Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Selamat Tinggal Singa Galak


__ADS_3

Baiklah, karena kau juga akan mati maka aku akan memberitahukan kepadamu apa yang telah aku rencanakan hahaha. Jadi intinya kami akan berpura-pura menjadi penyelamat dari laki-laki ini." Iwan melirik kearah Leon yang saat ini masih di papah oleh dua orang temannya itu.


"Maksudnya?" Tanya Ranti yang masih bingung.


"Kami akan berkata kepadanya jika yang memukul kepalanya tadi adalah kau. Bukan hanya itu untuk meyakinkannya maka kami akan mengatakan bahwa kita ini kerabat dan kau telah lama gila dan sering menyakiti orang.Setelah itu bukankah dia akan memberi kami hadiah hahaha." Tawanya.


"Jika begitu kalian tidak akan menyakitinya kan? dan juga kenapa kalian menghabisi ku melainkan bukan memintaku untuk berpura-pura gila?"


...****************...


Ranti masih saja bersikap tenang padahal ia sendiri yakin jika waktunya tidak lama lagi. Setelah mendengar apa alasan dari para penjahat itu Ranti hanya tersenyum kecut.


"Apakah harus seperti ini?" Ucap gadis itu dengan memegang pipi pria tampan yang masih belum sadar itu.


Air matanya menetes memberikan kesan kesedihan yang mendalam.


"Hiks,Hiks ..." Gadis tersebut menangis tepat di hadapan Leon yang masih setia memejamkan matanya.


FLASHBACK ON


"Jika begitu kalian tidak akan menyakitinya kan? dan juga kenapa kalian menghabisi ku melainkan bukan memintaku untuk berpura-pura gila?"


Mata gadis tersebut masih menatap Iwan dengan tatapan menyelidik.


"Kau pikir aku bodoh, sudah jelas kau dengan laki-laki ini memiliki hubungan dan jika dia melihat wajahmu tentu ia akan mengetahui jika kami berbohong." Pria itu mengatakannya seakan-akan mengolok-olok Ranti.


"Dan kau tau, terlalu banyak yang kau tau. Sedangkan aku sama sekali tidak mau mengambil resiko HANYA ORANG MATI YANG AKAN TUTUP MULUT BUKAN ?" ia sengaja menekankan sebagian kalimatnya agar gadis kecil di depannya ini mengerti apa yang ia maksud.

__ADS_1


"Jika begitu bunuh saja aku sekarang, kau tidak perlu menyuruhku untuk melompat." ucapnya dengan tegas.


"HAHAHA, kau sangat lucu tapi bukan ini yang aku inginkan. Yang kuinginkan adalah kau mati sebab kau orang gila yang bunuh diri.Dengan begitu ketika polisi menyelidiki maka kau hanya akan menjadi seseorang yang meninggal karena bunuh diri. Bukankah itu skenario yang bagus ? Hahaha." Laki-laki tersebut tertawa puas dengan rencananya.


Sedangkan teman-temannya yang juga baru mengetahui rencana temannya tersebut merasa bahwa itu terlalu kejam.


"Iwannn kita hanya pencuri biasa kenapa harus sampai seperti ini?" Tanya pria yang tadi mencopet uang Asih. Perkataan pria itu di setujui oleh teman-temannya yang lain. Ketika tadi mereka ingin membunuh Leon itu hanya emosi sesaat saja. Namun sekarang, akal sehat mereka sudah mulai kembali.


"Apakah kalian mau dipenjara hah?" tanya Iwan sedikit emosi dengan teman-temannya itu.


"kalian tau sendiri bahwa hukum di dunia ini kejam. Jika, bukan gadis ini yang mati hari ini maka kita yang akan mati. Apakah kalian mau itu terjadi?" tanyanya.


Tidak ada respon dari teman-temannya yang lain. Mereka hanya diam karena yang dikatakan Iwan itu benar adanya.


"Cara satu-satunya bahwa gadis ini harus lenyap. Untuk kebaikan kita dan juga jika ia ingin pria ini, juga hidup dengan baik." lanjutnya.


