
Matanya perlahan terbuka dan mulai menampilkan manik mata hitam itu.
"Di mana aku?" Tanyanya.
Ranti melihat seluruh ruangan itu tapi ia sama sekali tidak mengenal ruangan ini.
"Aku...Leon? Leon, Leon!" Akhirnya ia sudah menyadari apa yang telah terjadi padanya.
"Kau sudah bangun?" Suara bariton seorang pria terdengar jelas di telinganya.
Ranti dengan cepat menolehkan kepalanya kearah sumber suara."Kau.." Ucapnya dengan terkejut.
...****************...
__ADS_1
"Kau mirip seseorang." Ucap Ranti dengan pelan saat memperhatikan wajah pria yang sudah tampak mulai tua itu.
"Hahaha Ayo tebak aku mirip siapa?" Ujarnya dengan senyuman yang lebar.
Ranti menatap pria itu dengan tajam memang tampak bahwa laki-laki ini mirip dengan Leon dari mata dan juga hidungnya. "Tidak kau tidak perlu tau."Jawabnya dengan cepat.
"Hahaha memang kau adalah gadis yang unik, bagaimana bisa anak nakal itu bisa menemukan mu." Tawanya sangat puas saat mendengar jawaban dari Ranti.
"Aku tidak mengenalmu, jadi kenapa kau membawaku ke sini?"
'Kenapa ada orang tua seperti ini, ya Tuhan berikanlah aku jalan keluar dari masalah ini.'
"Intinya aku punya urusan dengan suamimu."Jawabannya itu sontak membuat kaget Ranti.
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak mengerti kenapa jika punya masalah malah menculikku bukannya malah membicarakannya secara baik-baik. Tuan pasti orang terpelajar kenapa harus menggunakan cara ini. Ini sama saja dengan perbuatan kriminal."Ranti berbicara dengan tegas.
"Hahaha berbicara baik-baik, kriminal? hahaha kau sangat lucu nak, suamimu itu tidak bisa diajak bicara dengan baik-baik dia itu bagaikan gunung aktif yang kapan saja bisa meledak. Dan kriminal, suamimu itu bahkan jauh lebih kriminal dari pada ini." Jelasnya.
"Aku tidak percaya, selama ini dia baik tidak pernah berbuat jahat kepada orang lain. Dan juga dia walaupun dingin tapi sebenarnya dia orang yang berhati lembut." Ranti menyangkal semua apa yang di tuduhkan oleh Robert kepada Leon.
Sedangkan Robert justru tertawa saat mendengar perkataan dari gadis itu."Jika memang begitu, jadi apakah kau lupa dengan apa yang terjadi padamu hmm...mari kita ingat ingat lagi pada saat dia yang menyuruh Martin untuk menembak pelayan yang hanya melakukan kesalahan kecil pada saat awal pernikahan kalian, juga jangan lupakan dengan dia yang mengancammu dengan pistol agar menikah dengannya. Oh ya atau mungkin kau lupa dengan dia sendiri yang hampir menembak mu dan juga banyak kejadian lainnya. Ayolah nak pria bajingan itu bukan pria yang baik, dia itu hanya baik didepanmu tidak dibelakangmu." Jelas Robert.
Ranti membulatkan matanya saat ia kembali mengingat segala kejadian yang mereka hadapi mulai dari dia di culik, di paksa dan juga bagaimana dengan laki-laki itu yang penuh dengan rahasia yang bahkan tidak ia ketahui.
"A-aku tidak mau mempercayai mu dengan segala hal itu aku akan bertanya kepadanya dan menunggu jawabannya." Ranti masih berpegang teguh pada pendirian nya. Dia tidak bisa begitu saja percaya dengan orang asing dan terhasut begitu saja.
"Ini akan menarik nak, mari kita tunggu si Leon itu, itupun jika dia mau datang kesini. Kau tau dia adalah jenis mahluk yang tidak akan pernah bisa mencintai seseorang." Di ujung kalimat Robert langsung memasang muka serius.
__ADS_1
"Deg"
"Aku tetap percaya padanya." Gumam gadis itu setelah kepergian Robert dari ruangan tersebut.