
"Bentar jika kupikir pikir kenapa aku yang biasa-biasa aja bisa dapat suami yang super tanpa ada kekurangan sedikitpun atau mungkin aku pernah menyelamatkan bumi di kehidupan sebelumnya." Ujarnya.
"Jangan gila hmm tidak ada yang seperti itu." Laki-laki itu tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi gingsulnya.
"OMG ini namanya serangan ketampanan aku akan pingsan sekarang." Ranti tampak menggoda suaminya itu.
"Jangan begitu." Ujar Leon yang mulai merasa panas di wajahnya karena malu.
"Kupingmu merah kau salting kan ? hehehe." Ujarnya dengan senyum lebar.
"Ti-tidak mana mungkin." Dangkalnya dengan mencoba menghindari menatap gadis itu.
"Oh benarkah? " Tanyanya.
"Tentu mana mungkin aku begitu." Ujarnya.
"Oke jika begitu."
"CUP." Ranti menarik baju laki-laki itu membuat Leon mendekatkan kepalanya dan Ranti mengecup hidung pria tersebut.
...****************...
Hari hari berlalu begitu cepat hingga saat ini kondisi Ranti sudah membaik dan Leon bisa membawanya untuk kembali ke rumah utama miliknya.
"Kita kembali ke rumah ya?." Tanya laki-laki itu.
"Hmm baiklah aku juga kurang nyaman disini." Jawab Ranti dengan senyuman.
"Leon? bisakah aku bertanya?." Tanya Ranti sedikit Ragu.
"Ya ada ada apa." Ujarnya.
"Apakah kau mengenal wanita itu hmm maksud ku wanita yang membawaku kesini."Jelasnya.
Leon yang saat itu tengah fokus kepada laptopnya tiba-tiba berhenti dan menatap kearah Ranti.
__ADS_1
"Kenapa kau ingin tau?." Tanyanya.
"Aku hanya ingin tau saja," Jawab Ranti dengan menatap mata laki-laki itu.
"Huh, aku sedikit mengenalnya tapi hanya sekedar kenal saja tidak ada hubungan satu sama lain." Jelasnya karena saat ini pria itu berpikir bisa saja Ranti sedang cemburu padanya.
Tapi mendengar hal tersebut Ranti tersenyum kecut. Membuat Leon mengerutkan dahinya berpikir keras.
'Apakah aku salah bicara?' Pikirnya.
"Sudah kuduga." Ujar Ranti.
"Maksudnya apa?." Leon meninggalkan laptopnya dan berjalan kearah Ranti yang saat ini sedang melihat ke luar jendela itu.
"Kau ada hubungan dengan orang dunia bawah kan atau mafia." Ujarnya dengan senyuman tapi mata Ranti tidak bisa berbohong bahwa dia kecewa.
'Deg' Jantung Leon seakan akan di pompa dua kali lipat saat mendengar ucapan gadis itu.
"I-itu aku." Leon ingin mencoba untuk mengelak tapi jika di depan wanita ini sangat sulit baginya.
"Aku tidak tau bisnis yang seperti apa itu atau hal ilegal apa yang kamu lakukan tapi." Ranti menjeda ucapannya.
Leon segera memeluk gadis itu dari belakang tanpa berbicara apapun.
"Leon sebenarnya aku dari dulu sudah curiga tentang hal ini tapi aku mencoba untuk menerimanya karena ini jalan yang kamu pilih tapi setelah aku mendengar kisah Intan dimana ayahnya yang anggota mafia dan mereka tidak berakhir bahagia." Jelas Ranti.
"Aku tidak akan membiarkanmu terluka." Ujar Leon.
"Bukan itu yang ku maksud Leon, aku tidak takut terluka bahkan tidak takut dengan kematian sekalipun aku hanya takut suatu hari aku harus meninggalkan mu atau mungkin kau yang akan meninggalkan ku atau mungkin seperti keluarga Intan dimana kedua orang tuanya yang harus meninggalkan Intan. Jika itu terjadi bukankah sangat buruk untuk anak kita kedepannya." Jelas Ranti dengan lembut.
