Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Melepas Lelah


__ADS_3

"Aku ingin pulang rasanya." Gumam pria tersebut yang saat ini sedang berendam didalam bathup dengan aroma khas laki-laki yang biasa ia gunakan.


Sedangkan ditempat lain Ranti sudah berhasil melarikan diri bahkan. saat ini dirinya tengah berada didalam kamar dari anak laki-laki yang ditolongnya kemarin malam itu.


"Ojan udah minum obat atau belum?" Tanya gadis itu pada anak laki-laki yang bernama ojan itu


"Sudah kak, ojan janji akan selalu mengkonsumsi obat ini biar cepat sehat." Ungkap nya


"Baguslah jika begitu." Jawab gadis itu dengan tenang.


...****************...


Gadis tersebut memperhatikan anak kecil yang dibawanya itu dengan seksama. Usia anak ini masih tergolong sangat muda bahkan Ranti mengira bahwa anak ini baru saja memasuki taman kanak-kanak.


"Kak kenapa melamun?" Tanyanya ketika selesai meminum obatnya.


"Hmm tidak ada, kakak hanya berpikir kalau kamu itu sangat pintar hehehe." Jawab Ranti lalu mengelus rambut anak laki-laki itu.


"Terimakasih kak." Jawabnya dengan senyum tulusnya.


"Oh ya kak apa pria jahat itu memang suami kakak?"Tanya anak kecil itu.


"Hmm ya begitulah, dia suami kakak." jawab Ranti dengan ekspresi sedikit malu itu.


"Tapi..." Anak kecil itu menjeda kalimatnya tampar berpikir sejenak.


"Tapi apa?"Tanya Ranti penasaran.

__ADS_1


"Tapi pria itu sangat kasar kak, sama seperti ayah kepada ibu. Apakah setiap orang yang menikah itu akan seperti itu?Tapi kata ibu guru semua orang yang menikah itu pasti akan saling menyayangi." Tanyanya dengan mata bulatnya itu. Sedangkan Ranti yang mendengar hal itu meneguk ludahnya dengan kasar.


'Ni anak kayaknya broken home deh' Pikir gadis itu dengan memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan dari anak kecil itu.


"Hmm jadi begini, kakak dan pria itu tepatnya suami kakak kami saling menyayangi. Tapi dia hanya malu saja mengungkapkan didepan orang rame sehingga dia begitu sifatnya tapi kalau didepan kakak dia akan sangat baik." Jawab Ranti dengan bumbu bumbu kebohongannya itu.


"Benarkah? Apa ayah dan ibuku juga begitu kak?" tanyanya kembali yang membuat Ranti pusing tujuh keliling.


"Hmm cuaca diluar sepertinya bagus ayo kita main ke taman saja." ajak Ranti untuk mengalihkan perhatian dari anak kecil itu.


Lama mereka bermain di taman mulai dari main petak umpet ataupun main kejar kejaran hingga tak sadar hari telah beranjak sore. Seorang pria tampan itu telah selesai dengan segala aktivitas nya dan saat ini ia sudah kembali kerumah untuk istirahat.


"Hahaha geli hahaha kamu ya... hahaha jangan digelitikin kakak geli." Suara tawa yang terdengar ditelinga pria tampan itu dan membuat langkah kakinya berhenti.


'Ranti..' hanya satu kata yang ia pikirkan saat mendengar suara tawa bahagia itu. Entah angin dari mana pria itu berjalan menuju kearah sumber suara.


"Hahaha kamu ya mentang-mentang kaki kakak sedang sakit jadi tidak bisa mengejarmu. Awas saja nanti jika kaki kakak sudah sembuh huh ..." Ucap gadis itu dengan terengah-engah selepas tertawa.


"Bagaimana kau bisa keluar?." Suara bariton dari belakang tubuh gadis itu yang mengagetkannya. Ranti meneguk ludahnya kasar lalu melirik kearah belakang.


"Glek..."


"Su-sudah pulang?" Tanyanya untuk mengalihkan perhatian.


