis itu.


"Aku belum makan hehehe kok tau kalau aku pengen makan?"


"Apa yang aku tidak tau." Jawabnya dengan nada bercanda.

__ADS_1


"iya deh yang paling tau hehehe."


"Mau makan apa?" Tanyanya lagi.


"Aku mau makan apa aja terserah kau saja."


"Baiklah nanti ketika tiba aku akan memberikan mu makan yang banyak."


"Terimakasih tuan suami." Jawab gadis itu.


"Sama-sama Nyonya istri."


Akhirnya tibalah mereka di tempat dimana Martin dan juga Alexia berada.


"Anda sudah kembali bos." Sapa Martin yang memang sedari tadi berada diluar tempat itu.


"Martin kenapa dengan wajahmu?" Tanya Ranti sepontan saat melihat bekas memar pada wajah pria itu.


"Tidak ada nyonya."


"Tidak Martin ini seperti luka di pukul, siapa yang memukulmu? Aku akan membalasnya untukmu." Ujar gadis itu dengan nada yang menggebu-gebu.


'Glek.'Martin hanya dapat meneguk ludah kasar saat Leon menatapnya dengan penuh hawa membunuh seolah olah mengatakan.


'Kau akan kubunuh jika berani membocorkan nya pada Ranti.'

__ADS_1


"Ti-tidak nyonya ini hanya luka ringan maklum anak muda." Jawabnya yang dengan cepat mendapatkan anggukkan paham dari Ranti.


__ADS_2