
James dengan cepat mendudukkan dirinya dengan mata yang terus tertuju kepada Ranti. Bukannya terpesona ia hanya merasa bingung saja. Lagipula Ranti sangat jauh dari tipe idealnya.
"Ranti ini James ponakanku juga, dan sepupunya Leon." Terang Robert.
"Hmm" Hanya itu jawaban dari gadis itu.
"Dan kau James seperti yang sudah kubilang sebelumnya dia ini Ranti istri Leon." Lanjut Robert menjelaskan.
"Aku ada satu permintaan untuk kalian berdua," Robert menjeda kalimatnya sedangkan Ranti dan juga James menatap bingung dengan tingkah laku dari laki-laki paruh baya itu.
"Kalian menikahlah" Lanjutnya
"APA!!" Ranti dan James menjawab dengan bersamaan dan ekspresi terkejut.
...****************...
"Anda benar-benar sudah gila, bagaimana mungkin anda bisa menyuruh istri keponakan anda sendiri untuk menikahi sepupunya." Ranti menatap marah pada Robert yang tampak santai menyeruput kopinya yang telah disediakan diatas meja itu.
__ADS_1
"Aku melakukannya karena ada kebaikannya." Jawabnya dengan meletakkan kembali cangkir kopi tersebut.
"Hahaha itu adalah jawaban terkonyol yang pernah aku dengar seumur hidup ini." Ranti tertawa mengejek kepada pria paruh baya tersebut.
"Paman apa maksudmu dengan semua ini? kau ingin aku dibunuh dengan Leon, dia akan mengulitiku jika berani dekat dengan istrinya apalagi menikahinya." Kali ini James yang bersuara.
"Kau tidak tau apa-apa James, kakak bodohmu itu sama sekali tidak menyukai gadis ini, dan kupikir dia cukup baik untuk menjadi istrimu lagipula aku yakin Leon juga tidak pernah menyentuhnya." Ujarnya yang tidak perduli jika Ranti mendengar hal itu.
"Anda yang tidak tau apa-apa, suami saya sangat mencintai saya." Ranti berkata dengan nada ketusnya.
'Sabar Ranti dia orang tua.' Gadis itu mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak berlaku kasar pada Robert.
James yang disana hanya bisa menatap bingung pada kedua orang itu 'Dari wajah sih lumayan imut, tapi dari badan sungguh biasa saja, semuanya sangat kecil seperti anak-anak.' Pikirnya dengan menilai tubuh Ranti.
Ranti yang merasa ada seseorang yang tengah memperhatikannya segera melirik kepada James. "Jaga matamu" Ucapnya membuat James sedikit terkejut bagaimanapun gadis itu sangat peka terhadap apa yang ia lakukan.
"Maaf." James bergumam kecil karena menyadari bahwa apa yang ia lakukan tadi adalah perbuatan yang tidak baik dan menyinggung Ranti tentunya.
__ADS_1
"Hmm" Gadis itu hanya menjawab singkat tidak mau memperpanjang masalah itu.
Robert yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara dua orang itu mulai tersenyum licik. "Bukankah kalian sangat cocok." Ujarnya.
"Kenapa anda selalu berbicara omong kosong, aku tidak mau mendengarnya lagi dan lebih baik aku di kurung saja dari pada mendengar kata-kata mu itu." Ranti benar-benar sudah diambang kesabarannya menghadapi Robert yang entah bagaimana jalan pikirannya itu.
"Terserah kau saja jika mau pergi maka pergilah ke kamarmu." Jawab pria itu dengan tak acuh.
Setelah beberapa saat Ranti pergi James mulai membuka mulutnya. "Kau benar-benar gila paman sebenarnya apa yang kau pikirkan? jika Leon benar-benar mencintai gadis itu maka dia akan menguburku hidup-hidup dan juga seharusnya aku yang sering berbuat jahil padanya karena kami seumuran tapi kenapa kau yang paling suka membuat keributan antar keluarga."
"Diamlah James semua sudah aku pikirkan dengan matang, jika Leon telah tiba disini maka aku akan menyambutnya dengan sangat mewah."
"Kau benar-benar gila paman." James menghela nafas panjang memikirkan bagaimana caranya bersembunyi dari Leon nanti.
Taklama seorang pengawak datang dan memasuki ruangan tersebut lalu membisikkan sesuatu pada Robert. Seketika raut wajah pria itu langsung berubah.
"Dia..."
__ADS_1