Mendengar pertanyaan dari Ranti laki-laki tampan itu justru semakin mendekat kearah Ranti. Gadis itu benar-benar kehabisan akal untuk menghadapi pria ini.


"Aku minta maaf ini semua salahku!" ucapnya dengan cepat saat merasa bahwa laki-laki itu semakin mendekat kearahnya. Ranti menutup matanya rapat-rapat karena takut dengan apa yang akan dilakukan oleh pria ini. Bisa saja bukan pria ini mengarahkan pistol kearahnya seperti pertemuan awal mereka.

__ADS_1


Lama Ranti menutup matanya tapi tidak ada apa-apa yang dirasakannya. Hingga ia merasa ada orang lain yang duduk diatas rumput tepat disampingnya.


"Eh kenapa kau disini?" Tanyanya sedikit bingung saat mendapati Leon yang tengah duduk tepat disebelahnya itu.


"Ini rumah ku dan juga tamanku jadi ya terserah padaku." Jawabnya dengan mata yang menatap lurus kedepan. Sejenak Ranti menatap wajah pria tersebut yang saat ini matanya tengah tertutup itu.


'Sepertinya dia sangat kelelahan.' Pikir gadis itu yang mulai merapatkan tubuhnya karena merasa cuaca yang semakin dingin itu.


"Eh akh a-apa ya-yang ka-kau lakukan?"Ranti menjerit kaget saat tangan kekar itu mengangkatnya seperti mengangkat barang itu. Pria itu memindahkan tubuh gadis itu dipangkuannya lalu memeluknya dari belakang. Setelah itu Leon meletakkan kepalanya tepat dibahu gadis itu. Sedangkan Ranti mendadak diam seperti patung saat Leon melakukan hal tersebut.


"A-apa ya-yang kau lakukan?" saat ini jantung gadis itu benar-benar berdetak lebih cepat dua kali lipat dari biasanya.


"Hmm diamlah aku mau istirahat sebentar." Gumam pria itu dengan kepala yang ia benamkan di bahu Ranti. Mendengar hal itu gadis itu kembali tenang ia juga merasa bahwa Leon terlihat lebih lelah dari biasanya.


'Hangat' Pikirnya saat melihat tangan pria itu melingkar dengan kuat diperutnya.


'Apa dia sudah tertidur?' Tanya Ranti dalam pikirannya saat merasakan hembusan nafas Leon yang teratur dan tenang itu. Entah mendapat dorongan darimana tangan gadis itu dengan sendirinya mengelus pelan surau hitam pria itu.


"Dia terlihat manis jika saat diam begini." Gumam Ranti yang masih mengelus pelan surai pria itu.


Hingga seorang anak kecil berjalan kearahnya dengan beberapa tangkai bunga ditangannya. Tapi kali ini anak itu tidak sendiri melainkan bersama dengan Nita yang menggenggam tangannya.


"Ka-" Ucapan anak itu tertahan saat Nita yang dengan cepat menutup mulut anak itu agar tidak bersuara. Pelayan itu menyadari bahwa saat ini sedang ada singa tidur disana jadi mereka sama sekali tidak boleh membuat kebisingan. Melihat reflek nita yang bagus Ranti tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dan memberikan isyarat kepada gadis pelan itu untuk membawa anak itu pergi beristirahat didalam. Paham akan kode yang diberikan oleh majikannya itu Nita dengan cepat membawa anak kecil itu kedalam.


"Kak Nita...kenapa kita kedalam? tadi kakak baik sedang dimakan dengan pria jahat itu." Ucap anak kecil itu saat Nita yang sudah membuka tangannya dari mulut kecil itu.


"Aduhhh bukan begitu, pria itu tidak sedang memakannya." Jelas Nita sambil memijat pangkal hidungnya.

__ADS_1


"Jadi tadi itu apa?" tanya anak itu.


"Itu...Mereka sedang bermain peluk pelukan.iya mereka sedang bermain." Jawab gadis itu dengan cepat.


__ADS_2