Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Permainan di Mulai


__ADS_3

Gadis itu tersenyum tipis kala mendapati jawaban dari pria itu.


"Leon..."


"hmm..."


"Leon..."


"Hmm..."


"Leon..."


"Iya apa..." Jawab Leon dengan nada lembutnya.


"I Love you." Ujar gadis itu tepat didepan telinga Leon sehingga pria itu dapat mendengarnya dengan jelas.


...****************...


"Dorr"


"Dor" Suara tembakan menggema di seluruh penjuru tempat itu. Martin dan Alexia dengan sigap menghadapi orang-orang yang mencoba menghabisi mereka itu.


"Saat nya bermain Xia, mari lihat siapa yang lebih banyak menghabisi para bajingan ini."


Ucapnya lalu berjalan dengan cepat kearah orang-orang yang telah menyerang mereka. Darah mulai bercucuran kesana kemari. Banyak sudah mayat yang tergeletak disana sedangkan yang lain masih sibuk saling menyerang.


Halaman Inda bangunan itu sudah menjadi Medan perang yang sangat buruk jika dilihat. Alexia dan Martin dengan mudah menghabisi orang-orang tersebut tanpa kesulitan.


Tak lama baku tembakpun berhenti dan menyisakan kemenangan disisi Alexia dan juga Martin.


"Aku sudah katakan dari dulu jika aku lebih hebat darimu Xia." Pria itu menyombongkan dirinya.


"Itu hanya keberuntungan mu saja." Jawab gadis itu.


"Jika begitu maka aku sangat beruntung bukan?" Gadis itu mengedipkan sebelah matanya kepada Alexia.

__ADS_1


Martin berjalan kearah salah satu dari orang yang terkapar itu. Dengan kasar pria itu menarik rambut pria yang sudah tidak berdaya itu.


"Siapa yang menyuruhmu?" Tanyanya.


"Cih aku tidak akan pernah bilang." Jawabnya dengan menatap tajam kearah Martin.


"Hahaha selalu begini jika ditanya." Tawa pria itu menggema disana membuat anak buahnya ikut merasakan kengerian dari tawa itu.


"Yang tadi itu hanya basa basi saja." Lanjut pria itu.


Martin kemudian mengeluarkan pistol dari dalam jasnya lalu


"Dor" Peluru itu bersarang tepat di dahi pria tersebut.


"Beres kan." Ucapnya dengan senyum jahilnya.


"Selalu begini." Gumam Alexia dengan menggelengkan kepalanya.


"Kalian semua cepat bereskan mereka. Jangan sampai hal ini terlihat oleh nyonya atau kalian yang akan dibunuh." Ujar Alexia kepada seluruh anggotanya.


"Kau terlihat seperti biasa Xia, tidak seru." Ucap Martin yang berjalan lebih duku dari gadis itu.


"Benar-benar konyol." Alexia hanya dapat bergumam kecil dengan melihat punggung pria tersebut.


Keadaan tampak membaik dan semua telah kembali ke semula seperti tidak terjadi sesuatu disana.


"Tuan semua anggota kita mati terbunuh bagaimana ini?" Tanya Reno kepada tuannya itu.


"Sudah sampai situ ternyata, tapi permainan baru saja dimulai." Ujarnya dengan senyuman tipisnya.


"Maksud anda tuan? Apa yang anda rencanakan?" Tanya Reno dengan penasaran.


"Yang kumaksud adalah..."


"DUARR." Suara ledakkan yang berasal dari salah satu sisi pulau tersebut."

__ADS_1


Ranti yang terkejut karena suara keras itu tanpa disadari berteriak tepat ditelinga Leon.


"Aaaaa."


'Kupingku astaga.' Pikir pria itu yang masih berdengung itu.


"Su-suara apa itu Leon apa yang meledak?" Tanya Ranti yang masih berada di atas punggung pria tersebut.


'Jadi ini permainannya, maka aku akan ladeni sampai kau puas.' Pikirnya dengan senyum tipis menakutkan yang tidak dapat dilihat oleh Ranti.


"Leon..."


"Ya ada apa?" Jawabnya dengan lembut.


"Aku bertanya itu tadi suara apa ?" Tanya gadis itu.


"Itu hanya ulah Martin." Jawabnya asal.


"Martin? memangnya dia kenapa ?"


"Dia tidak apa hanya sedang melakukan eksperimen berbahaya."


"Seperti di film profesor profesor itu ya?" Tanya gadis itu dengan polosnya karena ia benar-benar percaya dengan perkataan lelaki itu.


Mendengar hal itu Leon menghentikan langkahnya. Membuat Ranti mengernyit kan alisnya karena kebingungan.


"Ada apa? lelah ya? aku berat ya? atau aku turun disini aja, aku bisa jalan sendiri kok." Ujar gadis itu.


"Turun dulu sebentar." Ucap pria itu.


Ranti segera turun dari punggung pria tersebut.


"Eh akhg.." Kagetnya saat pria itu kembali menggendongnya namun kali ini dengan ala princess kerajaan.


"A-apa ini?" Tanya nya tapi secara refleks gadis itu mengalungkan kedua tangannya keleher pria tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak bisa melihatmu jika di belakang." Jawabnya.


__ADS_2