Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Siapa orang itu?


__ADS_3

"Cepatlah Martin !!" Kali ini pria itu benar-benar sudah tersulut emosi dan kehilangan kesabarannya yang setipis tissue itu.


"Ny-nyonya menghilang."


"APA!! KEMANA DIA? MARTIN!! AKU AKAN MENGULITIMU JIKA DIA TERLUKA!" Pria itu benar-benar sudah berada di titik puncak emosinya dan langsung dengan cepat mematikan ponselnya.


"Aku akan benar-benar mati kali ini." Gumam Martin yang sudah terlihat pasrah akan keadaan itu.


"Nyonya...Anda memang ingin saya mati."


...****************...


Leon saat ini sudah bersiap-siap untuk mendatangi Martin. Dengan segera ia melakukan mobilnya tanpa mempedulikan Alexia yang sudah memanggilnya dari tadi karena ingin melaporkan satu hal yang penting.


"Boss! Bos! Astaga apa lagi kali ini." Setelah itu perempuan tersebut segera kembali kedalam bangunan tersebut.


"Argh ...sialan! Martin aku benar-benar akan menguliti mu dan Ranti kau dimana sekarang apa yang kau pikirkan ha!ini bisa membuatku gila." Ucapnya dengan sesekali memukul setir mobil tersebut karena kesal.

__ADS_1


Di tempat lain saat ini Ranti sudah berada di villa yang terbakar tersebut. Tampak keadaan disana sangat buruk bahkan sudah seperti villa berhantu. Suasana muram menyelimuti tempat itu dengan burung gagak yang mulai bertengger pada dahan pohon mati disana.


"A-apa apaan ini semuanya Kemana? aku tau bahwa tempat ini terbakar. Jadi dimana Leon pergi semalam? Apakah ada tempat lain dipulau ini yang tidak kuketahui." Gadis itu berpikir sejenak.


"Ya pasti ada..." Lanjutnya dan segera pergi dari tempat itu.


Di tempat lain pria itu tengah berdiri dan mengelap pistol yang ada ditangannya.


"Reno!! Bawa anggota kita pergi ke pulau tempat pertemuan sekarang lalu habisi semua orang yang ada di pulau itu sekarang."


"Tapi bos itu sama saja mengantarkan nyawa karena ada King di sana." Jawabnya.


"Tapi bos..."


"Aku tau kecemasan mu Reno tapi aku melakukannya bukan tanpa rencana. Saat ini sebagian besar anak buah Leon sedang berada di ibu kota dan tidak berada di pulau tersebut. sekuat apapun Leon dia akan kalah jika melawan banyak orang bukan? Sebelum kembali ke ibu kota maka kita sudah harus bisa menghabisinya." Ujarnya lalu meletakkan pistol tersebut kedalam kotak.


"Anda memang cerdas tuan , tapi jika itu King kenapa ia justru menempatkan banyak anak buahnya di ibu kota?."

__ADS_1


"Itu yang aku selidiki apa yang ia cari di sana atau ada yang seseorang yang ingin ia lindungi." Ucapnya dengan senyum menakutkan.


"ya pasti ada yang ingin ia lindungi di sana. tapi tidak ada siapapun di ibu kota saat ini tuan." Ujar Reno yang memang ditugaskan untuk menyelidiki orang kediaman Leon.


"Tidak pasti ada." Ujar laki-laki itu penuh misteri.


"Tuan anda?" Ujar Reno.


"Aku akan mencari siapa itu." Ungkapnya dengan hawa membunuh.


"Anda memang hebat tuan." Puji Reno.


Di tempat lain Leon sudah tiba di mana Martin berada. Dengan langkah yang terburu-buru ia langsung melayangkan bogem mentah ke arah wajah Martin.


"Bugh.Bugh,Bugh ." Pria ini dengan cepat memukul Martin tanpa memikirkan Martin yang sudah babak belur itu.


"Tuan,anda mohon tenang."

__ADS_1


"Tuan anda mohon berhenti."


Anak buah Martin yang berada disana mencoba untuk menghentikan agar Leon menghentikan pukulannya kepada Martin.


__ADS_2