Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
berbincang dan menyamar


__ADS_3

"Bang, oh bang."Ujar Ranti berulang karena tempat ini cukup ramai dengan pelanggan belum lagi letaknya yang dekat jalan sudah pasti suara kendaraan juga mengganggunya.


"Iya neng, apa neng." Ujar pria itu yang tampak sibuk membolak-balikan gorengannya.


"Itu adak bakwan jagung nggak bang!!" Ranti sedikit berteriak agar dapat didengar.


"oh itu nggak ada neng yang ada bakwan biasa pakai kol." Ujar penjual itu.


"eh iya bang makasih."


"Aaaaa" Teriak Ranti saat salah seorang pelanggan yang tidak sengaja mendorong dirinya hingga gadis itu segera akan jatuh kebelakang Tapi syukurlah seseorang pria menahannya dari belakang dengan tangan pria itu berada dipinggangnya. Secara refleks Ranti melihat kearah wajah pria itu yang tampak menggunakan topi masker dan kacamata sungguh Ranti benar-benar tidak mengetahui bagaimana wujud dari pria tersebut.


...****************...


"emm terima kasih." Ujar Ranti dengan tersenyum. Sosok laki-laki itu hanya terdiam.


"Ran kamu nggak apa-apa ?"Tanya Rain yang tadi melihat Ranti hampir jatuh tapi tadi dia sedang menunggu di motornya atas permintaan gadis itu.


"Aku nggak apa-apa Rain" Ujar Ranti.


"Huh syukurlah, kan udah aku bilang seharusnya aku aja yang tanya kamu tunggu aja di motor."


"Nggak mau, aku maunya aku yang nanya." Jawab Ranti.


'Keras kepalanya masih lengket.' Pikir pria yang misterius yang tak lain dan tak bukan adalah Leon.


"Iya iya aku nurut aja , hmm jadi gimana ada nggak ?" Tanya Rain.


"Hiks, hiks, hiks" Mendengar pertanyaan itu bukan menjawab Ranti justru menangis.


Bayangkan saja bagaimana paniknya Leon melihat istri tercintanya itu tiba-tiba menangis.


'Apa penjual ini melukainya ? Awas saja akan kuhabisi dia.' Pikir Leon.


"Nah kok nangis ?"Tanya Rain dengan wajah paniknya.


"ithu nggak Adha bkcwan jaghung nya hiks." Padahal Ranti bukan gadis yang cengeng tapi rasanya dia benar-benar sakit hati jika tidak mendapatkan bakwan jagung ini. Ranti pun bingung dengan dirinya.


"Bakwan jagung ?" Tanya Leon yang tentunya ia juga sudah menyamarkan suaranya agar Ranti tidak curiga.


"Iya, dari tadi dia maunya makan bakwan jagung. Aku tidak tau mengapa tapi dia sangat menginginkannya dan juga dia bilang harus bakwan jagung yang dijual. Dia tidak ingin buatan sendiri." Jelas Rain kepada Leon.


"Kamu seperti orang hamil yang lagi ngidam aja Ran." Asal Rain yang membuat jantung kedua orang itu berpacu 2 kali lipat bahkan Ranti yang tadi menangis sekarang langsung terdiam dan Leon jangan tanyakan jika saja saat ini ia tidak sedang menutupi mukanya dengan masker mungkin ekspresi terkejutnya akan terlihat dengan jelas.


"Ha-hamil?" Cicit Ranti.


'Astaga aku baru sadar tamu bulananku juga belum datang. Dan aku juga sering itu itu dengan Leon.' Pikir Ranti.

__ADS_1


"Kok serius banget sih Ran, ya nggak mungkinlah kamu hamil aku hanya bercanda. Pacar aja kamu nggak punya mau hamil dengan siapa coba."


"Ya sama suaminya lah." Jawab Leon yang langsung saja membuat kedua orang itu menatapnya.


"Hahaha kau lucu juga, temanku ini belum menikah dia itu masih perawan ting ting." Jawab Rain.


'Perawan tingting dari mana, hampir janda yang betulnya.'Pikir Ranti.


"Jadi bagaimana Ran masih mau makan bakwan jagungnya ?" Tanya Rain.


"Iyaaa."Jawabnya dengan menunduk. Jujur Ranti saat ini tidak mau membohongi keinginannya bahwa ia sangat menginginkan bakwan jagung. Jika dia hamil atau tidak itu akan dia terima toh mau bagaimana sudah takdirnya.


