Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Pasangan Gila


__ADS_3

"Iss pelakor gila!" Umpat Ranti yang sudah tidak tertahankan itu. Karena jarak mereka yang dekat wanita itu tentunya dapat mendengar umpatan Ranti yang sudah jelas ditujukan padanya.


"Apa kau bilang! akan kurobek mulutmu itu!" Ancam wanita itu dengan menunjuk Ranti menggunakan jari telunjuknya.


Ranti yang memang sudah muak pun menatap malas pada wanita itu.


"Aku bilang PELAKOR GILA!" Terang Ranti dengan menatap malas pada wanita yang ada didepannya ini.


...****************...


Orang-orang disana mulai berkumpul melihat keributan antar dua orang wanita itu.


"KAU YA BERANI SEKALI!" Ucap wanita itu dengan wajah yang memerah akibat amarahnya yang tidak dapat ia tahan lagi.


"Tentu saja aku berani kau bukan Tuhan.Jadi untuk apa aku takut padamu? Apalagi pada pelakor malas banget." Cibir Ranti. Jika dalam urusan mengroasting maka Ranti juaranya. Apalagi pada pelakor membuat lidahnya benar-benar ingin mengeluarkan kata-kata mutiaranya.

__ADS_1


"Sudahlah nggak malu apa dilihat dengan orang." Ucap pria itu pada wanita yang saat ini hendak mencakar wajah Ranti itu. Untung saja pria itu segera menahan wanita tersebut.


"Apa-apaan sih kamu kok malah milih dia sih, bela aja terus ****** ini!." Ucapnya sambil menunjuk ke arah Ranti.


"Hei sadar diri dong yang ****** itu siapa aku atau mbaknya ?" Jawab gadis itu dengan santai. Jika urusan berdebat ia hanya akan kalah dengan Leon namun tidak untuk orang lain.


"CUKUP! Anda sudah sangat keterlaluan nona!!." Kali ini pria itu juga mulai tersulut emosinya dan membentak Ranti dengan nada tinggi.


"Wiss pak anda ternyata sama saja dengan ular kadut ini." Ranti masih dengan santainya menghadapi pria itu. Toh yang ia katakan memang kenyataan.


"Ehmm bagaimana ya aku suka sekali ikut campur urusan orang lain itu menyenangkan." Jelasnya walau Ranti sekarang sedikit takut saat pria ini terus mendekat padanya.


"Jika kau ikut campur maka akan kuhabisi kau! ini urusan kami bukan urusan mu. Lagi pula bukankah wanita memang seperti itu jika bosan maka apa salahnya seorang suami mencari yang baru." Bisiknya tepat ditelinga Ranti.


"Plak!" Gadis kecil itu menampar pria tersebut dengan kuat bahkan ia pun juga merasakan sakit pada telapak tangannya.

__ADS_1


"Kau ternyata lebih menjijikkan dari pada binatang dan itu sangat memuakkan." Mata tajam gadis itu menatap marah kepada pria yang baru saja ditamparnya itu. Sedangkan orang-orang yang berkumpul disana hanya melihat sambil membisikkan sesuatu.


"Kau benar-benar gadis gila!" Kali ini wanita pelakor itu terlihat marah saat melihat Ranti yang menampar pasangannya itu.


"Aku akan membalasmu." Ucapnya sambil berjalan mendekati Ranti yang masih tegak diam tanpa mengatakan apapun.


"Plak!" Ranti menampar gadis tersebut saat sudah ada tepat didepannya. Sepertinya keahlian menampar Ranti sungguh sangat luar biasa karena sepertinya tamparan itu cukup sakit.


"Aku benar-benar akan membunuhmu!" Pria tersebut mengangkat tangannya lalu mencekik Gadis tersebut dengan kuat.


Ranti benar-benar merasa tidak bisa bernafas matanya menatap orang-orang disana yang sama sekali tidak berniat membantunya.


"Le-lepas!"


Perlahan pandangannya mulai menggelap. Ranti menutup matanya tanpa ia sadari air mata membasahi pipinya.

__ADS_1


"BUGH!"


__ADS_2