"Kau pikir aku percaya dengan ucapan mu itu? Hanya orang bodoh yang akan mendengarkan ucapan mu itu." Ejeknya lagi dengan melihat bagaimana bentuk Ranti yang sudah terlihat menyedihkan saat ini.


"Sekarang kau harus melakukannya jika kau ingin pria ini ku biarkan hidup." Ancamnya.


"Baiklah, tapi berikan aku waktu untuk bersamanya hanya berdua. Dan kalian bisa memantau kami dari jauh." Tawarnya lagi.


"Tidak bisa!" Tolak Iwan.


"Biarkanlah dia Iwan, apa kau sebegitu teganya." Bantah salah satu temannya yang akhirnya mereka bersepakat untuk memberikan Ranti waktu beberapa saat bersama pria itu.


Setelah mereka pergi Ranti dengan cepat berjalan kearah Leon. Hingga saat ini ia tepat berada di hadapan pria tersebut yang telah di sandaran di batu lumayan besar disana.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


Gadis tersebut menangis tersedu saat meletakkan telapak tangannya di wajah pria itu.


"Kuharap aku bisa melihatmu selalu...Ku harap suatu saat kita akan menjadi pasangan suami istri yang bahagia. Kau tau ? aku bahkan selalu bermimpi kau menggendong anak kita suatu saat nanti. Setelah itu kau tersenyum padaku lalu mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku hiks,..." Air mata terus membasahi wajah gadis itu saat ia mengetahui dengan jelas bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi. Tangannya terus mengusap wajah itu dengan lembut.


Gadis itu menyatukan keningnya dan Leon lalu memejamkan matanya.


"Aku tidak boleh menangis dalam perpisahan kita ini bukan? apalagi setelah ini kau bisa kembali ke kehidupan lamamu ketika tanpa aku kan. Suatu saat aku yakin kau akan hidup bahagia walau bukan bersamaku tapi aku juga akan senang ketika melihatmu dari surga." Gadis itu tersenyum bahagia saat mengatakannya.


"Mungkin ini akhir yang bahagia untuk kita berdua. Bahkan aku berharap kau melupakan semua kenangan kita. Aku takut...kau akan membenciku dalam ingatanmu jadi aku berharap kau lupa tentangku agar aku tidak akan mendapatkan kebencian darimu." Gumamnya pelan


"Dan jika suatu hari kau mengetahui kebenaran hari ini. Jangan merasa bersalah karena aku melakukannya untuk diriku sendiri. Aku hanya menolong diriku sendiri karena aku tidak ingin hidup di dunia yang tidak ada dirimu. Jika aku di langit masih ada kemungkinan aku melihatmu dari sana kan?..." Gadis itu menjeda kalimatnya.


Matanya yang tadi tertutup kini menatap pria tersebut dengan keadaan dahi mereka yang masih bersentuhan. Ia menatap lekat wajah pria itu.


Gadis itu kembali tersenyum dengan indahnya bahkan mengalahkan indahnya bulan malam ini.


"Suamiku Frederick Leonardo Ze aku Ranti Febriani sangat mencintaimu dan akan selalu menjagamu selama sisa hidupku ini. Jika esok menjadi hari pertama kau kehilangan sosok yang sangat mencintaimu ini. Maka mulai besok jagalah dirimu dengan baik karena aku tidak bisa lagi menjagamu." Ucapnya tulus dengan senyum tulusnya.


Gadis tersebut lalu berlalu memandang langit yang sangat indah itu.


"Kuharap bisa menjadi salah satu bintang di sana." Gumamnya pelan lalu mengecup pelan hidung pria itu.


"Selamat tinggal singa galak" ucapnya lalu mulai berjalan mundur kearah tebing yang hanya berjarak beberapa langkah darinya itu.


Semakin jauh langkah yang diambilnya maka semakin sakit pula hatinya. Air mata itu mengalir lagi namun kali ini adalah air mata bahagia karena ia bisa menyelamatkan sang pujaan hati.

__ADS_1


__ADS_2