Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Pertikaian laki-laki beda usia


__ADS_3

"Tapi kau jugalah yang menyelamatkan ku ku terima permintaan maaf nya dan aku mau mengucapkan terimakasih." Ujar gadis itu dengan mengelus lembut pipi Leon.


Leon memejamkan matanya mencoba menyingkirkan ingatan tentang hari itu. Lalu mencium lembut tangan Ranti yang mengelus pipinya.


"Aku akan terus melindungimu sampai kapanpun." Ujarnya.


"Mohon bantuan untuk kedepannya pelindungku." Jawab Ranti dengan senyum tulusnya yang dibalas oleh Leon.


...****************...


Akhirnya mereka telah tiba dikediaman tampak anak kecil itu sedang menunggunya di depan pintu bersama pelayan lain.


"Kakak!!" Teriaknya lalu berlari kearah Ranti.


"Ojan!!" Ranti tersenyum lebar saat melihat Ojan yang tampak antusias.


"Ojan rindu kakak." Ujarnya.


"Kakak juga rindu sama Ojan." Ucap Ranti lalu memeluk anak kecil itu.


"Kakak kenapa lama pulangnya, apakah dia menjahati kakak atau apa gitu." Bisik Leon yang masih dapat didengar jelas oleh Leon.


"Hahaha dia...memang sangat jahat." Jawab Ranti.


Leon yang mendengar hal itu membulat kan matanya karena terkejut dengan pemaparan dari gadis itu.


"Memang laki-laki yang tidak bisa di percaya, tunggu aku besar kak, nanti aku yang akan menikah dengan kakak." Ujar anak itu.

__ADS_1


"Hahaha baiklah." Jawab Ranti.


Sedangkan Leon benar-benar panas dibuatnya. Di dalam hati ia benar-benar menyangkal bahwa dia sedang cemburu saat ini.


'Tidak mungkin aku cemburu dengan anak kecil kan.' Pikirnya.


"Oke kak mulai sekarang kakak dengan aku aja terus, istirahat juga di kamar Ojan aja jangan dengan pria ini." Ucapnya dengan menarik tangan Ranti.


"Hei mana bisa begitu dia istriku." Leon benar-benar cemburu saat ini. Dia sudah tidak perduli lagi entah lawannya anak kecil atau anak bayi sekalipun dia sudah tidak perduli.


"Paman, kau itu sudah sangat tua untuk kakakku jadi itu tidak cocok." Anak itu menatap tajam kearah Leon.


"Kau terlalu muda untuknya." Sarkas Leon.


"Biarkan saja tapi baik hati dan tidak pernah melukai kakak."


"Tidak, aku sebentar lagi akan tumbuh besar dan hebat." Jawabnya.


"Walaupun begitu kau tidak akan pernah bisa bersamanya, Ranti itu milikku, dia istriku selamanya akan berada di sisiku titik." Leon tiba-tiba melingkarkan tangannya ke pinggang Ranti.


Melihat hal tersebut Ojan ikut menarik lengan gadis itu hingga terjadi tarik-menarik diantara mereka.


"Berhenti!!" Mereka akhirnya berhenti saat mendengar perintah Ranti.


"Kakiku sakit jadi kumohon kalian berhenti ya..." Ranti merapatkan kedua tangannya memohon.


"Kakak apakah sakit sekali?"

__ADS_1


"Kan sudah kubilang, aku gendong saja tapi kenapa keras kepala." Mereka tampak khawatir dengan keadaan Ranti saat ini.


"Huh...baiklah sekarang aku mau istirahat dulu."Ucap gadis karena ia benar-benar lelah sekarang.


"Ayo kak aku antar."


"Apaan sih, ayok istriku biar aku bawa ke kamar kita."


"Tidak-tidak lebih baik aku dengan Nita saja." Jawab Ranti yang tidak ingin ada perkelahian antara dua orang itu.


"Nita tolong bantu aku ya." Pintanya kepada gadis itu.


"Baik nyonya." Jawabnya lalu berjalan mendekat kearah Ranti.


Ranti segera meninggalkan tempat itu menjauh dari dua laki-laki yang berbeda umur itu.


"Semua karena mu paman jahat." Ujar anak kecil itu sebelum meninggalkan Leon disana.


"Hei!! anak kurang ajar." Ujar Leon.


Leon hendak mengejarnya namun Martin sudah terlebih dahulu menahannya.


"Sudahlah bos dia hanya anak kecil." Leon menatap tidak suka terhadap ucapan Martin tersebut.


"Ehem sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan bos dan ini mengenai Robert." Ucapnya dengan serius.


Raut wajah Leon tampak berubah menjadi lebih dingin.

__ADS_1


"Kita ke ruang kerjaku." Ujarnya lalu meninggalkan tempat itu.


__ADS_2