"Maaf Ranti tapi aku tidak bisa keluar dari dunia itu, jika kau setelah mengetahui ini dan ingin kabur dariku maka aku akan mengurungmu dan mengikatmu di sisi ku." Ujarnya.
"Hmm jadi begitu ya." Jawab Ranti dengan menggenggam kuat telapak tangannya menahan air mata yang akan lolos dari kedua matanya.
"Bisakah kau meninggalkanku sebentar Leon kumohon." Ujarnya pada pria yang masih terus memeluk tubuhnya itu.
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau!!." Jawabnya.
"ku mohon Leon aku membutuhkan waktu." Mohon Ranti.
"Baiklah aku akan pergi selama satu jam tidak aku akan pergi selama 30 menit dan kemudian aku akan kembali lagi." Ujarnya.
"CUP." Leon membalik tubuh wanita itu hingga menatapnya dan memberikan kecupan di dahinya.
Tidak ada yang Ranti katakan ia hanya diam saja.
Hingga akhirnya kamar tersebut menjadi sunyi kembali dan tiba-tiba wanita itu menjatuhkan tubuhnya dilantai lalu kamar yang sunyi itu di penuhi Isak tangis nya yang sangat pilu.
"Hiks,hiks, hiks." Ranti benar-benar menumpahkan segala kesedihannya hingga tangis itu terdengar sangat pilu.
Hingga akhirnya 15 menit berlalu Ranti sudah menenangkan dirinya tapi tidak berdiri dari tempatnya.
Tapi tak lama setelah itu gadis tersebut berdiri dan pergi ke kamar mandi setelah beberapa saat ia tampak lebih fresh dengan baju tidur bergambar Doraemon yang tampak lucu di badannya itu.
Gadis itu langsung melompat kearah tempat tidur lalu entah mengapa matanya sangat berat hingga ia pun tertidur lelap.
"KREK." Pintu kamar terbuka perlahan menampilkan sosok Leon yang memang sedari tadi masih berdiri di depan pintu dan sedari tadi ia juga melihat apa yang dilakukan gadis itu. Sebenarnya pada saat Leon akan pergi tadi dia meletakkan jam tangan nya yang memang ada sisi tv tersembunyi di sana. Awalnya laki-laki itu takut jika gadis itu melakukan hal-hal nekat yang akan menyakiti dirinya.
Langkah kakinya perlahan mendekati Ranti yang telah terlelap di atas kasur tersebut. Lalu dengan perlahan Leon ikut membaringkan tubuhnya di samping gadis itu dan memeluk Ranti dengan penuh perasaan.
"Maaf, aku membuatmu tersiksa tapi biarkanlah aku egois kali ini saja. Jika aku kehilangan kekuasaan ku saat ini kau yang akan terluka aku tidak akan bisa melindungi mu dari mereka." Ujarnya dengan mengelus pipi Ranti .
"aku benar-benar minta maaf dan egois untuk hal ini." Ujarnnya. Tak lama setelah mengatakan itu pria itu ikut tertidur pulas di samping Ranti .
Setelah nafas pria itu yang tampak teratur Ranti membuka matanya. Ia menatap Leon dengan kasih sayang.
'aku memaafkan mu Leon.'Pikirnya. Sekarang pikiran Ranti benar-benar sudah bisa untuk menerima hal itu. Dia yakin Leon tetaplah orang baik meskipun tentang identitasnya yang tidak baik.
Tanpa mereka sadari telah terlelap hingga esok harinya. Leon yang baru saja bangun karena memang beberapa hari ini dia lembur dan sedang banyak pekerjaan sehingga tidak bisa tidur dengan puas hingga kemarin akhirnya ia dapat kembali tidur dengan nyaman.
Mata pria itu terbuka tapi mendadak ia tidak dapat menemukan Ranti yang tidur di sisinya tadi malam.
__ADS_1
"DEG." Lagi-lagi jantungnya seakan ingin lepas memikirkan jika Ranti yang kabur darinya.
"Ke-kemana dia?" Tanyanya tampak panik melihat seluruh ruangan yang ada di kamar itu termasuk kamar mandi tapi dia tidak dapat menemukan Ranti.