"Ya udah aku akan menemanimu untuk mencarinya lagi." Ujar Rain yang langsung menarik tangan gadis itu membuat Leon panas bukan main.


"Em sebentar." Ujar Leon menghentikan Ranti dan juga Rain.


"Abang ni jualan kok bakwan jagung aku sering beli." Bohong Leon.


"Tapi tadi kata abangnya nggak ada." Jawab Ranti.


"Mungkin salah dengar bentar ya aku tanya abangnya lagi." Leon begitu saja berbicara dengan pedagang itu lalu ia membisikkan sesuatu membuat pedangan itu tersenyum puas lalu seperti memerintahkan temannya untuk pergi.


"Bagaimana ada tidak ?" Tanya Ranti yang tampak antusias. Jika saja saat ini Leon tidak menyamar dan situasi baik-baik saja tentunya Leon akan melahap gadis itu dan memeluknya agar orang-orang tidak akan bisa menyentuhnya.


"Tenang saja ada kok, abangnya tadi salah dengar." Jawab Leon dengan lembut.


"Kamu mau kemana Ran ?Tanya Rain yang melihat Ranti berjalan kembali kearah penjual itu.


"Duduklah, kakiku sakit terus berdiri." ujar Ranti yang langsung mendudukkan dirinya dengan nyaman di kursi panjang itu.


"Bolehkah aku juga ikut duduk disitu kakiku juga cukup lelah terus berdiri ?" Tanya Leon.


"Emm tentu saja, silahkan." Ujar Ranti dengan senyuman.


Jangan tanyakan betapa bahagianya Leon bahkan hal ini lebih membahagiakan dari pada saat ia memenangkan tender besar.


Dengan perlahan Leon duduk tepat di sebelah Ranti bahkan ia juga dapat mencium harus dari tubuh gadis itu. Sedangkan Rain dia sedang pergi sebentar untuk mencari minum.


"Emm boleh aku bertanya ?" Tanya Ranti membuat Leon mengerutkan dahinya.


"Iya silahkan." Jawab Leon.


"Apa parfum yang kau gunakan ?" Tanya gadis itu dengan antusias.


"Ha kenapa ?" Tanya Leon karena heran.


"Aku menyukainya, " Jawab Ranti dengan cepat.

__ADS_1


"Kenapa kau menyukainya ?Tanya Leon.


"Entahlah rasanya aku ingin memeluk orang-orang yang mengunakan parfum itu."


"Ha !"


" aku hanya bercanda." Jawab Ranti, dia tidak tau saja jika candaan itu membuat Leon berniat membuat parfum itu hanya bisa di pakai olehnya tidak ada yang lain. Enak saja jika nanti ada pria yang menggunakan parfum ini dan Ranti langsung memeluknya.


"Hmm pria tadi, dia pacarmu ?"Tanya Leon yang sangat-sangat penasaran.


"Tidak kami hanya teman." Jawab Ranti. dengan tenang.


"Oh begitu, aku senang jika begitu."


"Apa ?"


"Tidak ada."


"Apa kau sering beli gorengan di sini ? kenapa tidak di restoran bukankah jauh lebih higenis ?" Tanya Leon.


"Hahaha kau ini lucu mana ada orang beli gorengan di restoran. Aneh-aneh saja."


"Benarkah ?" Tanyanya yang tampak bingung. Jujur saja Leon sendiri tidak pernah makan gorengan karena makanan tersebut tidak terlalu sehat untuk badan.


"Tapi kau bilang kau pernah beli gorengan disini dan mengetahui jika ada bakwan jagung disini. Kok nggak tau hal itu sih ?" Tanya Ranti membuat Leon menyadari kebodohannya.


"Emm ituuuu"


"Ran ini minumnya kamu haus kan ?" Tanya Rain yang baru saja datang dan mengalihkan perhatian dua orang itu.


"Terima kasih Rain." Ujar Ranti sebelum mengambil air yang di sodori oleh Rain.


Ranti meminum air itu dengan perlahan hingga ia rasa cukup melegakan dahaganya.


"Neng tadi mesan bakwan jagungnya ya ?" Tanya penjual tersebut.


"Iya bang."


"Berapa neng."


"Ini bang." Ranti menunjukkan 3 jarinya membuat penjual itu mengangguk paham.


"Tiga biji neng."


"hahaha enggak bang maksud saya tiga puluh." jawab Ranti disertai gelengan kepalanya.


"Kau serius makan sebanyak itu ?"Tanya Rain.

__ADS_1


"Iyalah biar puas."


__ADS_2