Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Ini Aku


__ADS_3

Bos anda harus tenang..." Ujar Martin mencoba untuk menghibur Leon.


"HIKS,HIKS katakan bahwa ini mimpi Martin! KATAKAN MARTIN! INI HANYA MIMPI KAN! Aku mohon katakan bahwa ini mimpi Martin dia tidak mungkin meninggalkanku...AKH...." Pria tersebut terlihat sangat frustasi dengan keadaan saat ini.


"KENAPA KAU JUGA MEREBUTNYA DARIKU HA! APA KAU TIDAK PUAS MENYIKSAKU HA! TAKDIR SIALAN APA YANG TELAH KAU BUAT UNTUKKU!" Pria tersebut berteriak sambil menatap langit malam itu.


...****************...


Pria tersebut terus saja menangis di tempat itu dengan orang-orang yang menatapnya dengan berbagai macam tatapan ada yang iba, heran, dan ada yang bahagia.


Tak lama hujan mulai turun dengan lebatnya orang-orang yang berada disana mulai berlarian mencari tempat untuk berteduh tapi tidak dengan pria itu.


"Bos, ayo kita ke mobil dulu hujan sangat deras!!." Usul Martin kepada Leon yang masih bersimpuh itu.


Tidak ada jawaban dari pria tersebut, pria itu hanya terus menangis di bawah guyuran hujan deras dan angin yang juga bertiup kencang.


Martin yang memang setia itu hanya bisa menatap bosnya dengan perasaan yang turut sedih. Dan tentunya ia juga bersedih dengan apa yang telah menimpa Ranti mau bagaimanapun ia ikut terlibat dalam hal ini.

__ADS_1


"Hiks Ranti... Aku mohon jangan pergi hiks," Gumamnya di kala hujan itu.


Saat ini tubuh pria itu sudah benar-benar basah begitu pula dengan Martin yang berada disana.


Perlahan api yang membakar villa itu mulai berkurang karena hujan yang terus mengguyur dengan lebat itu. Mata pria tersebut yang awalnya menatap kebawah mulai menatap kearah villa itu.


"Aku pasti akan mencari mu!" Gumamnya yang langsung pergi kearah villa tersebut.


Martin yang memang sudah siap dengan sekuat tenaga menahan pria tersebut agar tidak bertindak nekat mau bagaimanapun saat ini bosnya itu tidak bisa untuk pergi ke dalam sana.


"Bos anda bisa mati jika pergi ke sana!." Martin sedikit berteriak meyakinkan pria itu.


Langkah kaki pria tersebut semakin mendekat kearah villa itu . Martin yang mati-matian mencoba menghentikan bosnya itu bahkan saat ini pria itu sedang memegang erat kaki Leon menahannya untuk masuk ke dalam villa itu.


"Saya mohon bos!!"


"Bos apakah anda ingin membuat Ranti sedih, dia pasti tidak ingin anda terluka!!." Ucap Martin yang membuat langkah Leon terhenti.

__ADS_1


"Ranti..." Gumamnya.


"Iya Ranti bukankah dia mencintai anda maka dia pasti akan sedih jika Melihat anda seperti ini." Ujar Martin.


"Ta-tapi aku tidak bisa menyelamatkannya. dia pergi karena aku Martin. Dia pergi meninggalkanku Martin. A-aku telah kehilangan dia..." Leon benar-benar seperti anak kecil yang menangis saat ini ia benar-benar tidak sanggup jika kehilangan gadis itu.


"Hmm benarkah itu?" Suara lembut bersama hujan terdengar begitu saja.


Leon yang mengenal suara itu segera membalik badannya dan melihat sosok perempuan dengan dress putih selutut dan rambut panjangnya sedang tersenyum padanya.


Martin yang juga ikut menoleh tidak kalah terkejutnya bahkan pria itu seakan-akan mendapatkan kejutan yang luar biasa.


Sedangkan Leon pria itu hanya diam membeku dan tanpa ia sadari air mata ikut mengalir dari pelupuk matanya.


"Kau..." Ucapnya tertahan.


"Iya... ini aku hehehe"

__ADS_1


"


__ADS_2