Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Darwin


__ADS_3

Setelah beberapa saat Ranti pergi James mulai membuka mulutnya. "Kau benar-benar gila paman sebenarnya apa yang kau pikirkan? jika Leon benar-benar mencintai gadis itu maka dia akan menguburku hidup-hidup dan juga seharusnya aku yang sering berbuat jahil padanya karena kami seumuran tapi kenapa kau yang paling suka membuat keributan antar keluarga."


"Diamlah James semua sudah aku pikirkan dengan matang, jika Leon telah tiba disini maka aku akan menyambutnya dengan sangat mewah."


"Kau benar-benar gila paman." James menghela nafas panjang memikirkan bagaimana caranya bersembunyi dari Leon nanti.


Taklama seorang pengawak datang dan memasuki ruangan tersebut lalu membisikkan sesuatu pada Robert. Seketika raut wajah pria itu langsung berubah.


"Dia..."


...****************...


"Bagus ya kerjaan kalian disini? tidak mengajakku padahal kan aku juga anggota dari keluarga ini paman." Ucap seorang laki-laki yang langsung mendudukkan dirinya dikirsi kosong yang terletak di sana.


"Kenapa kau datang?" Robert bertanya dengan nada yang tidak suka.


"Oh ayolah ayah aku kan anak kandungmu bagaimana bisa kau lebih dekat dengan mereka." Pria itu membuat ekspresi seolah-olah terluka.


"Jangan berpura-pura Darwin kau sebenarnya tidak perduli dengan apapun yang ada disini dan apa yang terjadi, seperti biasa kau hanya mencari celah untuk mengacaukan segalanya." Robert berkata dengan nada ketusnya.


"Hahaha sepertinya aku memang bukan anakmu, tapi sayangnya dari rupa kita sangat mirip bukan?" Kali ini Darwin memandangnya dengan remeh.

__ADS_1


"Berhenti bermain-main kakak, jangan menambah beban pikiran paman dengan semua hal yang kau lakukan." Kali James ikut angkat bicara.


"Diam kau, kau hanya tamu disini jangan ikut campur." Darwin tampak menunjukkan ketidaksenangan saat melihat pria itu yang ikut dalam pembicaraannya dan juga Robert.


"Darwin, kau itu yang tamu disini." Robert berkata dengan santainya lalu kembali menyeruput minuman dalam cangkirnya itu.


"Benar-benar ayah yang baik." Ucap pria itu lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


'Dasar orang tua menyebalkan.'Pikirnya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Diperjalanan saat akan pergi pria itu tanpa sengaja melihat seorang gadis yang berjalan kebingungan kesana-kemari.


"Hai kau, siapa kau kenapa bisa ada disini." Tanyanya.


Ranti yang memang tersesat saat ingin kembali ke kamarnya itu dengan bingung menatap kearah Darwin yang juga tampak bingung.


'Dari wajah dia sangat mirip dengan paman Leon apa mungkin...'Gadis itu mulai memikirkan kemungkinan hubungan kedua orang itu.


"Aku tamu disini dan sedang tersesat." Jawab Ranti dengan santainya.


"Tamu? tamu siapa?." Laki-laki itu masih ada tampak curiga karena rumahnya itu sangat jarang kedatangan tamu.

__ADS_1


"Aku tamu tuan Robert." Jawab Ranti dengan singkat.


Laki-laki tampak mengerutkan keningnya berpikir lalu taklama ekspresinya berubah karena telah mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Oh jadi begitu, kau pasti istri Leon kan?" Tanyanya dengan sesekali menganggukkan kepalanya.


"Iya."


"Kau mau kemana?aku bisa membantumu." Laki-laki itu tampak tersenyum padanya.


"Aku mau ke kamarku tapi aku lupa." Ranti menjawab dengan ramah karena ia lihat bahwa pria yang ada didepannya ini cukup baik sepertinya.


"Oh okok aku tau kamarnya akan aku tunjukkan." Jawabnya dengan berjalan mendahului Ranti dan memerintahkan agar gadis itu mengikutinya.


"Ini dia benar kan?" Tanya laki-laki itu mencoba memastikan.


"Iya terimakasih." Ranti tersenyum ramah kepada pria itu.


"Hmm ya sama-sama,...ehm aku hanya ingin mengingatkan mu jangan percaya dengan siapapun di rumah ini karena mereka bukanlah orang baik, begitu juga aku." Ucapnya dengan pelan lalu berlalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Ranti yang tampak bingung dengan ucapannya.


"Maksudnya?" Tanya gadis itu dengan bingung.

__ADS_1


__ADS_2